Kincai Media, JAKARTA-Di antara nikmat terbesar yang Allah SWT siapkan bagi seorang mukmin adalah kesempatan untuk berjumpa dengan-Nya.
Bagi orang yang betul-betul mengenal Allah, kehidupan bumi bukanlah tujuan akhir, melainkan perjalanan menuju sebuah pertemuan agung yang telah lama dinantikan.
Karena itulah, kerinduan untuk berjumpa Allah menjadi salah satu karakter orang-orang yang mempunyai keagamaan yang mendalam.
Kerinduan ini bukanlah khayalan kosong, bukan pula kemauan untuk lari dari kehidupan. Ia lahir dari cinta, ma'rifat, dan kepercayaan yang kuat kepada Allah.
Semakin seseorang mengenal Rabb-nya, semakin besar pula keinginannya untuk berjumpa dengan-Nya.
Tidak mengherankan jika para nabi dan rasul, manusia pilihan yang paling mengenal Allah, menjadi orang-orang yang paling besar kerinduannya kepada perjumpaan dengan-Nya.
Rasulullah SAW bersabda:
ما مِن نبيٍّ إلَّا وقد خُيِّرَ بينَ الدُّنيا وبينَ ما عِندَ اللَّهِ، فاختارَ ما عِندَ اللَّهِ
"Tidak ada seorang nabi pun selain telah diberi pilihan antara bumi dan apa yang ada di sisi Allah, lampau dia memilih apa yang ada di sisi Allah." (HR Al-Bukhari)
Hadis ini menunjukkan bahwa menjelang wafatnya, para nabi diberikan pilihan oleh Allah antara melanjutkan kehidupan bumi alias beranjak menuju kehidupan di sisi-Nya. Dan seluruh nabi tanpa ragu memilih berjumpa dengan Allah.