Sel Janin Tetap Tinggal di Tubuh Ibu hingga 27 Tahun setelah Melahirkan, Adakah Manfaatnya?

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 3 menit 515x dilihat
Sel Janin Tetap Tinggal di Tubuh Ibu hingga 27 Tahun setelah Melahirkan, Adakah Manfaatnya?

Bagikan Postingan

Tahukah Bunda, sebagian sel janin rupanya dapat tetap berada di tubuh ibu setelah melahirkan? Para intelektual menyebut kejadian ini sebagai mikrokimerisme janin.

Dilansir laman The Science Baby, kehamilan dapat meninggalkan perubahan biologis permanen di dalam tubuh. Selama kehamilan, sel-sel dari janin melewati plasenta dan dapat tetap berada di dalam tubuh ibu selama bertahun-tahun alias apalagi puluhan tahun.

Di proses kehamilan, nutrisi, oksigen, dan produk limbah mengalir antara ibu dan bayi melalui plasenta. Tetapi bukan hanya nutrisi yang melewati penghalang tersebut. Sel dan DNA juga dapat bergerak dua arah, ialah dari ibu ke bayi, dan dari bayi kembali ke ibu.


Para intelektual memperkirakan bahwa selama kehamilan, hingga 6 persen DNA bebas yang beredar dalam darah ibu sebenarnya berasal dari bayinya. Bahkan setelah lahir, jejaknya tetap tetap ada. Rata-rata, sekitar 3 dari setiap 1 juta sel dalam tubuh ibu membawa DNA anaknya.

Tubuh Bunda sendiri terdiri dari triliunan sel. Itu berfaedah ada jutaan bagian mini bayi yang hidup di dalam tubuh seorang ibu.

Beberapa penelitian sejauh ini telah mendeteksi sel janin pada ibu hingga 27 tahun setelah melahirkan.

Perlu diketahui, mikrokimerisme janin tidak hanya terjadi pada kehamilan cukup bulan. Penelitian telah menemukan bahwa setelah keguguran awal alias sekitar 5 minggu kehamilan, sel-sel tetap dapat masuk ke tubuh ibu.

Secara teknis, sistem kekebalan tubuh semestinya menyerang dan membersihkan sel-sel 'asing' ini. Tetapi lantaran argumen yang belum sepenuhnya kita pahami, sel-sel bayi sukses tetap tidak terdeteksi, alias apalagi mungkin terlindungi di dalam tubuh ibu. Beberapa sel apalagi menetap di organ-organ seperti hati, jantung, dan otak.

Apakah mikrokimerisme janin baik alias buruk?

Banyak penelitian tentang mikrokimerisme janin, Bunda. Hingga kini, para intelektual tetap terus mengumpulkan informasi. Namun sejauh ini, bukti yang ada sangat beragam.

Berikut beberapa buktinya:

  • Penyakit autoimun

Perempuan dilaporkan lebih rentan terhadap kondisi autoimun dibandingkan laki-laki, dan sel janin telah ditemukan di jaringan yang rusak. Beberapa peneliti menduga sel-sel ini dapat berkedudukan dalam memicu penyakit.

  • Perlindungan dari penyakit

Mikrokimerisme juga telah dikaitkan dengan perlindungan terhadap penyakit autoimun tertentu.

  • Penelitian tentang kanker

Dalam beberapa studi, ibu yang menderita kanker mempunyai lebih sedikit sel janin daripada ibu yang sehat, yang menunjukkan peran protektif. Namun, dalam studi lain, sel janin ditemukan di dalam tumor, sehingga menimbulkan kemungkinan bahwa sel-sel tersebut merespons alias berinteraksi dengan penyakit tersebut.

Salah satu teori yang menarik adalah bahwa sel janin mungkin bertindak sebagai perangkat perbaikan internal. Banyak dari sel-sel ini mempertahankan sifat-sifat seperti sel punca, yang berfaedah mereka dapat berubah menjadi beragam jenis sel dan membantu meregenerasi jaringan.

Jadi, ketika tubuh ibu terluka, sel-sel janin dapat bergerak ke letak kerusakan. Mereka bertindak sebagai tim pertolongan pertama.

Hal serupa juga dijelaskan dalam ulasan di laman Nature. Bukti yang terkumpul menunjukkan bahwa sel mikrokimera dapat berkontribusi pada proses protektif dan patologis.

Pada janin dan bayi baru lahir, sel ibu dapat memandu pematangan garis keturunan imun dan meningkatkan resistensi terhadap infeksi. Sementara pada ibu, sel janin telah terlibat dalam perbaikan jaringan, modulasi respons inflamasi, dan perkembangan kondisi autoimun.

Keseimbangan antara hasil yang berfaedah dan merugikan tampaknya berjuntai pada jenis sel, lokalisasi jaringan, dan hubungan dengan aspek genetik dan lingkungan inang.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/pri)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads