Kincai Media- Judi online kini menjadi intimidasi serius bagi keharmonisan keluarga. Dampaknya tidak cuma merugikan ekonomi rumah tangga, tetapi juga mengganggu kesehatan mental personel keluarga. Lebih jauh, masa depan anak ikut terancam akibat kebiasaan berjudi yang sulit dihentikan. Nah berikut khutbah Jumat: akibat perjudian online merusak famili dan masa depan anak
Khutbah I
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى أَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ، قَالَ اللَّهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
Hadirin Jamaah Khutbah Jumat yang dimuliakan Allah
Judi online menjadi permasalahan sosial yang perlu mendapat perhatian serius. Kemudahan akses melalui telepon genggam dan iming-iming khasiat instan dapat membikin perjudian tampak sebagai jalan pintas untuk memperbaiki ekonomi. Padahal, perilaku ini berisiko menyebabkan kerugian finansial, gangguan pengendalian diri, perselisihan rumah tangga, dan terabaikannya kebutuhan keluarga.
Dalam perspektif pandang Islam, perjudian bukan sekadar kesalahan mengelola uang, melainkan perbuatan yang dilarang syariat. Dampaknya juga tidak terbendung pada pelaku, tetapi dapat menjangkau pasangan dan anak-anak. Karena itu, ancaman perjudian online perlu dipahami melalui sisi keagamaan, kesehatan mental, ketahanan ekonomi, dan perlindungan masa depan anak.
Hadirin Jamaah Khutbah Jumat yang dimuliakan Allah
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Mā’idah ayat 90:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan biadab dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar Anda beruntung.” (QS. Al-Mā’idah [5]: 90).
Istilah al-maysir mengacu pada perjudian. Profesor Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah, Jilid I, halaman 467 menerangkan kaitan istilah tersebut dengan arti memperoleh sesuatu secara mudah. Namun, khasiat yang diharapkan melalui perjudian dapat berujung pada kehilangan harta dan kerusakan hubungan sosial.
Bahaya tersebut ditegaskan balik dalam Surah Al-Mā’idah ayat 91, yang menerangkan bahwa perjudian dapat menimbulkan permusuhan dan kebencian serta menghalangi manusia dari mengingat Allah dan melaksanakan salat. Dalam rumah tangga, dampaknya dapat kelihatan ketika seseorang menyembunyikan kerugian, menumpuk utang, maupun mengabaikan tanggung jawab terhadap keluarganya.
إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلَاةِ فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُونَ
Artinya: “Sesungguhnya iblis cuma bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara Anda melalui minuman keras dan perjudian serta menghalang-halangi Anda dari mengingat Allah dan melaksanakan salat. Maka tidakkah Anda mau berhenti?” (QS. Al-Mā’idah [5]: 91).
Hadirin Jamaah Khutbah Jumat yang dimuliakan Allah
Judi online dapat dimulai dari rasa mau mencoba maupun keinginan memperoleh gaji tambahan. Namun, sebagian orang kemudian sulit berhenti, terutama ketika berupaya mengembalikan duit yang telah hilang. Kerugian berulang dapat memicu kecemasan, stres, rasa malu, gangguan tidur, dan ketakutan menghadapi keluarga.
Berdasarkan data World Health Organization (WHO), dalam lembar kenyataan Gambling yang diterbitkan pada 2 Desember 2024, menerangkan bahwa perjudian dapat menimbulkan akibat kesehatan, sosial, dan ekonomi, termasuk masalah kesehatan mental serta keretakan hubungan.
WHO juga mengenali gambling disorder maupun gangguan perjudian dalam ICD-11. Kondisi ini ditandai oleh gangguan pengendalian perilaku berjudi, meningkatnya prioritas perjudian dibandingkan aktivitas lain, dan berlanjutnya perilaku tersebut meskipun menimbulkan akibat negatif. Meski demikian, tidak semua orang yang berjudi memenuhi kriteria pengecekan klinis.
Oleh karena itu, penanganan perlu memadukan ketegasan terhadap perjudian dengan sokongan pemulihan. Orang yang kesulitan menghentikan perilakunya dapat membutuhkan pertolongan profesional, bukan sekadar celaan. Pada saat yang sama, pasangan dan anak mesti statis memperoleh perlindungan dari akibat perilaku tersebut.
