Empat Ciri Calon Penghuni Neraka

Dec 08, 2025 05:46 AM - 5 bulan yang lalu 164228

Kincai Media ,JAKARTA -- Umat Islam meyakini, tetap terdapat alam kubur dan akhirat. Di sana, manusia berjumpa dengan Tuhannya. Karena itu, dia selalu berkomunikasi dengan Allah SWT, melalui ibadah dan angan setiap hari dan waktu agar perjumpaan itu terlaksana secara sukses dan menyenangkan. 

Adapun bagi orang yang tidak beriman, bumi seolah menjadi titik henti terakhir. Karena itu, seluruh hidupnya dipertaruhkan dan dicurahkan hanya untuk mencari kepuasan alias ketenaran diri. Inilah yang Allah SWT gambarkan dalam Alquran. 

إِنَّ الَّذِينَ لَا يَرْجُونَ لِقَاءَنَا وَرَضُوا بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاطْمَأَنُّوا بِهَا وَالَّذِينَ هُمْ عَننْ آيَاتِنَا غَافِلُونَ

“Orang-orang yang tidak mengharapkan adanya perjumpaan dengan Kami, lampau merasa puas dengan kehidupan dunia, merasa tenteram dengannya, serta orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami, tempat mereka adalah neraka sesuai dengan apa yang mereka lakukan.” (QS Yunus [10]: 7).

Menurut Wahbah Zuhayli dalam tafsir al-Munir, ayat di atas memberikan gambaran tentang empat karakter calon penunggu neraka. 

Pertama, tidak meyakini adanya pertemuan dengan Allah SWT. Mereka tidak takut kepada hukuman-Nya, peringatan-Nya, ancaman-Nya, serta sama sekali tidak mengharapkan pahala dari-Nya.  

Kedua, puas dengan kehidupan dunia. Ini adalah akibat logis dari sikap pertama. Ketika seseorang tidak percaya bakal berjumpa dengan Allah SWT, dia tidak bakal menyiapkan apa pun untuk pertemuannya kelak dengan Allah SWt. 

Seluruh capaiannya hanya berorientasi kepada bumi yang pendek. Ukuran kelapangan, kesenangan, dan kegembiraan bertumpu pada bumi dan keduniaan semata.

Berbagai upaya untuk mencapainya dilakukan meski dengan menghalalkan segala cara, mempertaruhkan reputasi, menanggalkan nilai diri, menyerang kawan sendiri, apalagi kudu mengorbankan kepercayaan sekali pun. 

Ketiga, merasa tenteram dan nyaman dengan dunia. Ini dirasakan ketika kesenangan dan kenikmatan bumi entah berupa harta, wanita, kedudukan, dan kedudukan sukses dicapai. 

Keempat, lalai terhadap ayat-ayat-Nya. Yakni, merasa kondusif dari siksa dan ancaman Allah SWT di bumi ataupun akhirat. Dengan kata lain, sama sekali tidak merasa krusial mengambil pelajaran dan tidak merenungkannya. 

Manakala empat karakter tersebut terdapat dalam diri manusia, sia bakal jauh dari jalan kesempurnaan, dan tidak bakal pernah mencapai kebahagiaan. Sebab, kesempurnaan dan kebahagiaan terletak pada keahlian manusia menata hidup secara betul dengan menjadikan alambaka sebagai tujuan.      

sumber : Dok Republika

Selengkapnya