Pola Asuh Beta Mom: Santai namun Tetap Peduli Anak

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 4 menit 1063x dilihat
Pola Asuh Beta Mom: Santai namun Tetap Peduli Anak

Bagikan Postingan

Pola asuh kini berevolusi mengikuti karakter generasi anak. Bagi Bunda yang menghadapi anak generasi beta, salah satu pendekatan yang populer adalah pola asuh Beta Mom — gaya pengasuhan yang lebih santai namun tetap memperhatikan kebutuhan anak.

Pola asuh Beta Mom menekankan fleksibilitas, ikatan emosional, serta kepercayaan pada naluri orang tua untuk menikmati proses membesarkan anak. Menurut psikiater bersertifikat dan pendiri Saranga Comprehensive Psychiatry, Vinay Saranga, MD, seorang 'Beta Mom' mengambil pendekatan yang jauh lebih santuy terhadap peran sebagai ibu.

"Alih-alih terlalu terlibat, seorang ibu beta membiarkan segala sesuatu melangkah apa adanya. Bukan berfaedah dia tidak peduli alias tidak mencintai anak-anaknya, dia hanya lebih condong membiarkan segala sesuatu melangkah dengan sendirinya, dan menyadari bahwa segala sesuatu tidak kudu sempurna alias terkontrol sepanjang waktu," ungkap Saranga, dilansir laman Parents.


Saranga menjelaskan pendekatan ini berbeda dengan pola asuh yang sarat penjadwalan dan upaya mengatur setiap detail demi menciptakan masa kecil yang "sempurna". Sebaliknya, ibu beta memberi ruang bagi anak untuk mencoba hal baru, memilih kegiatan sendiri, dan belajar dari pengalaman.

Pernyataan senada datang dari terapis keluarga, Kim Feeney, LISW, RPT. Ia menekankan bahwa fokus ibu-ibu beta bergeser dari mencari kepatuhan menjadi membangun hubungan yang suportif.

"Alih-alih bertanya gimana saya bisa mendapatkan kepatuhan alias kendali, pergeseran konsentrasi mereka adalah pada apa yang dibutuhkan anak dan gimana mereka dapat terhubung dengan anak dalam perihal tersebut," kata Feeney.

Menurut Feeney, menjadi Beta Mom sering mencakup sikap sengaja lentur, pengutamaan hubungan, dorongan untuk kemandirian alih-alih kontrol, serta kehangatan yang dibarengi batasan yang jelas.

Karakter dari 'Beta Mom'

Berikut beberapa ciri yang umum ditemui pada pola asuh 'Beta Mom' untuk anak generasi beta:

  • Tidak bermaksud tampil sempurna dalam setiap hal
  • Menghindari membandingkan anak dengan standar orang lain
  • Memberi ruang agar anak menemukan minat dan bakatnya sendiri
  • Mendorong anak untuk mengambil keputusan sesuai umurnya
  • Bersikap fleksibel dan cenderung santai dalam keseharian
  • Menolak membuat agenda berlebihan untuk anak
  • Membiarkan anak membuat kesalahan sebagai bagian dari proses belajar
  • Memperbolehkan anak merasakan konsekuensi alami dari tindakannya
  • Berbagi tanggung jawab sehingga tidak memaksakan melakukan semuanya sendiri
  • Berada di momen yang nyata untuk anak: hadir secara emosional saat dibutuhkan

Manfaat menjadi 'Beta Mom'

Pergerakan menuju pola asuh Beta Mom tumbuh karena banyak orang tua merasa lelah oleh tekanan untuk selalu "sempurna". Seiring perempuan memperoleh kemandirian lebih besar, mereka cenderung percaya pada penilaian diri sendiri dan menerima ketidaksempurnaan dalam mengasuh.

"Mereka juga menyadari bahwa tidak apa-apa untuk sedikit mengurangi pengawasan terhadap setiap gerak-gerik anak-anak," ujar Saranga.

Penerapan pola asuh ini dapat mengurangi tingkat stres orang tua karena tidak lagi harus mengatur setiap detail kecil. Menurut Saranga, hubungan antara ibu dan anak bisa menjadi lebih hangat dan menyenangkan ketika orang tua tidak terus-menerus mengoreksi.

"Hubungan seorang ibu dengan anak-anaknya menjadi lebih menyenangkan lantaran mereka tidak perlu lagi mengatur dan mengoreksi setiap perincian kecil," kata Saranga.

Bagi anak, pola ini membantu perkembangan kemandirian dan keterampilan memecahkan masalah karena mereka diberi kesempatan mencoba tanpa digantikan terus-menerus oleh orang dewasa.

"Keindahan menjadi seorang ibu beta adalah tidak perlu intervensi terus-menerus. Ibu beta tetap mendukung dan sangat menyayangi anak-anak mereka, (tetapi) mereka condong tidak terlalu mengawasi anak-anak, menyelamatkan mereka, dan selalu ikut campur," ungkap Saranga.

Meski memberikan banyak keuntungan, pola asuh ini juga memiliki risiko apabila diterapkan secara berlebihan. Orang tua harus waspada agar sikap santai tidak berujung pada pengabaian emosional atau kurangnya arahan yang diperlukan anak.

"Kita kudu ingat bahwa anak-anak tetap memerlukan pengarahan dan struktur dalam hidup mereka. Jangan salah mengartikan sikap santuy sebagai sikap lepas tangan sepenuhnya," ujar Saranga.

Cara menerapkan pola asuh 'Beta Mom'

Jika Bunda tertarik mencoba gaya ini, Saranga menyarankan langkah bertahap. Perubahan drastis dari keterlibatan penuh ke sikap jauh tidak ideal; mulai dari sedikit demi sedikit lebih aman dan efektif.

"Mulailah dengan satu alias dua kegiatan di mana orang tua dapat mengurangi keterlibatan dan membiarkan anak-anak menyelesaikannya sendiri," kata Saranga.

"Mungkin ini memberi kesempatan kepada anak untuk mengatasi masalah yang sesuai dengan usianya sendiri."

Selain itu, jangan sampai fleksibilitas berubah menjadi inkonsistensi. Tujuannya adalah menjadi orang tua yang lebih lentur dan berpikiran terbuka, tetap memberikan struktur dan bimbingan yang jelas.

"Kita tidak mau beranjak dari elastis menjadi tidak konsisten. Anak-anak Anda tetap memerlukan struktur, bimbingan, dan orang tua yang bersedia menjadi sosok dewasa di ruangan," ujar Saranga.

Demikian ulasan tentang pola asuh 'Beta Mom' yang dikenal santai namun tetap peduli pada anak. Semoga informasi ini membantu Bunda memahami pendekatan pengasuhan yang bisa dipertimbangkan.

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads