Hujan Abu Dampak Letusan Karakatau Meluas hingga Jakarta-Bogor

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 2 menit 522x dilihat
Hujan Abu Dampak Letusan Karakatau Meluas hingga Jakarta-Bogor

Bagikan Postingan

Hujan abu nampak menyelimuti sejumlah daerah di Tangerang, Jakarta, hingga ke Bogor Bunda. Ini merupakan akibat erupsi Gunung Api Anak Krakatau yang terjadi sejak Jumat (4/9/2026) malam terus meluas.

Dikutip dari CNBC Indonesia, tiga airport kudu ditutup sementara akibat kondisi tersebut. Tak hanya berakibat pada penerbangan, abu vulkanik dari erupsi Gunung Api Anak Krakatau juga mulai dirasakan penduduk di sejumlah daerah di Jakarta dan sekitarnya.

Sejumlah netizen melaporkan daerah tempat tinggal mereka mulai diselimuti abu vulkanik. Salah satunya penduduk Tangerang yang mengaku menemukan abu vulkanik di anjungan rumahnya. Bahkan hingga Minggu pagi meluas ke daerah Jakarta hingga Bogor, Jawa Barat.


"Debunya sudah sampai Bogor, tadi nyapu teras udah tebel aja debunya. Jemur baju kayaknya sementara di dalam rumah dlu kali ya, berasa banget tadi naik motor keluar matanya kayak kelilipan debu," tulis Zuhrotul Aini penduduk Bogor pada Minggu (6/9/2026).

Kondisi ini membikin masyarakat di daerah terdampak perlu lebih waspada, terutama terhadap paparan abu vulkanik yang dapat mengganggu kesehatan pernapasan. Hal yang sama dirasakan Ani penduduk Jagakarsa, Jakarta Selatan, yang ikut menyebarkan imbauan antisipasi abu vulkanik dari petugas RT setempat. Ia juga menyarankan agar penduduk mengenakan masker untuk kegiatan di luar rumah.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul sebaran abu vulkanik akibat kegiatan erupsi Anak Gunung Krakatau.

Masyarakat yang berada di daerah terdampak diminta melindungi diri dari paparan abu vulkanik. Pasalnya, abu yang berasal dari erupsi gunung api dapat menimbulkan sejumlah akibat bagi kesehatan maupun lingkungan.

Bunda, sebagai langkah antisipasi berikutnya berikut beberapa informasi dari BPBD Banten, mengenai akibat yang perlu diwaspadai:

1. Gangguan pernapasan

Partikel abu vulkanik yang sangat lembut dapat terhirup dan masuk ke saluran pernapasan. Paparan abu dapat menyebabkan batuk, sesak napas, hingga iritasi pada paru-paru.

2. Iritasi mata

Abu vulkanik yang mengenai mata dapat menyebabkan mata merah, perih, berair, dan terasa gatal.

3. Iritasi kulit

Kontak langsung dengan abu vulkanik juga dapat membikin kulit menjadi kering, gatal, alias mengalami iritasi.

4. Mencemari sumber air

Abu vulkanik yang masuk ke sumber air dapat membikin air menjadi keruh dan berisiko tidak layak untuk dikonsumsi.

5. Merusak fasilitas

Abu vulkanik juga berpotensi mengganggu alias merusak sejumlah fasilitas, seperti mesin kendaraan, peralatan elektronik, hingga genting rumah. Kondisi ini juga dapat menghalang kegiatan masyarakat sehari-hari.

LANJUTKAN BACA KLIK DI SINI!

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads