Pentingnya Menjaga Ucapan, Ini Aturannya Dalam Islam

Nov 30, 2025 08:00 AM - 5 bulan yang lalu 175410

Kincai Media , BANDUNG --Sering kali ucapan yang tidak dikontrol berpotensi melukai emosi orang lain apalagi merusak mental orang lain yang berakibat fatal. Mengingat bahayanya ucapan yang tidak terkontrol, agama Islam mengajarkan untuk menjaga ucapan agar yang keluar dari mulut hanya ucapan yang baik.

Syekh Muhammad Nawawi Bin Umar Banten menjelaskan bahwa ada 77 bagian iman, salah satunya menjaga lidah alias menjaga ucapan. Betapa pentingnya menjaga ucapan telah disampaikan Nabi Muhammad SAW sejak dulu.

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ اِلَّا لَدَيْهِ رَقِيْبٌ عَتِيْدٌ

Tidak ada suatu katapun yang terucap, melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat). (QS Qaf: 18)

Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI menjelaskan, ayat ini mengandung arti, tidak ada suatu kata yang diucapkannya, yang mengandung kebaikan maupun kejahatan, melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap mencatat dengan sangat teliti.

Tafsir Al-Muyassar alias Kementerian Agama Saudi Arabia menjelaskan, ayat ini mengandung arti, seseorang tidak mengeluarkan kata-kata dan berbicara, selain di sisinya ada malaikat yang mengawasi ucapannya dan menulisnya, malaikat yang selalu datang dan disiapkan untuk melakukan itu.

Nabi Muhammad SAW bersabda, "Tegaknya kepercayaan adalah dengan sholat; puncak kebaikan adalah berjuang; dan adab Islam yang paling utama adalah diam, sehingga orang memberi salam."

Sahabat Abu Hurairah Radhiyallahu anhu meriwayatkan hadits Rasulullah SAW, "Barang siapa yang beragama kepada Allah dan hari kiamat, hendaklah dia berbicara baik alias diam."

Menurut Imam Asy-Syafii, jika seseorang mau berbicara, dia kudu memikirkan perihal yang bakal diucapkan. Jika nampak kemaslahatannya, dia boleh berbicara, dan jika ragu hendaknya tidak usah bicara sehingga jelas kemaslahatannya.

Sebagian orang bijak berkata, peralatan siapa yang berbincang selain dalam kebaikan, maka dia telah melakukan sia-sia. Barang siapa yang memandang sesuatu tanpa mengambil pelajaran dari yang dilihatnya, maka dia betul-betul telah lupa. Barang siapa yang tak bersuara tanpa berfikir, maka dia betul-betul telah melakukan percuma.

Kata orang bijak, "Jika pembicaraan membikin Anda heran, diamlah. Jika tak bersuara telah membikin Anda heran, maka berbicaralah."

Selengkapnya