Kincai Media , JAKARTA -- Islam mengajarkan, kehidupan di bumi hanyalah sementara. Karena itu, jadikanlah bumi yang fana ini sebagai ladang berbekal. Sebaik-baiknya bekal bagi setiap insan adalah ketaatan dan ketakwaannya kepada Allah SWT.
Ibadah tidak hanya berangkaian dengan aspek kuantitas, tetapi juga kualitas. Oleh lantaran itu, kaum Muslimin hendaknya menghindari penggugur nilai perbuatan baik. Nabi Muhammad SAW mengungkapkan, sekurang-kurangnya ada tujuh dosa yang bisa menghancurkan kadar kebaikan ibadah seorang Mukmin.
Berbuat syirik
Dari Abi Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, “Jauhilah tujuh dosa penghancur (amal).” Para sahabat bertanya, “Apakah yang tujuh itu?” Beliau menjawab, “Menyekutukan Allah, sihir, membunuh jiwa yang Allah larang selain dengan kewenangan (hukum), menyantap riba, menyantap kekayaan anak yatim (dengan jalan yang tidak benar), melarikan diri saat pertempuran (jihad), serta menuduh (zina) wanita Mukminah yang memelihara kehormatannya” (HR Bukhari).
Berdasarkan sabda di atas, penggugur-amal yang paling patut diwaspadai adalah syirik alias mempersekutukan Allah Ta’ala dengan selain-Nya. Para ustadz membagi syirik kepada dua jenis. Pertama, syirik besar, ialah meyakini adanya Tuhan selain Allah alias mempercayai adanya unsur yang sebanding dengan-Nya. Kedua, syirik mini alias riya. Pelakunya sengaja memperbagus kebaikan ibadah agar dilihat dan dipuji manusia. Nabi SAW bersabda, “Sesuatu yang saya khawatirkan menimpa kalian adalah syirik kecil.”
Sihir
Belajar, mengajarkan, dan mempraktikkan sihir juga termasuk penggugur nilai kebaikan kebajikan. Mereka yang mengandalkan sihir digolongkan sebagai orang-orang musyrik. “Barang siapa membuhul tali dan meniupnya, berfaedah dia telah melakukan sihir. Barangsiapa yang melakukan sihir, berfaedah dia telah syirik,” begitu sabda Nabi Muhammad SAW.
Secara kebahasaan, sihir dalam bahasa Arab berakar dari kata as-sihr, yang berfaedah ‘tipu daya.’ Beberapa praktik pengetahuan sihir bisa mengubah emosi seseorang terhadap orang lain. Awalnya sayang, tetapi tiba-tiba keduanya saling membenci. Sebaliknya, melalui jasa penyihir seseorang dapat meminta agar orang tertentu jatuh cinta kepadanya.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·