Penyebaran Budaya LGBT Ancam Masa Depan Anak, Kemenag Siapkan Penguatan Kurikulum

Intisari Islam Jul 30, 2026 12:56 PM 1007

Kincai Media, BOGOR -- Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI, Romo Muhammad Syafi'i menegaskan perlindungan anak dari beragam pengaruh negatif di ruang digital menjadi salah satu prioritas pemerintah. Salah satu yang disorot adalah penyebaran budaya LGBT yang dinilai menakut-nakuti masa depan generasi bangsa.

Menurut Romo Syafi'i, seluruh program yang berangkaian dengan pendidikan dan literasi semestinya diarahkan untuk memperkuat karakter anak sejak dini.

"Sekarang Indonesia sedang menjalankan Gerakan Nasional Ruang Aman Nyaman bagi Anak-anak, baik di rumah, sekolah, ruang publik maupun ruang digital," ujarnya saat sambutan dalam kegiatan Muharram Islamic Literacy Festival (MILFEST) 1448 H" di Unit Percetakan Alquran (UPQ) Kemenag, Ciawi, Kabupaten Bogor, Kamis (30/7/2026).

Ia mengatakan, ruang digital sekarang menjadi salah satu medan yang kudu mendapat perhatian serius lantaran anak-anak semakin mudah terpapar beragam konten negatif.

"Anak kita kudu bebas dari pengaruh-pengaruh negatif yang sekarang begitu dahsyat, termasuk program penyebaran budaya LGBTQ," ucapnya.

Romo Syafi'i menyebut pemerintah telah memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut. Ia merujuk pada Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2024 yang menurutnya menyatakan penyebaran budaya LGBTQ sebagai ancaman terhadap pertahanan negara nonmiliter.

Sebagai tindak lanjut, kata dia, Kementerian Agama tengah menyusun materi yang bakal diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan sebagai bagian dari penguatan karakter peserta didik.

"Alhamdulillah kawan-kawan di Kementerian Agama sedang menyusun kurikulum yang bakal di-insert ke kurikulum yang berjalan. Lagi-lagi orientasinya untuk anak-anak, lantaran masa depan itu adalah cerita tentang anak-anak, bukan cerita kita," katanya.

Selain penguatan kurikulum, Romo Syafi'i juga mendorong penyelenggaraan lebih banyak kegiatan imajinatif yang melibatkan anak-anak agar mereka mempunyai ruang berekspresi sekaligus memperkuat literasi, karakter, dan kecintaan terhadap Alquran.

Ia meyakini pendekatan yang menyenangkan melalui lomba, seni, literasi, hingga pengenalan sains berbasis Alquran bakal lebih efektif dalam membangun ketahanan moral generasi muda.

"Apapun program yang dibuat, kudu ada porsi besar yang orientasinya untuk anak-anak," jelas Romo Syafi'i.

Selengkapnya
Penyebaran Budaya LGBT Ancam Masa Depan Anak, Kemenag Siapkan Penguatan Kurikulum
InMotion Shared Hosting
CloudWays Cloud Hosting