Ibnu Abbas dan Perbandingan Ilmunya dengan Ali ibn Abu Thalib

Intisari Islam oleh Waktu baca 2 menit 18254x dilihat
Ibnu Abbas dan Perbandingan Ilmunya dengan Ali ibn Abu Thalib

Bagikan Postingan

Meski dikenal sebagai ustadz besar di kalangan sahabat Nabi Muhammad SAW, Abdullah ibn Abbas selalu menunjukkan sikap rendah hati terhadap ilmunya; ketika ada yang menanyakan posisi pengetahuannya dibanding Ali ibn Abu Thalib, jawabannya menjadi teladan.

Abdullah ibn Abbas adalah sahabat Nabi yang berasal dari suku Quraisy, keturunan Bani Hasyim. Ayahnya berjulukan al-Abbas ibn Abdul Muthalib ibn Hasyim ibn Abdu Manaf. Ibunya berjulukan Lubabah al-Kubra bint al-Harits ibn Hazn al-Hilaliyah. Al-Abbas adalah om Rasulullah SAW dan kakak sepupu Khalid ibn al-Walid.

Ibnu Abbas dijuluki Habrul Ummah wa Tarjuman Alquran, tinta umat dan translator Alquran. Ia juga mendapat gelar al-Bahru (Sang Lautan) karena keluasan ilmunya.

Suatu hari, Ibnu Abbas pernah ditanya, “Hai Ibnu Abbas, di manakah posisi keilmuanmu dibanding pengetahuan anak pamanmu (maksudnya Ali ibn Abu Thalib)?”

Ibnu Abbas menjawab, “(Ilmuku dibanding pengetahuan Ali) ibaratkan tetes air hujan yang jatuh ke samudra.”

Ucapannya itu mencerminkan kesadaran atas batas kemampuan pribadi sekaligus penghormatan terhadap keunggulan Ali ibn Abu Thalib; pernyataan singkat itu menegaskan perbedaan kedalaman ilmu dan menampilkan sifat tawadhu yang patut diteladani.

Umar ibn al-Khattab sendiri mengagumi keluasan pengetahuan Ibnu Abbas. Bahkan, Umar menjuluki Ibnu Abbas sebagai pemuda-sepuh (Fata al-Kuhl) dan kerap meminta pandangannya ketika menghadapi persoalan.

Jika Ibnu Abbas sedang membaca Alquran dan ia menemukan pemahaman yang belum diketahui orang lain, ia akan berkata, “Aku membaca salah satu ayat dari Kitab Allah. Aku mau semua orang mengerti sebagaimana saya memahaminya.”

Artikel Lainnya Intisari Islam
↑
Close Right Ads
Close Left Ads