Kincai Media , JAKARTA -- Pada hari Senin, pintu-pintu surga dibuka. Dalam hadits Abu Hurairah dijelaskan tentang keutamaan hari Senin dan Kamis secara umum.
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, "Pintu surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Setiap hamba yang tidak melakukan syirik kepada Allah sedikit pun bakal diampuni (pada hari tersebut), selain sesorang yang mempunyai percekcokan (permusuhan) antara dirinya dan saudaranya. Nanti bakal dikatakan pada mereka, akhirkan urusan mereka sampai mereka berdua berdamai, akhirkan urusan mereka sampai mereka berdua berdamai." (HR Muslim).
Amirullah Syarbini & Sumantri Jamhari dalam bukunya berjudul "Dahsyatnya Puasa Wajib & Sunah Rekomendasi Rasulullah SAW," menjelaskan bahwa setiap tahunnya Allah SWT membukakan pintu surga pada Ramadhan. Sedangkan setiap pekan, Allah membukakan pintu-pintu surga pada Senin dan Kamis.
Namun, tentunya, sesuai sabda tersebut dijelaskan bahwa pintu syurga itu tidak bakal dibuka bagi Muslim yang tengah bermusuhan. Karena itu, berdamailah agar pintu syurga terbuka bagi kita.
Al-Auza'I menafsirkan, bahwa orang yang berbeda itu adalah orang yang di dalam hatinya terdapat rasa memusuhi sahabat Nabi saw.
Mengutip Abdurrahman Ahmad As-Sirbuny, dalam bukunya berjudul "12 Bulan Mulia, Amalan Sepanjang Tahun," permusuhan seperti ini disebut sebagai permusuhan yang lebih besar dosanya daripada permusuhan biasa. Al-Auza'i mengatakan, "Memusuhi sahabat merupakan bidah yang memecah belah umat."
Sementara Ibnu Sauban mengatakan, bahwa orang yang berbeda adalah orang yang mematikan sunah Nabi SAW, menikam umat, dan menumpahkan darah mereka.
Disebutkan, bahwa permusuhan ini berfaedah sama dengan bidah yang dilakukan oleh golongan Khawarij, Rawafidh, dan yang sejenisnya.
Selain itu, orang yang dalam permusuhan juga dijelaskan sebagai orang yang di dalam hatinya ada emosi dengki, khianat terhadap sesama Muslim.
Hal demikian disebut sebagai permusuhan batiniah terhadap orang-orang Islam. Sebaliknya, orang yang jauh dari permusuhan adalah mereka yang di dalam dadanya bersih dari rasa permusuhan, terutama dari membenci para sahabat dan sesama kaum Muslim.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·