Kincai Media , JAKARTA -- Ada kalanya, seorang Muslim melakukan hal-hal yang di luar keinginannya. Kalau menolak, dia bakal mendapatkan ancaman alias keselamatannya terancam.
Sebagai contoh, kasus yang terjadi baru-baru ini. Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Enemawira, Sulawesi Utara, yang berinisial CS diduga memaksa narapidana Muslim menyantap daging anjing.
Dalam bahasa Arab, paksaan adalah ikraah. Secara istilah, itu berarti 'membawa manusia kepada urusan yang tidak diinginkannya secara wajar alias syariat." Orang yang dipaksa disebut sebagai mukrah.
Pemaksaan bisa beragam bentuknya. Bisa dengan ancaman hendak dibunuh, dianiaya, dipenjara, dirusak hartanya, disiksa, alias dilukai. Tidak ada perbedaan apakah paksaan itu dari hakim, pencuri, ataupun dari yang lainnya.
Ibnu Mas'ud pernah berkata, "Bilamana ada seorang penguasa memaksaku untuk berbincang dengan ancaman cambukkan baik sekali alias dua kali, maka saya bakal berbincang demi untuk menghindarkan cambukan agar jangan menimpa diriku."
Ikraah itu terbagi menjadi dua jenis, ialah untuk berbincang dan berbuat. Yang pertama itu berimplikasi bahwa sesuatu yang tadinya wajib menjadi tidak lagi wajib bagi orang yang dipaksa. Sebab, dia tidak lagi mukalaf.
Apabila dia mengucapkan kata-kata yang mengandung kekafiran, misalnya, dia dimaafkan menurut hukum sepanjang perihal itu dilakukannya dalam keadaan terpaksa. Apabila dia berikrar, maka pernyataannya tidak bisa dipegang.
Bila dia dipaksa mengadakan janji nikah, hibah, alias jual beli, akadnya ini tidak berlaku. Bila dia berjanji alias bernazar, maka sumpah alias nazarnya ini tidak menuntut sesuatu. Bila dia menceraikan istrinya alias merujuknya, maka tidak terjadi perceraian dan rujuknya pun tidak sah.
Yang menjadi dasar dalam perihal ini adalah firman Allah dalam surah an-Nahl ayat 106. Artinya, "Barangsiapa kafir terhadap Allah sesudah dia beriman, dia mendapat kemurkaan Allah, selain orang-orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beragama (maka dia tidak berdosa); bakal tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya balasan yang besar."
English (US) ·
Indonesian (ID) ·