Kerusakan Lingkungan Berujung Krisis Air, Sudah Diperingatkan Sejak Zaman Nabi Yusuf

Intisari Islam Jul 30, 2026 08:41 PM 1010

Kincai MediaJakarta - Krisis air tidak selalu ditandai dengan sungai yang mengering. Di banyak daerah, air tersedia dalam jumlah melimpah, tetapi kualitasnya tidak lagi layak digunakan akibat pencemaran.

Alquran telah memberikan pelajaran lewat kisah Nabi Yusuf Alaihissalam tentang akibat musim tandus panjang dan pentingnya mengelola sumber daya secara bijaksana. Pada saat yang sama, Allah SWT mengingatkan bahwa kerusakan di darat dan di laut merupakan akibat dari ulah manusia sendiri, sebagaimana ditegaskan dalam Surah Ar-Rum Ayat 41.

Krisis air adalah kata lain dari kekurangan air, istilah yang diterapkan untuk mendeskripsikan keadaan ketika jumlah air yang tersedia tidak lagi mencukupi kebutuhan manusia. Ketika krisis air terjadi, tidak hanya manusia yang ditimpa penderitaan, tetapi semua makhluk hidup, utamanya hewan dan juga tumbuh-tumbuhan.

Dijelaskan dalam buku Tafsir Ilmi berjudul Air dalam Perspektif Alquran dan Sains, krisis air telah banyak terjadi di masa silam dan tetap sering dijumpai pada masa kini. Salah satu kisah terkenal tentang krisis air di masa lampau yang diceritakan kitab-kitab suci, terjadi pada era Nabi Yusuf yang melanda daerah-daerah Mesir, Palestina, dan sekitarnya, yang terjadi lantaran adanya variabilitas iklim.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

ثُمَّ يَأْتِيْ مِنْۢ بَعْدِ ذٰلِكَ سَبْعٌ شِدَادٌ يَّأْكُلْنَ مَا قَدَّمْتُمْ لَهُنَّ اِلَّا قَلِيْلًا مِّمَّا تُحْصِنُوْنَ

Ṡumma ya'tī mim ba‘di żālika sab‘un syidāduy ya'kulna mā qaddamtum lahunna illā qalīlam mimmā tuḥṣinūn(a).

Kemudian, sesudah itu bakal datang tujuh (tahun) yang sangat susah (paceklik) yang menghabiskan apa yang Anda simpan untuk menghadapinya, selain sedikit dari apa (bibit gandum) yang Anda simpan. (QS Yusuf Ayat 48)

"Sehabis masa yang makmur itu bakal datang masa yang penuh kesengsaraan dan penderitaan selama tujuh tahun pula. Pada waktu itu ternak lenyap musnah, tanaman-tanaman tidak berbuah, udara panas, musim tandus panjang. Sumber-sumber air menjadi kering dan rakyat menderita kekurangan makanan. Semua simpanan makanan bakal habis, selain tinggal sedikit untuk Anda jadikan benih." (Tafsir Kementerian Agama)

Sedangkan pada masa kini, krisis air banyak dijumpai di daerah-daerah yang memang beriklim kering. Di samping itu, sering pula kelangkaan air terjadi dalam tataran kualitas. Artinya, masyarakat kesulitan mendapatkan air berbobot baik, meski secara jumlah air berlimpah di daerah tersebut. Ambillah contoh lahan gambut di Kalimantan. Lahan gambut nyaris selalu digenangi air, tetapi air genangannya itu berkarakter masam akibat tingginya kandungan masam organik. Contoh lainnya adalah area muara dan pesisir beriklim kering. Air permukaan dan air tanah dangkal di daerah ini seringkali asin alias payau lantaran intrusi alias limpahan air laut.

Pada saat ini, krisis air dalam tataran kualitas banyak pula dijumpai di daerah urban alias di area padat penduduk. Perpaduan antara padatnya masyarakat dan intensifnya kegiatan menghasilkan limbah yang pekat. Dengan terbatasnya lahan, air yang tercemar limbah ini tidak mendapatkan ruang untuk mengalir dan membersihkan dirinya sendiri, sehingga pada akhirnya limbah ini mencemari pula air tanah yang biasa dimanfaatkan sebagai sumber air.

Selengkapnya
Kerusakan Lingkungan Berujung Krisis Air, Sudah Diperingatkan Sejak Zaman Nabi Yusuf
InMotion Shared Hosting
CloudWays Cloud Hosting