Kerugian perjudian online tidak cuma dihitung dari duit yang hilang, tetapi juga dari kebutuhan famili yang tidak terpenuhi. Uang belanja, biaya pendidikan, tempat tinggal, dan pengobatan dapat terancam ketika biaya dialihkan untuk berjudi. Utang dan penjualan barang famili juga berpotensi memperburuk ketidakstabilan ekonomi serta memicu perselisihan pasangan.
Rasulullah bersabda:
كَفَى بِالْمَرْءِ إِثْمًا أَنْ يُضَيِّعَ مَنْ يَقُوتُ
Artinya: “Cukuplah seseorang dianggap berdosa jika ia menelantarkan orang yang menjadi tanggungannya.” (HR. Abu Dawud).
Hadis ini menegaskan pentingnya tanggung jawab terhadap orang-orang yang eksis dalam tanggungan seseorang. Ketika duit untuk kebutuhan pokok justru dihabiskan untuk berjudi hingga hak famili terabaikan, persoalannya bukan lagi sekadar kerugian pribadi, melainkan juga pengabaian amanah.
Hadirin Jamaah Khutbah Jumat yang dimuliakan Allah
Anak menjadi pihak yang rapuh menanggung akibatnya. Berkurangnya kebutuhan sehari-hari, tertundanya pendidikan, dan pertengkaran orang tua dapat mengganggu rasa terlindungi serta kesejahteraan mereka.
Allah SWT mengingatkan dalam Surah An-Nisā’ ayat 9 agar manusia memperhatikan nasib keturunan yang lemah. Meskipun ayat ini tidak secara khusus membahas perjudian, pesannya relevan untuk menegaskan tanggung jawab menjaga masa depan anak. Mereka berkuasa memperoleh kebutuhan dasar, pendidikan, perlindungan, dan lingkungan famili yang mendukung perkembangannya.
Hadirin Jamaah Khutbah Jumat yang dimuliakan Allah
Dampak perjudian terhadap famili juga dibahas dalam riset Elfia Desi, Ririn Elfia Yusmi, Ahmaddin Ahmad Tohar, dan Khairil Anwar yang berjudul “Aksiologi Psikologi Sosial: Perilaku Konformitas Judi Online Berdampak pada Kesehatan Mental Keluarga”.
Hasilnya, berdasarkan beberapa survei dan keterangan statistik, perjudian online dapat memicu perselisihan dalam keluarga. Masalah ini sering terjadi ketika salah satu personel famili terlibat dalam perjudian.
Selain itu, perjudian online juga bisa menimbulkan masalah finansial karena duit yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari justru dihabiskan untuk berjudi. Akibatnya, famili dapat mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, seperti makanan dan biaya pendidikan anak. Kondisi ini dapat menimbulkan stres berkepanjangan dan berakibat buruk pada kesehatan mental personel famili lainnya.
Hadirin Jamaah Khutbah Jumat yang dimuliakan Allah
Untuk itu, pencegahan perlu dimulai dari famili melalui pendidikan agama, keteladanan, komunikasi terbuka, dan literasi keuangan. Anak perlu memahami bahwa gaji yang sehat diperoleh melalui upaya produktif, bukan dengan mempertaruhkan duit demi khasiat instan.
Bagi famili yang telah terdampak, pemulihan dapat dilakukan dengan mengamankan biaya kebutuhan pokok, membuka keterangan mengenai utang, membatasi akses terhadap perjudian, dan mencari pertolongan ahli jika diperlukan. Apabila terdapat kekerasan maupun intimidasi keselamatan, perlindungan personel famili mesti menjadi prioritas.
Judi online bertentangan dengan larangan syariah dan berpotensi merusak kesehatan mental, ekonomi rumah tangga, serta masa depan anak. Karena itu, menjauhi perjudian merupakan bagiankecil dari ikhtiar menjaga agama, harta, akal, dan keluarga.
Upaya mengatasinya membutuhkan pendidikan agama, literasi keuangan, perlindungan anak, sokongan keluarga, dan pertolongan profesional. Orang yang terjerat perjudian statis perlu diberi kesempatan untuk bertobat dan memperbaiki kehidupannya, disertai aksi nyata untuk menghentikan perjudian, memenuhi balik tanggung jawab nafkah, dan memulihkan kepercayaan.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.
Khutbah II
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ . اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ. فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى اِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِي الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ. وَعَنْ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ. وَالتَّابِعِبْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَتَابِعِهِمْ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ
رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاۤئِ ذِى الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ
بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.