Kincai Media , JAKARTA -- Kata berkah berasal dari bahasa Arab, ialah baraka. Bentuk jamaknya adalah barakah. Maknanya, ‘memiliki banyak kebaikan yang berkarakter tetap dan terus-menerus.’
Kata berkah juga berangkaian dengan birkah, ialah tempat berhimpunnya air. Keadaannya berbeda dengan saluran tempat mengalirnya air. Birkah dapat menampung air dalam jumlah yang banyak dan sekaligus tetap.
Islam mengajarkan, seorang hamba Allah yang diberkahi berfaedah mendapatkan naungan kasih dan sayang dari-Nya. Lantas, siapa saja mereka itu?
Tobat nasuhah
Allah memuji orang-orang yang beriman, bertobat, dan mengerjakan kebajikan. “Maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebaikan. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang” (QS al-Furqan: 70).
Keberkahan bagi Mukminin adalah jenis kebaikan yang Allah anugerahkan. Semua karunia-Nya itu berkarakter tetap dan terus mengalir seiring dengan kelestarian kebaikan mereka. Dalam Alquran surah Nuh ayat 10-12, dijelaskan bahwa rezeki yang berlimpah menanti orang-orang yang kembali ke jalan-Nya.
Terhindar dari fitnah
Salah satu dosa besar adalah fitnah. Dalam Alquran, disebutkan bahwa tuduhan lebih sadis daripada pembunuhan. Fitnah juga berfaedah perbuatan-perbuatan yang menimbulkan kekacauan. Rasulullah SAW mengajarkan angan agar terhindar dari fitnah, “Ya Allah, kami berlindung dari siksa kubur dan api neraka. Ya Rabb, lindungi kami dari semua tuduhan orang-orang hidup dan tuduhan setelah kematian. Lindungi kami pula dari tuduhan luar biasa al-Masih Dajjal.”
Salah satu karakter hamba-hamba Allah yang diberkahi adalah terhindar dari fitnah. Mereka mendapatkan perlindungan dari-Nya. Untuk mencapai taraf ini, seorang Mukmin hendaknya setelah bertobat menjaga ketaatan kepada-Nya.
Dekat dan taat
Mukmin yang diberkahi condong menjadi al-muqarrabuun. Artinya, mereka senang mendekat kepada Allah SWT. Setiap ibadah, baik yang wajib maupun sunah, dikerjakannya dengan hati yang lapang. Baginya, hanya Allah tempat meminta segala sesuatu.
Dari waktu ke waktu, ketaatan mereka kepada Allah terus meningkat. Harapannya adalah diwafatkan dalam keadaan yang terbaik (husnul khatimah). “(Yaitu) orang yang ketika diwafatkan oleh para malaikat dalam keadaan baik, mereka (para malaikat) mengatakan (kepadanya), ‘Salamun ‘alaikum, masuklah ke dalam surga lantaran apa yang telah Anda kerjakan’” (QS an-Nahl: 32).
English (US) ·
Indonesian (ID) ·