Kehamilan yang tampak lancar tak selalu mudah dijalani; banyak selebritas pun merasakan sisi menantangnya. Salah satunya adalah aktris India Deepika Padukone yang baru-baru ini berbagi pengalaman saat memasuki trimester ketiga kehamilan.
Trimester ketiga menandai babak akhir kehamilan dan sering membawa perubahan fisik yang signifikan. Perut yang semakin besar bisa mengganggu kenyamanan, membatasi gerak, dan memengaruhi rutinitas sehari-hari para ibu hamil.
Pengalaman seperti ini umum dirasakan banyak ibu hamil, termasuk Deepika yang kini menjalani masa kehamilan menjelang persalinan.
Deepika mengunggah video lucu di Instagram tentang perjuangan ibu hamil ke kamar mandi di malam hari. Dalam keterangan unggahannya ia menulis, "Angin di malam hari untuk menggunakan bilik mandi di trimester ketiga." Caption sederhana itu disertai emoji senyum terbalik, yang menegaskan betapa akrabnya situasi tersebut bagi banyak wanita.
Deepika Padukone ungkap tantangan jalani kehamilan trimester 3
Unggahan tersebut mendapat respons hangat dari penggemar yang menyampaikan dukungan dan kegembiraan menjelang persalinan. Selain berbagi momen lucu, Deepika juga secara tidak langsung mengonfirmasi kabar kehamilannya dan menyebut bahwa ia tengah menantikan kelahiran anak keduanya.
Dengan keterbukaan seperti ini, Deepika membantu menyoroti aspek keseharian kehamilan yang sering luput dari pemberitaan glamor selebriti, sehingga banyak ibu merasa tersentuh dan lebih mudah mengidentifikasi pengalaman serupa.
Memang, seiring berkembangnya usia kehamilan, keinginan untuk buang air kecil di malam hari kerap menjadi rutinitas bagi banyak ibu hamil karena perubahan fisik yang berlangsung.
Mengapa ibu mengandung sering buang air mini saat mengandung besar di trimester ketiga?
Keinginan untuk buang air kecil, terutama pada malam hari, adalah keluhan umum di trimester ketiga. Bahkan, hampir 95 persen ibu hamil melaporkan frekuensi buang air kecil yang meningkat. Meski mengganggu tidur, kondisi ini merupakan respons tubuh yang normal selama kehamilan.
Perubahan hormon ditambah tekanan dari rahim yang membesar terhadap kandung kemih menjelaskan mengapa frekuensi buang air kecil meningkat, terutama saat malam hari.
Mengutip dari laman Whattoexpect, pada usia kehamilan sekitar 34 minggu bayi bertumbuh pesat dan volume cairan ketuban berada di puncaknya, sehingga gerakan bayi dan tekanan pada kandung kemih bisa makin sering memicu keinginan buang air kecil.
Tekanan tambahan dari rahim yang membesar menjadi penyebab utama yang membuat ibu terbangun di malam hari untuk ke kamar mandi.
Tips untuk membatasi gelombang ke bilik mandi sembari tetap terhidrasi
Sering terbangun untuk ke kamar mandi tentu mengganggu kualitas tidur. Menahan buang air kecil tidak dianjurkan, sehingga ada beberapa strategi aman yang bisa dicoba untuk mengurangi frekuensi malam hari tanpa mengorbankan hidrasi. Berikut tips yang dirangkum dari Baby Center:
1. Hindari minuman kafein dan soda
Kurangi konsumsi kopi, teh berkafein, dan minuman bersoda karena bersifat diuretik yang bisa meningkatkan produksi urine dan frekuensi buang air kecil.
2. Kosongkan kandung kemih
Ketika buang air kecil, condongkan tubuh sedikit ke depan agar kandung kemih dapat dikosongkan lebih sempurna.
3. Jangan menahan buang air kecil
Segera ke kamar mandi saat terasa ingin buang air kecil; menahan terlalu sering dapat melemahkan otot dasar panggul dalam jangka panjang.
4. Kurangi minum sebelum tidur
Minum cukup pada siang hari tetapi kurangi asupan beberapa jam sebelum tidur untuk membantu mengurangi kebutuhan buang air kecil di malam hari tanpa menyebabkan dehidrasi.
Kapan Bunda perlu berkonsultasi ke dokter?
Sering buang air kecil pada kehamilan umumnya normal, namun mengurangi total asupan cairan bukan solusi karena penting bagi ibu untuk tetap terhidrasi. Institute of Medicine merekomendasikan sekitar 10 gelas air per hari bagi ibu hamil, dan urine yang sehat tampak kuning pucat hingga jernih.
Meski normal, segera konsultasikan ke tenaga medis jika muncul gejala berikut untuk penanganan yang tepat:
1. Nyeri atau rasa terbakar saat buang air kecil
2. Air kencing bercampur darah
3. Nyeri perut bagian bawah atau ketidaknyamanan panggul
4. Sakit punggung
5. Terasa ingin buang air kecil meski baru saja buang air kecil
6. Demam
7. Air kencing keruh atau berbau tidak sedap
8. Mual
Jika Bunda merasakan salah satu gejala di atas, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Semoga informasi ini membantu.