Kala Maksiat Menguasai Hati

Intisari Islam oleh Waktu baca 2 menit 503x dilihat
Kala Maksiat Menguasai Hati

Bagikan Postingan

Kincai Media, Maksiat secara sederhana adalah segala perbuatan yang melanggar perintah Allah dan melakukan sesuatu yang dilarang-Nya, baik melalui perbuatan, perkataan, maupun hati. Maksiat juga dapat menjauhkan seseorang dari mengingat-Nya. Ketika hati dikuasai maksiat, seseorang perlahan kehilangan kesadaran untuk melakukan baik, meninggalkan sikap ihsan, dan semakin jauh dari jalan yang diridhai Allah.

Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dalam kitab Ad-Da' wa ad-Dawa menjelaskan, maksiat menjauhkan pelakunya melakukan perbuatan baik. Maksiat menjauhkan sang pelaku dari sikap ihsan dan mencegah pahala orang yang melakukan baik.

Sebenarnya, jika menguasai hati, ihsan dapat mencegah seseorang dari perbuatan maksiat. Orang tidak dapat beragama kepada Allah seakan-akan melihat-Nya, selain dia ingat kepada-Nya, cinta kepada-Nya, takut kepada-Nya, dan penuh minta kepada-Nya.

Ihsan tersebut bakal menghalangi dirinya dari kemauan melakukan maksiat, apalagi terjerumus ke dalamnya. Jika keluar dari sikap ihsan, seseorang kudu menyadari bahwa ihsan merupakan sahabat yang berguna, yang menyenangkan dan menyejahterakan. Kalau menghendaki kebaikan, Allah menetapkannya kepada orang mukmin. Jika melakukan maksiat dengan sengaja, seseorang dinilai tidak beriman.

Nabi Muhammad SAW bersabda, "Tidak bakal bercabul seorang pezina, sekiranya saat melakukannya dia beragama kepada Allah. Tidak bakal meminum khamr seorang peminum sekiranya saat dia meminum, dia beragama kepada Allah. Tidak bakal mencuri seorang pencuri, sekiranya saat mencuri dia beragama kepada Allah. Tidak bakal mengambil kekayaan (ghanimah), seseorang ketika orang-orang sedang beralih darinya sekiranya saat dia merampas, dia beragama kepada Allah."

Maksiat juga dapat membawa manusia semakin jauh dari Allah SWT. Ketika seseorang melupakan Allah, dia juga dapat dibuat lupa terhadap dirinya sendiri, kehilangan perhatian terhadap keselamatan bumi dan akhirat, hingga terjerumus dalam kefasikan. Alquran mengingatkan umat Islam agar tidak menjadi seperti orang-orang yang melupakan Allah, lantaran pada akhirnya mereka dibuat lupa kepada diri mereka sendiri.

Dalam Ad-Da' wa ad-Dawa diterangkan bahwa kemaksiatan membikin seseorang melupakan Allah dan Dia pun bakal melupakan dan membiarkan dirinya berbareng setan. Saat itulah dia lenyap dan tidak mungkin mengharapkan keselamatan.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari besok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Teliti terhadap apa yang Anda kerjakan. Janganlah Anda seperti orang-orang yang melupakan Allah sehingga Dia menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang fasik. (QS Al-Ḥasyr Ayat 18-19)

Artikel Lainnya Intisari Islam
Close Right Ads
Close Left Ads