Dari Agent Kim Reactivated, Ini 10 Pelajaran Parenting yang Bisa Dipetik Orang Tua

Insight Bunda Masa Kini oleh Waktu baca 11 menit 510x dilihat
Dari Agent Kim Reactivated, Ini 10 Pelajaran Parenting yang Bisa Dipetik Orang Tua

Bagikan Postingan

Dari Agent Kim Reactivated, ada 10 pelajaran parenting yang bisa dipetik orang tua, mulai dari komunikasi, kemandirian, hingga langkah melindungi anak

Mommies, siapa di sini yang jika nonton drakor bukan hanya ikut tegang sama jalan ceritanya, tapi juga suka kepikiran, “Kalau saya jadi orang tuanya, bakal gimana, ya?”

Hal ini yang mungkin terjadi ketika menonton Agent Kim Reactivated. Di kembali cerita tindakan tentang mantan pemasok rahasia yang kembali bertindak setelah putrinya menghilang, drama ini sebenarnya banyak memperlihatkan dinamika yang cukup dekat dengan kehidupan orang tua dan anak. Kim Bujang (So Ji-sub) adalah seorang ayah tunggal yang berupaya membesarkan putrinya, Kim Min Ji (Seo Su-min), dengan caranya sendiri.

Kim memilih meninggalkan kehidupan lamanya sebagai pemasok rahasia dan menjalani kehidupan sederhana sebagai pegawai kantoran. Ia apalagi sengaja menyembunyikan keahlian dan masa lalunya dari Min Ji lantaran mau putrinya tumbuh dalam kehidupan yang normal. Namun, ketika Min Ji diculik, Kim terpaksa kembali menjadi sosok yang selama ini dia sembunyikan.

Menariknya, hubungan Kim dan Min Ji justru menjadi salah satu bagian yang bikin drama ini lebih dari sekadar tontonan action. Dari langkah Kim melindungi putrinya, kesalahpahaman di antara mereka, sampai gimana Min Ji menghadapi masalah sendiri, ada banyak pelajaran parenting yang bisa kita bawa ke kehidupan nyata.

Jadi, selain deg-degan memandang Kim Bujang beraksi, yuk, lihat 10 pelajaran parenting dari Agent Kim Reactivated yang mungkin bikin Mommies ikut melakukan introspeksi.

BACA JUGA: 11 Drama So Ji Sub Terbaik yang Wajib Ditonton, dari Oh My Venus hingga Agent Kim Reactivated

10 Pelajaran Parenting dari Drakor Agent Kim Reactivated

Foto: HanCinema

1. Mencintai Anak Bukan Berarti Harus Melakukan Semuanya untuk Mereka

Kim Bujang jelas sangat menyayangi Min Ji. Bahkan, ketika putrinya menghilang, dia rela mengaktifkan kembali keahlian sebagai mantan pemasok rahasia dan menghadapi beragam akibat demi menemukan sang anak. Kehadiran Kim dalam situasi tersebut menunjukkan sungguh jauhnya orang tua bisa pergi ketika anak berada dalam bahaya.

Namun, corak cinta kepada anak sebenarnya gak selalu kudu berupa “Mama alias Papa yang menyelesaikan semuanya”. Anak juga perlu punya kesempatan untuk mencoba, mengambil keputusan, menghadapi kesalahan, dan mencari jalan keluar sendiri sesuai dengan usianya.

Min Ji sendiri bukan digambarkan sebagai anak yang hanya menunggu ayahnya datang menyelamatkan. Ketika berada dalam situasi berbahaya, dia juga berupaya menggunakan keberanian dan kemampuannya sendiri untuk bertahan. Bahkan, sejak awal dia digambarkan berani menghadapi perundungan di sekolah dan gak selalu memilih tak bersuara ketika memandang sesuatu yang menurutnya salah.

Jadi, perlindungan terbaik bukan selalu membikin anak gak pernah menghadapi masalah. Kadang, perlindungan berfaedah memastikan anak punya cukup bekal untuk menghadapi masalah ketika kita gak ada di sampingnya.

2. Anak Remaja Tetap Butuh Orang Tua, Walaupun Kelihatannya Makin Mandiri

Min Ji sudah berada di usia remaja ketika cerita dimulai. Ia punya pendapat sendiri, berani mengambil sikap, dan gak selalu mengikuti apa yang menurut ayahnya benar. Buat orang tua yang punya anak remaja, dinamika seperti ini mungkin terasa familiar banget.

Anak mulai punya dunianya sendiri. Teman-temannya makin penting, aktivitasnya makin banyak, dan mungkin obrolan dengan orang tua gak lagi sepanjang ketika mereka tetap kecil.

Namun Agent Kim Reactivated mengingatkan bahwa semakin besar anak, bukan berfaedah semakin mini kebutuhan mereka terhadap orang tua. Ketika Min Ji berada dalam bahaya, hubungan dengan ayahnya tetap menjadi bagian krusial dalam perjalanan cerita. Kim juga terus berupaya memastikan putrinya aman, apalagi ketika hubungan mereka sebelumnya gak selalu melangkah mulus.

Jadi, mungkin Mommies gak perlu memaksa anak remaja untuk selalu cerita semua hal.

Yang lebih penting, pastikan mereka tahu bahwa ketika suatu hari memerlukan bantuan, Mommies tetap menjadi salah satu orang yang bisa mereka datangi.

3. Jangan Menunggu Masalah Besar Baru Membuka Komunikasi

Ini salah satu bagian yang cukup menarik dari hubungan Kim Bujang dan Min Ji.

Kim sebenarnya sangat menyayangi putrinya, tetapi dia menyimpan banyak perihal tentang masa lalunya. Ia memilih menjalani kehidupan sebagai ayah biasa dan menyembunyikan identitasnya sebagai mantan pemasok elite demi menjaga kehidupan Min Ji tetap normal.

Masalahnya, ketika orang tua menyimpan terlalu banyak perihal tanpa memberikan penjelasan yang bisa dipahami anak, anak bisa membangun kesimpulannya sendiri. Min Ji apalagi sempat memandang ayahnya sebagai sosok yang penakut dan terlalu mudah mengalah lantaran Kim selalu menghindari bentrok di hadapannya.

Padahal, Mommies tahu kan, bahwa realita di kembali sikap Kim sebenarnya jauh berbeda?

Nah, di kehidupan nyata mungkin kita gak punya identitas rahasia sebagai pemasok elite. Namun, kita bisa saja tanpa sadar melakukan perihal serupa ketika terlalu sering berkata, “Gak usah tahu, ini urusan orang dewasa.”

Tentu ada hal-hal yang memang belum perlu diketahui anak. Namun, ketika anak sudah cukup besar, komunikasi yang terbuka dan sesuai usia bisa membantu mereka memahami argumen di kembali keputusan orang tua.

4. Anak Lebih Butuh Orang Tua yang Jujur daripada Citra Orang Tua yang Sempurna

Selama bertahun-tahun, Min Ji mengenal ayahnya sebagai Kim Bujang yang sederhana, pendiam, apalagi condong menghindari konflik. Ia gak tahu bahwa di kembali sosok tersebut ada mantan pemasok dengan keahlian yang sangat berbeda.

Ketika identitas original Kim akhirnya terungkap, hubungan ayah dan anak justru mengalami perubahan. Min Ji mulai memandang sisi lain dari ayahnya, termasuk kekuatan dan ketangguhan yang selama ini gak dia ketahui.

Dari sini, kita bisa memandang satu hal: anak gak selalu memerlukan orang tua yang terlihat sempurna.

Mommies juga gak kudu selalu terlihat tahu semua jawaban. Gak apa-apa kok jika sesekali bilang, “Mama juga belum tahu,” alias apalagi mengakui, “Tadi Mama salah.”

Justru ketika anak memandang orang tua berani jujur dan mengakui kekurangan, mereka bisa belajar bahwa menjadi manusia memang gak berfaedah kudu selalu benar.

5. Melindungi Anak Bukan Berarti Membuat Mereka Takut Menghadapi Dunia

Kim punya argumen kuat untuk mau melindungi Min Ji. Ia tahu bumi yang pernah dia jalani sangat rawan dan tentu gak mau putrinya ikut terseret ke dalamnya.

Namun cerita Min Ji juga memperlihatkan bahwa seorang anak tetap perlu mempunyai keberanian dan keahlian untuk menghadapi situasi sulit. Ketika berhadapan dengan perundungan maupun ketika berada dalam situasi penyekapan, Min Ji gak digambarkan sebagai sosok yang sepenuhnya pasif. Ia tetap berupaya melawan dan mencari jalan keluar.

Ini menjadi pengingat buat Mommies bahwa salah satu tujuan parenting bukan membikin anak selalu merasa kondusif lantaran kita ada.

Tujuannya adalah membantu anak punya keahlian untuk menjaga dirinya sendiri ketika suatu hari kita gak bisa berada di samping mereka.

Jadi, daripada selalu berkata, “Udah, Mama aja yang urus,” mungkin sesekali kita bisa bertanya, “Kalau Anda yang menghadapi ini, menurut Anda apa yang bisa dilakukan?”

Foto: HanCinema

6. Dengarkan Anak, Bukan Hanya Apa yang Kita Inginkan dari Mereka

Min Ji bukan jenis anak yang selalu mengikuti kemauan ayahnya. Ia punya pendapat sendiri dan berani menunjukkan ketika gak setuju dengan sesuatu.

Dalam hubungan orang tua dan anak, perbedaan pendapat seperti ini sebenarnya gak selalu berfaedah anak kurang ajar alias gak menghormati orang tua. Bisa jadi, itu justru bagian dari proses mereka belajar menjadi perseorangan yang punya bunyi sendiri.

Mommies mungkin pernah mengalami fase ketika anak mulai sering menjawab, “Kenapa memang?” alias “Tapi menurut aku…”

Daripada setiap perbedaan pendapat langsung dianggap sebagai pembangkangan, coba dengarkan dulu. Kita tetap bisa memberikan batasan, tetapi anak juga perlu tahu bahwa pendapatnya boleh disampaikan.

Karena jika di rumah saja anak merasa gak punya ruang untuk bicara, ke mana mereka bakal pergi ketika suatu hari punya masalah yang jauh lebih besar?

BACA JUGA: Perjalanan Karier So Ji Sub Selama 20 Tahun: dari Master’s Sun ke Agent Kim Reactivated

7. Jangan Sampai Niat Melindungi Justru Membuat Anak Gak Mengenal Kita

Ini salah satu kelemahan Kim Bujang yang cukup terasa sepanjang cerita.

Ia memang menyembunyikan identitasnya demi melindungi Min Ji. Namun, keputusan tersebut juga membikin anaknya mengenal jenis dirinya yang gak sepenuhnya utuh. Kim menjalani hidup dengan menekan banyak bagian dari dirinya sendiri dan memilih untuk gak menjelaskan alasannya kepada Min Ji.

Dalam kehidupan sehari-hari, bentuknya tentu bisa berbeda. Misalnya, orang tua terlalu sibuk terlihat kuat di depan anak sampai anak gak pernah tahu jika Mama sebenarnya sedang capek. Atau orang tua selalu berbicara “Mama gak apa-apa” sampai anak merasa gak perlu bertanya lagi.

Padahal, hubungan yang dekat gak selalu dibangun dari orang tua yang selalu terlihat kuat.

Sesekali anak juga perlu memandang bahwa Mama bisa capek, bisa sedih, bisa salah, dan tetap bisa bangkit lagi.

8. Jangan Menilai Anak Hanya dari Satu Kesalahan alias Satu Kejadian

Di awal cerita, Min Ji terlibat dalam bentrok dengan perundung di sekolah. Kim Bujang kemudian meminta maaf kepada kepala sekolah atas nama putrinya, sementara Min Ji merasa dirinya gak melakukan sesuatu yang perlu disesali.

Situasi seperti ini menarik lantaran memperlihatkan sungguh mudahnya orang tua dan anak memandang kejadian yang sama dari perspektif pandang berbeda.

Sebagai orang tua, kita mungkin langsung konsentrasi pada tindakan anak: “Kenapa Anda berantem?” alias “Kenapa Anda bikin masalah?”

Padahal, sebelum memberikan penilaian, kita juga perlu tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Mendengarkan cerita anak bukan berfaedah otomatis membenarkan semua tindakannya. Kita tetap bisa mengatakan bahwa tindakan tertentu salah, tetapi berikan anak kesempatan untuk menjelaskan argumen dan situasi yang melatarbelakanginya.

Karena mengoreksi perilaku anak berbeda dengan membikin anak merasa dirinya adalah masalah.

9. Ajarkan Anak Bertanggung Jawab, Bukan Sekadar Takut pada Hukuman

Salah satu perbedaan yang menarik dalam Agent Kim Reactivated terlihat dari langkah Kim Bujang dan Joo Gang Chan memperlakukan anak mereka. Keduanya sama-sama mengaku menyayangi putri masing-masing, tetapi corak perlindungannya sangat berbeda. Kim berupaya menanamkan nilai dan kemandirian pada Min Ji, sementara Joo Gang Chan condong menggunakan kekuasaan dan pengaruhnya untuk melindungi Hye Ri, termasuk ketika perilaku anaknya bermasalah.

Dari sini, kita bisa memandang bahwa mencintai anak bukan berfaedah selalu memihak mereka, apalagi ketika mereka melakukan sesuatu yang salah.

Anak perlu belajar bahwa setiap tindakan mempunyai konsekuensi. Kalau anak melakukan kesalahan, tugas kita bukan selalu menghilangkan konsekuensinya agar mereka gak merasa gak nyaman.

Justru, selama situasinya kondusif dan sesuai usia, biarkan mereka belajar memperbaiki kesalahan.

Karena anak yang terbiasa selalu “diselamatkan” dari akibat mungkin bakal kesulitan memahami tanggung jawab ketika mereka dewasa.

10. Pada Akhirnya, Anak Butuh Orang Tua yang Hadir

Setelah Min Ji menghilang, Kim bisa saja tetap menjalani hidup sebagai pegawai kantoran biasa. Tetapi dia memilih mencari putrinya dan kembali menghadapi bumi yang selama ini dia tinggalkan.

Perjalanannya bukan hanya tentang menyelamatkan Min Ji dari bahaya. Ada hubungan ayah dan anak yang perlahan mengalami perubahan sepanjang proses tersebut. Setelah melewati beragam kejadian, komunikasi Kim dan Min Ji juga digambarkan menjadi lebih hangat.

Dan mungkin ini pelajaran parenting yang paling sederhana sekaligus paling susah dilakukan.

Hadir.

Bukan berfaedah Mommies kudu selalu punya waktu 24 jam untuk anak. Bukan juga berfaedah kita kudu selalu tahu jawaban ketika anak punya masalah.

Tetapi ketika anak memerlukan kita, sebisa mungkin jangan membikin mereka merasa sedang menghadapi semuanya sendirian.

Karena pada akhirnya, anak mungkin gak bakal mengingat semua nasihat yang pernah kita berikan. Namun mereka bisa mengingat gimana rasanya ketika sedang takut, bingung, alias kandas dan orang tuanya tetap ada di sana.

Dari Agent Kim Reactivated, Kita Diingatkan Lagi: Parenting Bukan Soal Menjadi Orang Tua Sempurna

Foto: HanCinema

Agent Kim Reactivated memang dikemas sebagai drama action-thriller dengan kisah penculikan dan bumi pemasok rahasia. Namun, di kembali semua segmen menegangkan tersebut, hubungan Kim Bujang dan Min Ji justru memberikan banyak ruang untuk memandang kembali gimana kita menjalani hubungan dengan anak.

Kim Bujang bukan ayah yang sempurna. Ia sangat menyayangi anaknya, tetapi juga melakukan kesalahan. Kim Bujang mau melindungi Min Ji, tetapi caranya menyimpan rahasia justru sempat menciptakan jarak. Dia berupaya menjadi ayah yang kuat, tetapi pada akhirnya kudu belajar bahwa hubungan dengan anak juga memerlukan keterbukaan dan kepercayaan.

Mungkin itu yang membikin kisah mereka terasa cukup dekat dengan kehidupan Mommies.

Kita juga mungkin pernah terlalu protektif. Pernah salah mengambil keputusan. Pernah merasa lebih tahu apa yang terbaik untuk anak. Atau pernah terlalu sibuk menyelesaikan masalah sampai lupa bertanya, “Sebenarnya anakku butuh apa?”

Dan gak apa-apa.

Karena parenting memang bukan tentang menjadi orang tua yang gak pernah salah. Yang lebih krusial adalah mau belajar, mau mendengarkan, dan mau memperbaiki hubungan ketika kita menyadari ada yang kurang tepat.

Pada akhirnya, anak bakal tumbuh dan punya kehidupan mereka sendiri. Tugas kita bukan membikin mereka selalu berjuntai pada Mommies dan Daddies, tetapi membekali mereka agar cukup kuat menghadapi bumi sembari tetap tahu bahwa ada rumah yang bisa mereka datangi ketika bumi terasa terlalu berat.

Kalau dipikir-pikir, mungkin itu juga corak “misi” terbesar kita sebagai orang tua. Bukan menyelamatkan anak dari semua masalah, tetapi membantu mereka tumbuh menjadi manusia yang bisa menghadapi masalahnya sendiri.

BACA JUGA: Kisah Cinta So Ji Sub dengan Sang Istri, Sebut Pernikahannya 1000% Bahagia

Cover: HanCinema

Artikel Lainnya Insight Bunda Masa Kini
Close Right Ads
Close Left Ads