Ciri Orang Iri yang Diam-diam Bisa Terlihat dari Sikapnya, Sering Tidak Disadari

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 5 menit 517x dilihat
Ciri Orang Iri yang Diam-diam Bisa Terlihat dari Sikapnya, Sering Tidak Disadari

Bagikan Postingan

Rasa iri tidak selalu ditunjukkan secara terang-terangan. Ada kalanya seseorang menyimpannya rapat-rapat, namun tanpa disadari bisa terlihat dari langkah mereka memperlakukan orang lain.

Menurut master kesehatan Marney A. White, PhD, MS, rasa iri adalah emosi manusia yang wajar. Tetapi, perihal tersebut bisa menjadi tak terkendali serta merusak kedamaian jiwa dan hubungan kita dengan orang lain, Bunda.

"Rasa berprasangka dan iri, meskipun tidak selalu dipandang secara positif, merupakan emosi manusia yang wajar alias emosi yang kemungkinan besar pernah kita semua alami sesekali," kata White, dilansir Healthline.


Walaupun kebanyakan orang bisa mengelola emosi hingga tidak merasa iri, ada sebagian orang merasa kesulitan dalam menangani emosi tersebut. Nah, ketika seseorang membiarkan rasa iri memengaruhi perilaku dan kepribadiannya, perihal itu dapat berakibat pada hubungan mereka dengan orang-orang di sekitarnya.

Mengenali ciri-ciri rasa iri yang dialami orang lain maupun diri sendiri merupakan langkah awal untuk mempelajari langkah menangani emosi yang sulit. Kita juga bisa belajar membangun relasi yang baik dengan orang lain ketika sudah bisa mengenalinya.

Ciri orang iri dari sikapnya

Melansir dari beberapa sumber, berikut 7 karakter orang iri yang dapat terlihat dari sikapnya:

1. Memiliki pola komunikasi yang tidak menentu

Dikutip dari Very Well Mind, kita dapat mengetahui apakah seorang kawan berprasangka dari langkah mereka berkomunikasi. Contoh komunikasi yang diperlihatkan biasanya condong tidak menentu.

"Pola komunikasi dengan kawan yang berprasangka bisa tidak menentu. Mereka mungkin menjauh ketika kita sedang baik-baik saja tapi mereka terlihat kesulitan ikut berbahagia, dan kemudian mau selalu berada di dekat kita ketika kita sedang mengalami masa sulit," kata psikolog Dr. Patrice Le Goy, PhD, MBA, LMFT.

Turner mengatakan komunikasi yang tidak menentu tersebut dapat bermanifestasi sebagai sarkasme, sindiran halus, komparasi yang berlebihan, mengabaikan alias meremehkan emosi alias pengalaman orang lain, dan mencoba membikin orang lain merasa bersalah.

"Mereka juga mungkin terlalu mendominasi sebagai kawan alias mungkin mencoba mengisolasi kita dari orang lain dan mencari-cari kesalahan dari teman-teman yang lain, serta mencegah kita berbaur dengan mereka," sambungnya.

2. Tidak suka konsentrasi pada hal-hal positif yang dialami orang lain

Dalam lingkungan sosial, rasa iri dapat bermanifestasi secara dramatis. Namun, terlepas apakah seseorang memperbesar rasa irinya alias tetap tenang, Le Goy mengatakan bahwa perihal itu bakal menjadi konsentrasi negatif apalagi ketika segala sesuatunya melangkah baik untuk kita.

"Salah satu indikasi bahwa seorang kawan menunjukkan tanda-tanda kecemburuan adalah mereka mungkin tidak mau konsentrasi pada hal-hal positif yang terjadi pada orang lain, tetapi malah memilih untuk memikirkan kesulitan alias tantangan yang mereka alami," katanya.

Selain itu, dia mengatakan bahwa mereka mungkin juga tampak seperti mencari sesuatu yang negatif jika kawan mereka terlihat bahagia, seperti mencari sesuatu yang jelek untuk dikatakan tentang pekerjaan alias hubungan baru yang membikin orang lain bersemangat.

3. Membuat kawan suka meragukan dirinya sendiri

Teman yang iri hati tidak menyimpan emosi negatif untuk diri sendiri. Ketika kita tahu seseorang merasa jengkel dengan kesuksesan kita, perihal itu dapat membikin kita merasa lebih jelek tentang semua perihal baik yang terjadi alias apalagi membikin kita meragukan diri sendiri.

