Plasenta-On-Chip Buatan Ilmuwan India: Terobosan untuk Meneliti Janin di Kandungan

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 3 menit 7111x dilihat
Plasenta-On-Chip Buatan Ilmuwan India: Terobosan untuk Meneliti Janin di Kandungan

Bagikan Postingan

Kehamilan adalah proses yang kompleks dan para peneliti terus berupaya mengungkap mekanismenya melalui berbagai pendekatan penelitian.

Baru-baru ini, tim dari IIT Bombay dan ICMR-National Institute for Research on Women's Health (NIRWoH) mengembangkan platform plasenta-dalam-chip yang meniru plasenta manusia di laboratorium.

Plasenta adalah organ sementara selama kehamilan yang menjadi penghubung antara ibu dan janin. Melansir dari Times of India, plasenta mengatur pertukaran nutrisi, oksigen, hormon, obat, dan produk limbah ke janin.


Penelitian tentang plasenta selama ini sering terkendala oleh batasan etika sehingga banyak studi bergantung pada model hewan. Dengan hadirnya plasenta-dalam-chip, peneliti dapat mempelajari bagaimana obat, nutrisi, dan limbah berpindah dari ibu ke janin dengan model yang lebih relevan secara manusiawi.

Studi yang diterbitkan di Biofabrication menjelaskan bahwa platform ini terdiri dari dua ruang yang berisi sel plasenta manusia dan sel pembuluh darah yang tumbuh di sisi berlawanan dari membran berpori.

Model tersebut berhasil meniru fungsi utama plasenta, seperti sekresi hormon, transportasi nutrisi, pertukaran limbah, dan fungsi penghalang selektif. Berbeda dengan beberapa sistem organ-on-chip yang kompleks, platform asal India ini didesain lebih sederhana sehingga lebih mudah diproduksi dan dioperasikan.

"Banyak sistem organ-di-dalam-chip yang canggih, tetapi seringkali memerlukan fasilitas khusus. Kami ingin mengembangkan platform yang tangguh dan dapat diadopsi secara lebih luas oleh laboratorium penelitian," kata Profesor Abhijit Majumder dari IIT Bombay.

Validasi model ini dipimpin oleh peneliti di ICMR-NIRWoH. Profesor Deepak Modi menyatakan bahwa model yang relevan dengan manusia menjadi penting untuk memahami biologi penyakit dan mengevaluasi keamanan terapi.

"Dengan menggabungkan teknik dan biologi reproduksi, kami menciptakan platform yang dapat membantu menjembatani kesenjangan dan memajukan penelitian," ujar Modi.

Ke depannya, para peneliti berencana menggunakan obat untuk menguji model ini selama kehamilan guna memahami komplikasi seperti glukosuria gestasional, preeklamsia, dan gangguan pertumbuhan janin.

Fungsi plasenta untuk perkembangan janin

Plasenta berkembang di dalam rahim selama kehamilan dan memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan janin.

Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), plasenta terbentuk dari sel yang cepat membelah dan berfungsi sebagai sistem pendukung kehidupan selama kehamilan, menyalurkan nutrisi, hormon, dan oksigen ke janin.

"Sepanjang kehamilan, plasenta akan tumbuh dan berubah bentuk; ketebalannya mengikuti perkembangan kehamilan," kata ahli kebidanan dan ginekologi Monique Rainford, MD, dikutip dari Very Well Health.

Ada beberapa fungsi utama plasenta untuk perkembangan janin, yakni:

  • Transfer nutrisi ke janin
  • Memasok oksigen ke janin
  • Transfer metabolik sejumlah zat dan protein
  • Fungsi endokrin, termasuk produksi estrogen dan progesteron
  • Perlindungan imunologis pasif pada bayi di beberapa bulan pertama kehidupan

Demikian ringkasan studi terbaru mengenai plasenta-dalam-chip untuk mempelajari janin di dalam kandungan. Semoga informasi ini bermanfaat.

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads