Merasa Senang Dipanggil 'haji', Apakah Termasuk Riya?

Jan 28, 2026 04:01 PM - 3 bulan yang lalu 105280

Kincai Media , JAKARTA -- Di Indonesia, masyarakat biasanya menyambut kehadiran jamaah haji dari Tanah Suci bukan hanya dengan suka cita, tetapi juga membikin sapaan baru. Orang-orang yang telah menjadi tamu Allah itu digelari sebagai "haji."

Apakah menyandang gelar haji dapat digolongkan sebagai perbuatan pamer (riya) alias kesombongan? Seperti dilansir dari laman Rumah Fiqih, Ustaz Ahmad Sarwat Lc menjelaskan, aspek niat perlu ditelaah terlebih dahulu.

Nabi Muhammad SAW bersabda, "Sesungguhnya, tiap kebaikan itu tergantung pada niatnya." Maka, gelar haji bisa menjadi riya bagi mereka yang memang beriktikad pamer.

Bahkan, perihal ini bertindak bukan hanya bagi gelar haji. Predikat apa pun bisa menjadi medium perbuatan pamer, baik itu gelar kesarjanaan, keningratan, kepahlawanan, maupun lain sebagainya.

Sementara itu, niat adalah kegiatan hati. Alhasil, standarisasi baik alias buruknya gelar haji bisa berbeda-beda untuk tiap orang.

"Kalau kembali kepada norma syariat, yang diharamkan adalah gelar-gelar yang mengandung ejekan, baik orang yang diberi gelar itu suka alias tidak suka," kata Ustaz Ahmad.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

يٰۤاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا لَا يَسۡخَرۡ قَوۡمٌ مِّنۡ قَوۡمٍ عَسٰٓى اَنۡ يَّكُوۡنُوۡا خَيۡرًا مِّنۡهُمۡ وَلَا نِسَآءٌ مِّنۡ نِّسَآءٍ عَسٰٓى اَنۡ يَّكُنَّ خَيۡرًا مِّنۡهُنَّ‌ۚ وَلَا تَلۡمِزُوۡۤا اَنۡفُسَكُمۡ وَلَا تَنَابَزُوۡا بِالۡاَلۡقَابِ‌ؕ بِئۡسَ الِاسۡمُ الۡفُسُوۡقُ بَعۡدَ الۡاِيۡمَانِ‌ ۚ وَمَنۡ لَّمۡ يَتُبۡ فَاُولٰٓٮِٕكَ هُمُ الظّٰلِمُوۡنَ

"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) wanita lain (karena) boleh jadi wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok).

Janganlah Anda saling mencela satu sama lain dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang jelek (fasik) setelah beriman. Dan barangsiapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim."

Secara hakikat, gelar "haji" tidak mengandung ejekan. Jadi, tidak ada yang salah dengan predikat itu jika memang sudah menjadi kelaziman di suatu masyarakat.

Selengkapnya