Kincai Media ,JAKARTA -- Sedekah bukan sekadar ibadah sosial, tetapi ibadah yang menyimpan keistimewaan besar bagi kehidupan bumi dan akhirat. Imam Abu Laits As-Samarqandi dalam Tanbihul Ghafilin mengingatkan agar seorang Muslim tidak pernah meremehkan sedekah, baik sedikit maupun banyak, lantaran di dalamnya terkandung sepuluh kebaikan: lima kebaikan yang dirasakan di bumi dan lima kebaikan yang menjadi bekal di alambaka kelak.
Imam Abu Laits As-Samarqan berpesan agar kita senantiasa bersedekah baik sedikit maupun banyak. Karena di dalam infak itu terdapat sepuluh kebaikan, lima kebaikan di bumi dan lima kebaikan di akhirat.
Adapun lima kebaikan di dunia, pertama, membersihkan harta, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW, "Ingatlah bahwa jual beli itu selalu diliputi oleh hal-hal yang tidak baik, sumpah dan dusta, maka campurilah alias bersihkanlah dengan sedekah."
Kedua, Membersihkan badan dari dosa, sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
خُذْ مِنْ اَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيْهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْۗ اِنَّ صَلٰوتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْۗ وَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ
Khuż min amwālihim ṣadaqatan tuṭahhiruhum wa tuzakkīhim bihā wa ṣalli ‘alaihim, inna ṣalātaka sakanul lahum, wallāhu samī‘un ‘alīm(un).
Ambillah amal dari kekayaan mereka (guna) menyucikan dan membersihkan mereka, dan doakanlah mereka lantaran sesungguhnya doamu adalah ketenteraman bagi mereka. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS At-Taubah Ayat 103)
Ketiga, menolak musibah dan penyakit, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW, "Obatilah orang-orang yang sakit di antara Anda itu, dengan sedekah."
Keempat, menggembirakan orang miskin, dan pekerjaan yang paling utama adalah menggembirakan orang-orang yang beriman.
Kelima, berkah dalam kekayaan dan kelapangan rezeki, sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
قُلْ اِنَّ رَبِّيْ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَّشَاۤءُ مِنْ عِبَادِهٖ وَيَقْدِرُ لَهٗ ۗوَمَآ اَنْفَقْتُمْ مِّنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهٗ ۚوَهُوَ خَيْرُ الرّٰزِقِيْنَ
Qul inna rabbī yabsuṭur-rizqa limay yasyā'u min ‘ibādihī wa yaqdiru lah(ū), wa mā anfaqtum min syai'in fahuwa yukhlifuh(ū), wa huwa khairur-rāziqīn(a).
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkannya.” Suatu apapun yang Anda infakkan pasti Dia bakal menggantinya. Dialah sebaik-baik pemberi rezeki. (QS Saba Ayat 39)
Sedangkan lima kebaikan di akhirat, pertama, infak itu bakal menjadi pelindung baginya dari panas. Kedua, infak bakal memperingan hisab. Ketiga, infak bakal memberatkan timbangan. Keempat, infak bakal memperlancar melewati shirath (titian). Kelima, infak bakal menambah derajat di surga.
Imam Abu Laits As-Samarqan menerangkan, seandainya dalam perkara infak ini tidak ada keistimewaan lain selain angan orang-orang miskin, niscaya perihal itu sudah cukup menjadi argumen bagi orang yang berakal sehat untuk doyan bersedekah. Terlebih lagi, infak mendatangkan keridaan Allah dan membikin setan berang. Diriwayatkan pula bahwa seseorang tidak bisa bersedekah hingga dia terbebas dari belenggu 70 setan. Sedekah juga merupakan corak mengikuti jejak orang-orang saleh.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·