Pembohong. Ilustrasi
Kincai Media ,MAKKAH -- Rasulullah SAW menyampaikan bahwa tidak bakal memberi kedudukan kepada orang yang meminta kedudukan dan rakus. Nabi Muhammad SAW juga menyampaikan bahwa pemimpin yang menipu rakyatnya bakal diharamkan masuk surga.
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَمُحَمَّدُ بْنُ الْعَلَاءِ قَالَا حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ عَنْ بُرَيْدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ أَبِي بُرْدَةَ عَنْ أَبِي مُوسَى قَالَ دَخَلْتُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَا وَرَجُلَانِ مِنْ بَنِي عَمِّي فَقَالَ أَحَدُ الرَّجُلَيْنِ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَمِّرْنَا عَلَى بَعْضِ مَا وَلَّاكَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ وَقَالَ الْآخَرُ مِثْلَ ذَلِكَ فَقَالَ إِنَّا وَاللَّهِ لَا نُوَلِّي عَلَى هَذَا الْعَمَلِ أَحَدًا سَأَلَهُ وَلَا أَحَدًا حَرَصَ عَلَيْهِ
Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abi Syaibah dan Muhammad bin Ala' dia berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Usamah dari Buraid bin Abdullah dari Abu Burdah dari Abu Musa dia berkata, "Saya dan dua orang anak pamanku menemui Nabi Muhammad SAW, salah seorang dari keduanya lampau berkata, 'Wahai Rasulullah, angkatlah kami sebagai pemimpin atas sebagian daerah yang telah diberikan Allah Azza Wa Jalla kepadamu', dan seorang lagi mengucapkan perkataan serupa."
Maka Nabi Muhammad SAW bersabda, "Demi Allah, sesungguhnya kami tidak bakal memberikan kedudukan bagi orang yang meminta dan yang rakus terhadapnya." (HR Muslim)
Di dalam hadist lainnya dijelaskan bahwa surga haram bagi pemimpin yang menipu rakyatnya.
حَدَّثَنَا شَيْبَانُ بْنُ فَرُّوخَ حَدَّثَنَا أَبُو الْأَشْهَبِ عَنْ الْحَسَنِ قَالَ عَادَ عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ زِيَادٍ مَعْقِلَ بْنَ يَسَارٍ الْمُزنِيَّ فِي مَرَضِهِ الَّذِي مَاتَ فِيهِ قَالَ مَعْقِلٌ إِنِّي مُحَدِّثُكَ حَدِيثًا سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَوْ عَلِمْتُ أَنَّ لِي حَيَاةً مَا حَدَّثْتُكَ إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَا مِنْ عَبْدٍ يَسْتَرْعِيهِ اللَّهُ رَعِيَّةً يَمُوتُ يَوْمَ يَمُوتُ وَهُوَ غَاشٌّ لِرَعِيَّتِهِ إِلَّا حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ
Ma'qil bin Yasar al-Muzani berkata, "Sungguh, saya mau menceritakan kepadamu sebuah hadits yang saya pernah mendengarnya dari Rasulullah SAW, sekiranya saya mengetahui bahwa saya (masih) mempunyai kehidupan, niscaya saya tidak bakal menceritakannya. Sesungguhnya saya mendengar Rasulullah SAW bersabda; Barangsiapa diberi beban oleh Allah untuk memimpin rakyatnya lampau meninggal dalam keadaan menipu rakyat, niscaya Allah mengharamkan surga atasnya." (HR Muslim)
Dalam kepercayaan Islam, kekuasaan yang dipegang pemimpin dianggap sebagai amanah yang kudu dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Oleh lantaran itu, kekuasaan tidak boleh diperpanjang dengan langkah yang tidak sah alias tidak jujur, seperti manipulasi alias penguasa yang tidak melepaskan kekuasaan meskipun sudah tidak layak lagi untuk memegangnya.
Sebagaimana hadist di atas, Nabi Muhammad SAW enggan memberi kedudukan kepada orang yang meminta kedudukan dan rakus. Nabi Muhammad SAW juga mengatakan pemimpin alias penguasa yang menipu rakyatnya, Allah SWT haramkan surga untuknya.
sumber : Dok Republika
English (US) ·
Indonesian (ID) ·