Meniru Gaya Hidup Sehat Rasulullah

Dec 01, 2025 03:02 PM - 5 bulan yang lalu 173360

Kincai Media , JAKARTA -- Tahukah Anda, Nabi Muhammad SAW sepanjang hayatnya "hanya" mengalami sakit sebanyak dua kali? Pertama, ketika beliau diracuni oleh seorang Yahudi yang menghidangkan sajian kepadanya. Kedua, sakitnya beliau ketika menjelang wafat.

Artinya, Nabi SAW mempunyai style hidup yang sehat sehingga jarang sakit. Sekurang-kurangnya, ada sejumlah pola hidup beliau yang patut kita tiru.

Pertama, dimulai dari asupan makanan dan minuman. Tidak sekadar halal, melainkan juga baik (thayyib) untuk tubuh.

Ingat firman Allah Ta'ala dalam surah al-Baqarah ayat 168. Artinya, "Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang legal dan baik yang terdapat di bumi, dan janganlah Anda mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu."

Mengutip tafsir Ibnu Katsir, yang dimaksud makanan "halalan thayyiban" adalah sajian yang menghasilkan kebaikan bagi jiwa dan raga. Makanan alias minuman itu tidak sampai membahayakan bentuk dan logika seseorang yang mengonsumsinya.

Adapun keseharian Rasul SAW adalah mengonsumsi sarapan yang sehat. Biasanya, beliau sarapan dengan segelas air yang dicampur madu.

Pada siang hari, Rasul SAW biasanya menyantap kurma ajwa sebanyak tujuh butir. Untuk diketahui, tiap kurma mengandung glukosa yang mudah terserap dalam darah sehingga mudah pula menghasilkan tenaga. Buah kurma juga mempunyai kandungan serat tinggi, ialah sekitar 1,6 gram per 100 gram.

Sore hari, Nabi SAW mengonsumsi roti yang dicampur air cuka alias minyak zaitun. Khasiat minyak oliva antara lain sebagai pencegah kanker dan menjaga suhu tubuh. Beliau juga mengonsumsi sayur, ialah sejenis sana al-makki dan sanut.

Malam hari, Rasulullah tidak langsung tidur sesudah makan. Ini krusial agar makanan yang sedang dicerna dapat masuk dalam lambung dengan baik.

Satu perihal lagi. Beliau tidak pernah berlebihan ketika makan.

Dalam sabda riwayat Ahmad disebutkan, "Tiada tempat yang manusia isi yang lebih jelek daripada perut. Cukuplah bagi anak Adam menyantap beberapa suapan untuk menegakkan punggungnya. Namun, jika dia kudu (melebihinya), maka hendaknya sepertiga (isi) perutnya (diisi) untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga lagi untuk bernapas.”

Nabi SAW juga doyan berolah raga. Beberapa pilihan yang dilakukan Rasulullah SAW adalah berkuda, berenang, dan memanah. Beliau bersabda, “Ajarailah anak-anak kalian berkuda, berenang, dan memanah.”

Beliau juga melakukan olah raga lari dan gulat. Kisah tentang Nabi SAW yang menang melawan pegulat tangguh, Rukanah, adalah salah satu contoh kemahiran beliau dalam bagian olah raga ini. Olah raga juga menjadi krusial jika dikaitkan dengan kesiapan bentuk menjelang jihad fii sabilillah.

Selengkapnya