Paparan 45 Zat Kimia pada Ibu Hamil Terbaru: Potensi Risiko bagi Kehamilan dan Bayi

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 4 menit 14181x dilihat
Paparan 45 Zat Kimia pada Ibu Hamil Terbaru: Potensi Risiko bagi Kehamilan dan Bayi

Bagikan Postingan

Penelitian terbaru menemukan sekitar 45 jenis zat kimia yang terdeteksi pada tubuh ibu hamil, banyak berasal dari produk sehari-hari dan lingkungan rumah; para peneliti menelaah apakah paparan ini berpotensi memengaruhi perkembangan janin meski masih diperlukan penelitian lanjutan.

Studi temukan 45 unsur kimia pada ibu hamil 

Sebuah tim peneliti melaporkan bahwa rata-rata ibu hamil terpapar kira-kira 45 unsur kimia yang berasal dari lingkungan sehari-hari. Beberapa unsur ini ditemukan berkaitan dengan usia kehamilan yang lebih singkat dan berat lahir bayi yang lebih rendah.

Data utama berasal dari penelitian besar yang dipimpin oleh UNC Gillings School of Global Public Health dan dipublikasikan pada Juni 2026. Analisis dilakukan terhadap lebih dari 5.000 pasangan ibu dan anak yang lahir antara 2000–2021.


Zat kimia apa saja yang ditemukan?

Penelitian mencatat berbagai kelompok bahan kimia yang sering ditemui dalam kehidupan modern, antara lain:

  • Ftalat (phthalates) yang biasa terdapat pada plastik dan beberapa produk perawatan tubuh,
  • Plasticizer pengganti yang dipakai sebagai alternatif ftalat,
  • PAH (polycyclic aromatic hydrocarbons) yang berasal dari asap kendaraan, pembakaran, dan polusi udara,
  • Halogenated phenols yang dipakai dalam beberapa proses industri,
  • Beragam bahan kimia dari bungkus makanan, furnitur, serta produk rumah tangga.

Menariknya, beberapa bahan pengganti yang diklaim lebih aman ternyata menunjukkan pola hubungan yang serupa dengan zat yang digantikan, sehingga kekhawatiran tetap muncul.

Apa dampaknya bagi bayi?

Para peneliti tidak menyatakan bahwa seluruh zat yang terdeteksi pasti berbahaya. Namun, ada konsistensi temuan bahwa paparan beberapa ftalat, plasticizer pengganti, dan PAH terkait dengan durasi kehamilan yang lebih singkat.

Beberapa zat juga dikaitkan dengan penurunan berat lahir. Secara klinis, kelahiran prematur dan berat lahir rendah dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan pada bayi, antara lain:

  • Kesulitan bernapas,
  • Gangguan dalam mempertahankan suhu tubuh,
  • Masalah pola makan atau menyusu,
  • Peningkatan risiko masalah perkembangan di masa mendatang.

Mengapa janin lebih rentan?

Pada masa kehamilan, organ janin berkembang pesat sehingga rentan terhadap gangguan dari zat yang mengubah fungsi hormon (endocrine disruptors). Penelitian sebelumnya menunjukkan janin termasuk kelompok yang sensitif terhadap paparan bahan kimia semacam ini.

Para peneliti menekankan perlunya studi lanjutan untuk memahami efek jangka panjang dari kombinasi berbagai bahan kimia yang terpapar secara bersamaan.

Langkah sederhana sebagai pencegahan

Tidak perlu panik. Temuan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kewaspadaan bahwa paparan bahan kimia di lingkungan cukup luas. Beberapa langkah praktis yang dapat mengurangi paparan adalah:

  • Mengurangi penggunaan wadah plastik untuk makanan panas,
  • Mencuci buah dan sayur sebelum dikonsumsi,
  • Memilih produk perawatan tubuh dengan komposisi lebih sederhana, serta menjaga ventilasi dan kebersihan rumah.

Studi lain dari University of California, San Francisco 

Sebuah studi terpisah oleh tim dari University of California, San Francisco yang dimuat di jurnal Environmental Science & Technology juga menemukan puluhan unsur kimia dalam sampel darah ibu hamil dan menilai sumber paparan dari produk perawatan pribadi, bungkus makanan, perabot, hingga polusi lingkungan.

Apa saja unsur kimia yang ditemukan?

Dalam penelitian ini teridentifikasi 45 jenis unsur kimia, termasuk beberapa yang sebelumnya belum direkam pada ibu hamil. Kelompok zat yang terdeteksi meliputi:

  • PFAS (per- and polyfluoroalkyl substances) atau "forever chemicals" karena sulit terurai,
  • Ftalat yang banyak digunakan pada plastik dan produk perawatan,
  • Paraben sebagai pengawet pada kosmetik dan produk kulit,
  • Flame retardants atau bahan penghambat api pada beberapa furnitur dan peralatan,
  • Beragam bahan kimia industri yang ada di lingkungan sekitar.

Menurut peneliti, keberadaan zat-zat ini mencerminkan bahwa paparan bahan kimia sintetis telah menyatu dengan kehidupan modern dan dapat masuk ke tubuh melalui makanan, udara, air, maupun penggunaan produk sehari-hari.

Apakah rawan bagi bayi?

Tidak otomatis berbahaya dalam semua kasus. Studi ini tidak membuktikan bahwa setiap zat yang ditemukan menyebabkan gangguan pada bayi. Namun, beberapa zat yang teridentifikasi sebelumnya telah dikaitkan dengan masalah seperti gangguan perkembangan otak, perubahan hormon, berat lahir rendah, kelahiran prematur, dan gangguan sistem kekebalan tubuh.

Karena itu, ilmuwan ingin meneliti lebih jauh apakah kombinasi paparan berbagai zat selama kehamilan berdampak pada kesehatan anak dalam jangka panjang.

Langkah sederhana yang bisa dicoba

Menghindari semua bahan kimia nyaris tidak mungkin, tetapi beberapa langkah sederhana dapat membantu menurunkan paparan selama hamil:

  • Mencuci buah dan sayur sebelum dikonsumsi,
  • Mengurangi penggunaan wadah plastik untuk makanan panas,
  • Memilih produk perawatan tubuh dengan bahan lebih sederhana,
  • Rutin membersihkan debu di rumah,
  • Membuka ventilasi agar sirkulasi udara lebih baik.

Temuan mengenai 45 unsur kimia pada ibu hamil memang menimbulkan perhatian, namun para ahli menegaskan penelitian ini ditujukan untuk memahami paparan lingkungan dengan lebih baik, bukan untuk menimbulkan ketakutan berlebihan.

Kehamilan tetap bisa berjalan sehat dengan pola makan bergizi, pemeriksaan rutin, dan gaya hidup yang lebih sadar terhadap paparan lingkungan; bila ada kekhawatiran, konsultasikan dengan dokter kandungan untuk rekomendasi yang tepat.

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads