Kincai Media , BOGOR -- Dalam hadits disebutkan bahwa Nabi Muhammad Saw bermohon kepada Allah Swt agar dilindungi dari kemiskinan dan kefakiran. Hadits yang berangkaian dengan perihal itu nilainya shahih. Namun, bukan berfaedah orang yang miskin alias fakir itu nilainya jelek di hadapan Allah .
Bahkan, dalam Hadits-hadits yang kualitasnya shahih, Nabi Saw mengatakan bahwa orang-orang fakir itu bakal memasuki surga lebih dulu sebelum orang-orang kaya dengan jarak lima ratus tahun.
“Hadits ini menunjukkan bahwa orang-orang faqir itu mempunyai nilai lebih dibanding orang-orang kaya, meskipun keduanya sama-sama masuk surga,” kata Kiai ali Mustafa dikutip dari dari kitab “Hadis-Hadis Bermasalah” karya Prof KH Ali Mustada Yaqub.
Menurut Kiai Ali Mustafa, nilai lebih tersebut terjadi lantaran adanya dua kemungkinan. Pertama, seumpama orang yang masuk di bandar udara dan dia tidak membawa peralatan apa pun selain dirinya sendiri, dia tentu tidak memerlukan banyak pemeriksaan. Berbeda dengan orang kaya yang membawa barang-barang banyak.
Begitu pula ketika orang fakir tadi masuk surga, dia tidak diperiksa lama lantaran tidak mempunyai apa-apa. Lain halnya dengan orang kaya di mana kekayaannya kudu diperiksa satu persatu. Maka wajar apabila orang miskin sudah menikmati keelokan surga, sementara orang kaya tetap tertahan di pos pemeriksaan.
Kemungkinan kedua, lanjutnya, kelebihan itu tentunya andaikan orang fakir tadi bisa menyikapi kefakiran alias kemiskinannya itu secara betul dan tepat. Misalnya dia menerima dengan tulus dan sabar atas kemiskinannya itu, meskipun dia telah berupaya semaksimal mungkin untuk mengentaskan dirinya dari kubangan kemiskinan. Sebab secara naluri, tidak ada manusia yang mau mencari, apalagi menyenangi kemiskinan.
Kiai Ali Mustafa menjelaskan, Alquran menegaskan bahwa manusia itu mencintai harta. Bahkan, manusia itu condong lalai alambaka lantaran keasyikannya dengan kekayaan bumi . Namun, jika upaya untuk membebaskan diri dari kemiskinan tidak sukses bumi menerima dengan sabar atas keadaan itu.
“Maka itulah salah satu nilai lebih bagi orang miskin,” jelasnya.
sumber : Dok Republika
English (US) ·
Indonesian (ID) ·