Kincai Media, Jakarta - Ketika di masjid, mungkin sebagian dari kita pernah memandang ada orang yang jalan melintas di depan orang yang sedang sholat. Padahal, perihal ini dilarang dalam Islam.
Syekh Muhammad Shiddiq al Minsyawi dalam bukunya yang berjudul Rajin Shalat tapi Masih Keliru mengatakan, perihal ini adalah kesalahan yang tersebar luas.
Padahal, Nabi Muhammad sangat memerhatikan perihal ini dan bersabda:
لَوْ يَعْلَمُ اَلْمَارُّ بَيْنَ يَدَيِ اَلْمُصَلِّي مَاذَا عَلَيْهِ مِنْ اَلْإِثْمِ لَكَانَ أَنْ يَقِفَ أَرْبَعِينَ خَيْرًا لَهُ مِنْ أَنْ يَمُرَّ بَيْنَ يَدَيْهِ
“Seandainya orang yang lewat di depan orang yang shalat itu mengetahui dosa yang bakal dipikulnya, maka dia lebih baik berdiri empat puluh daripada kudu lewat di depan orang yang sedang shalat.” (Muttafaqun ‘alaih)
Abu An Nadhr berkata, "Aku tidak tahu apakah Nabi SAW berbicara empat puluh hari, alias bulan, alias tahun."
Nabi juga menjelaskan bahwa lewat di depan orang sholat sama sekali tidak boleh. Beliau bersabda:
إذا صلَّى أحدُكُم إلى شيءٍ يستُرُهُ من الناسِ،فأرادَ أحَدٌ أنْ يَجتازَ بين يديْهِ، فليدفَعْهُ، فإنْ أبى فَليُقاتِلهُ، فإنما هو شيطانٌ
“Jika salah seorang dari kalian shalat menghadap sesuatu yang dia jadikan sutrah terhadap orang lain, kemudian ada seseorang yang mencoba lewat di antara dia dengan sutrah, maka cegahlah. jika dia enggan dicegah maka tolaklah dia dengan keras, lantaran sesungguhnya dia adalah setan” (HR Bukhari dan Muslim).
Syekh Shiddiq mengatakan, dua hadits tersebut menerangkan kepada kita bakal ancaman dari lewat (berjalan) di depan orang yang sedang sholat.