Pidato Umar Usai Diangkat Menjadi Khalifah

Dec 08, 2025 01:15 PM - 5 bulan yang lalu 164597

Kincai Media , JAKARTA -- Abu Bakar ash-Shiddiq memerintah selama dua tahun, ialah 632-634 Masehi alias 11-13 Hijriah. Sebelum berpulang ke rahmatullah, pemimpin pertama di jejeran Khulafaur Rasyidin itu sempat menunjuk Umar bin Khattab sebagai penggantinya. Penunjukan itu dilakukannya usai berbincang dengan sejumlah sahabat Nabi Muhammad SAW, semisal Abdurrahman bin Auf, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib.

Sehari setelah pemakaman Abu Bakar, Umar menemui kaum Muslimin di Masjid Nabawi, Madinah al-Munawwarah. Mereka menyambutnya dengan baik dan membaiatnya. Usai itu, sahabat yang bergelar al-Faruq tersebut berdiri di atas mimbar dan hendak menyampaikan pidato.

Isi pesannya tidak jauh berbeda daripada pidato pertama Abu Bakar setelah dilantik menjadi pemimpin. Masing-masing sahabat Rasulullah SAW itu memang mempunyai karakter yang condong berlainan. Yang satu masyhur bakal sifatnya yang tenang dan menyukai cara-cara persuasif, sedangkan yang lain condong tegas dan apalagi keras penuh disiplin.

Bagaimanapun, keduanya adalah sama-sama sahabat utama Nabi SAW. Baik Abu Bakar maupun Umar sama-sama termasuk yang dijamin masuk surga oleh Rasul SAW. Mereka bermaksud sama, ialah menjaga akidah, meneruskan dakwah Islam, serta selalu mengutamakan kepentingan umat di atas diri pribadi.

Seperti dinukil dari kitab biografi Umar bin Khattab karya Muhammad Husain Haekal (2013), berikut ini petikan pidato sang amirul mukminin.

“Saudara-saudara! Saya hanya salah seorang dari kalian. Kalau tidak lantaran segan menolak tawaran Khalifah (sosok pengganti kepemimpinan) Rasulullah (Abu Bakar) saya pun bakal enggan memikul tanggung jawab ini. Allahumma ya Allah, saya ini sungguh keras, kasar, maka lunakkanlah hatiku.

Allahumma ya Allah saya sangat lemah, maka berikanlah kekuatan. Allahumma ya Allah saya ini kikir, jadikanlah saya orang murah hati bermurah hati.”

Sampai di sini, Umar berakhir sejenak. Saat hadirin lebih tenang, dia melanjutkan pidatonya.

Selengkapnya