"Ketidakamanan pribadi dapat diperkuat oleh rasa iri hati. Rasa tidak bisa dan takut dikalahkan dapat meningkat dalam persahabatan yang diliputi rasa iri. Hal itu dapat memperbesar keraguan diri, terutama di bagian seperti karier, penampilan, alias hubungan," ungkap Turner.

"Kecemburuan sering kali dapat menyebabkan masalah komunikasi, mengurangi kepercayaan, meningkatkan rasa dendam, dan menciptakan hubungan yang tidak seimbang. Hal ini dapat menyebabkan jarak emosional dalam persahabatan."

4. Menjauh saat kawan bahagia

Perilaku berprasangka dapat muncul ketika hal-hal baik terjadi pada orang lain. Pada dasarnya, wajar untuk merasa iri terhadap pencapaian orang lain.

Namun, ketika seseorang menjauhi temannya yang senang alias mengalami sesuatu yang positif, dia mungkin sedang merasa iri alias cemburu. Menurut Turner, seseorang yang iri dapat mengucilkan temannya, mulai dari tidak mengundang ke kegiatan sosial alias berbincang di belakang sang teman.

Selain beberapa karakter tersebut, ada beberapa perilaku alias sikap yang sering ditunjukkan ketika seseorang merasa iri, yakni:

  • Menemukan kegembiraan ketika orang lain mengalami kemunduran alias kegagalan
  • Sering mengawasi alias menilai apa yang dilakukan orang lain
  • Terus-menerus meremehkan alias meremehkan kesuksesan orang lain
  • Memberikan pujian tiruan ketika berbincang tentang orang lain
  • Menyebarkan rumor alias info tiruan tentang orang lain
  • Mencoba meniru alias bersaing dengan orang yang membikin mereka iri

Cara mengungkapkan rasa iri dengan langkah yang sehat

Rasa iri sebenarnya tidak ada bedanya dengan emosi lainnya jika diungkapkan dengan benar. Namun jika emosi iri dan berprasangka berakibat negatif pada langkah kita memperlakukan dan bereaksi terhadap orang lain, krusial untuk mempelajari langkah mengekspresikan emosi tersebut dengan sehat.

Berikut tiga tip yang dapat membantu Bunda berlatih mengekspresikan rasa iri alias berprasangka dengan langkah yang lebih sehat dan produktif:

1. Mengenali apa yang diri rasakan

Salah satu langkah pertama dalam mengatasi masalah rasa iri yang berlebihan adalah dengan mengenali apa yang kita rasakan. Kapan pun kita menyadari emosi iri alias berprasangka mulai muncul, ambil langkah mundur lampau catat situasi apa yang memicu emosi tersebut, kepada siapa Bunda merasakan emosi ini, dan kenapa kita bisa merasakan emosi ini.

2. Hargailah apa yang sudah kita miliki

Rasa iri bisa menjadi emosi yang susah dikendalikan lantaran sering kali menghalangi kita untuk menghargai apa yang sudah kita miliki. Bagaimanapun, saat kita merasa iri terhadap pencapaian alias kepemilikan orang lain, kita bisa dengan mudah melupakan pencapaian diri sendiri.

Salah satu kegiatan yang dapat membantu Bunda merasa lebih berterima kasih atas hidup adalah menulis jurnal rasa syukur. Melalui kegiatan ini, kita dapat mencatat segala perihal yang Anda syukuri setiap harinya.

3. Buat perubahan pada hidup

Terkadang rasa iri dan berprasangka adalah tanda bahwa inilah saatnya mengambil langkah selanjutnya dalam mencapai tujuan hidup sendiri. Baik itu mempelajari keahlian baru, mencari pekerjaan baru, alias pindah ke kota baru, tidak ada waktu yang lebih baik untuk melakukan perubahan selain saat kita menginginkannya.

Namun, terkadang emosi ini bisa menjadi pertanda adanya masalah emosional yang lebih dalam, dan perihal ini mungkin memerlukan pengarahan dari mahir kesehatan mental. Bila sudah terasa berat, Bunda dapat meminta support ahli ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/som)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads