Ini Beda Syahid Dunia Dan Akhirat

Dec 03, 2025 08:30 PM - 5 bulan yang lalu 169578

Umat muslim berkunjung di bukit Ar Ruhmah sekitar Jabal Uhud, Madinah, Arab Saudi. Jabal Uhud merupakan saksi bisu perang antara pasukan Islam yang dipimpin oleh Nabi SAW melawan kaum kafir Quraisy. Dalam perang tersebut 70 orang sahabat gugur sebagai syuhada.

Kincai Media , JAKARTA -- Wajarlah jika setiap Mukmin mengidam-idamkan kematian syahid. Memang, kapan waktu ajal dan di mana nyawa diambil, itu merupakan rahasia Allah. Namun, sah-sah saja alias apalagi dianjurkan bahwa orang Islam menginginkan akhir yang baik (husnul khatimah).

وَمَا تَدۡرِىۡ نَفۡسٌ مَّاذَا تَكۡسِبُ غَدًا‌ ؕ وَّمَا تَدۡرِىۡ نَـفۡسٌۢ بِاَىِّ اَرۡضٍ تَمُوۡتُ ‌ؕ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيۡمٌ خَبِيۡرٌ

"Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang bakal dikerjakannya besok. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia bakal mati. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Mengenal" (QS Luqman: 34).

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Orang yang mati syahid di sisi Allah mempunyai enam keutamaan, (yakni) dosanya bakal diampuni sejak awal kematiannya; diperlihatkan tempat duduknya di surga; dijaga dari siksa kubur; diberi keamanan dari ketakutan yang besar saat dibangkitkan dari kubur; diberi mahkota kemuliaan—yang satu permata darinya lebih baik daripada bumi seisinya; (serta) dinikahkan dengan 72 bidadari dan diberi kewenangan untuk memberikan syafaat kepada 70 orang dari keluarganya” (HR at-Tirmidzi).

Ada tiga macam kematian syahid. Apa sajakah itu?

Syahid dunia-akhirat

Menurut Syekh Sayyid Hasan bin Ahmad al-Kaff dalam kitab At-Taqriratus Sadiidah, terdapat tiga macam orang meninggal syahid apabila ditinjau dari segi pengurusan jenazahnya. Pertama, lanjut ustadz asal Yaman itu, adalah syuhada di bumi dan akhirat. Termasuk dalam golongan ini, orang Islam yang gugur di medan pertempuran dengan niat menegakkan kepercayaan Allah dan melawan kaum musyrikin yang agresor.

“Disebut syahid bumi alambaka lantaran di bumi di hadapan manusia dia diberi norma syahid. Begitu pula di akhirat. Allah bakal mengangkat derajatnya ke derajat pada syuhada,” tulis sang syekh.

Terhadap jenazah orang tersebut, tidak dishalatkan dan tidak pula dimandikan. Hanya wajib dikafani dan dimakamkan.

Syahid dunia

“Disebut syahid bumi lantaran dia diberi norma orang yang meninggal syahid di bumi dan tidak diberi derajat para syuhada di alambaka lantaran niat duniawinya,” jelas Syekh Sayyid al-Kaff. Yang termasuk dalam golongan ini, antara lain, adalah orang yang gugur di medan jihad. Namun, dalam hatinya terdapat niatan yang bukan lillahi Ta’ala. Misalnya, kemauan untuk dikenang jasa-jasanya di tengah manusia alias ambisi untuk mendapatkan kekayaan rampasan. Secara norma fikih jinayah, jenazahnya diperlakukan seperti mereka yang meninggal syahid dunia-akhirat.

Selengkapnya