Skincare Remaja: Mana yang Wajib dan Mana yang Nggak Perlu?

Insight Bunda Masa Kini oleh Waktu baca 10 menit 515x dilihat
Skincare Remaja: Mana yang Wajib dan Mana yang Nggak Perlu?

Bagikan Postingan

Skincare remaja nggak kudu 10 langkah. Kenali skincare yang wajib untuk remaja, mana yang opsional, dan produk yang sebenarnya belum diperlukan.

Anak mulai tertarik skincare lantaran memandang teman, TikTok, alias video get ready with me? Jangan heran jika tiba-tiba mereka punya daftar produk yang mau dibeli, mulai dari facial wash, toner, serum, exfoliating toner, sampai retinol.

Padahal, skincare remaja sebenarnya nggak perlu serumit itu. American Academy of Dermatology (AAD) merekomendasikan rutinitas yang sederhana dan sesuai usia, dengan konsentrasi pada membersihkan wajah, menjaga kelembapan kulit, dan melindungi kulit dari sinar matahari.

Jadi, sebelum memenuhi rak bilik mandi dengan beragam produk yang sedang viral, yuk kenali dulu skincare remaja mana yang betul-betul wajib, mana yang hanya opsional, dan mana yang sebenarnya belum diperlukan.

BACA JUGA: 7 Basic Skincare untuk Remaja di Bawah Rp100 Ribu, Facial Wash hingga Suncreen

Skincare Remaja yang Wajib Dimiliki

Foto: Magnific

Untuk remaja yang baru mulai merawat kulit, Mommies nggak perlu langsung membelikan banyak produk. Fokus dulu pada tiga perihal utama: cleanser, moisturizer, dan sunscreen.

1. Facial Wash alias Cleanser: Wajib

Membersihkan wajah adalah salah satu dasar skincare remaja.

Pilih facial wash yang lembut dan tidak membikin kulit terasa tertarik alias perih setelah digunakan. Remaja dengan kulit berminyak alias acne-prone juga tetap memerlukan pembersih yang gentle, bukan produk yang membikin wajah terasa “kesat” lantaran terlalu banyak mengangkat minyak.

Mayo Clinic menyarankan penggunaan mild cleanser dan menghindari kebiasaan mencuci alias menggosok wajah secara berlebihan lantaran perihal tersebut dapat mengiritasi kulit dan memperburuk acne.

Untuk remaja yang aktif berolahraga, membersihkan wajah setelah kegiatan yang membikin banyak berkeringat juga bisa dilakukan.

Yang dicari: gentle, non-abrasive, dan sesuai kondisi kulit.

Yang nggak perlu: facial wash dengan banyak bahan aktif hanya lantaran sedang viral.

2. Moisturizer: Wajib, Termasuk untuk Kulit Berminyak

Masih ada dugaan bahwa remaja dengan kulit berminyak alias berjerawat nggak memerlukan moisturizer. Padahal, kulit yang acne-prone tetap perlu dijaga kelembapannya.

Pilih moisturizer yang ringan dan bercap non-comedogenic, oil-free, alias tidak mudah menyumbat pori-pori. Jika kulit condong sensitif, produk tanpa pewangi juga bisa menjadi pilihan untuk mengurangi akibat iritasi.

Moisturizer juga bisa membantu ketika anak menggunakan treatment acne seperti benzoyl peroxide, salicylic acid, alias retinoid yang dapat membikin kulit kering dan iritasi.

Jadi, jangan sampai lantaran takut jerawatan, moisturizer justru dihilangkan dari rutinitas.

3. Sunscreen: Wajib

Kalau anak sudah mulai punya rutinitas skincare, sunscreen sebaiknya menjadi bagian dari rutinitas pagi.

AAD merekomendasikan sunscreen broad-spectrum dengan SPF 30 alias lebih sebagai bagian dari perlindungan terhadap sinar UV.

Bagi remaja yang sedang mengalami acne, sunscreen juga bisa membantu mencegah jejak kehitaman setelah jerawat menjadi semakin terlihat. Beberapa obat alias treatment acne juga dapat membikin kulit lebih sensitif terhadap matahari.

Pilih sunscreen yang terasa nyaman digunakan dan, terutama bagi kulit acne-prone, pertimbangkan produk berlabel non-comedogenic.

BACA JUGA: 7 Rekomendasi Skincare untuk Remaja Acne-Prone, Bantu Kurangi Jerawat Secara Bertahap

Skincare Remaja yang Opsional: Perlu alias Nggak?

Nah, setelah tiga produk dasar di atas sudah kondusif dan konsisten digunakan, barulah Mommies bisa mempertimbangkan produk tambahan.

Tapi kuncinya adalah “dibutuhkan”, bukan “karena sedang viral.”

4. Acne Treatment: Perlu Kalau Anak Memang Berjerawat

Kalau anak mulai mengalami komedo alias jerawat, produk dengan bahan aktif tertentu memang dapat membantu. Beberapa bahan yang umum digunakan untuk acne antara lain salicylic acid, benzoyl peroxide, dan retinoid seperti adapalene.

Namun, bukan berfaedah semua bahan aktif tersebut kudu digunakan sekaligus.

Salicylic acid membantu membuka pori yang tersumbat, sementara benzoyl peroxide bekerja antara lain dengan mengurangi kuman penyebab acne. Adapalene merupakan retinoid yang membantu mencegah pori tersumbat dan digunakan dalam pengobatan acne.

Karena bahan aktif dapat menyebabkan kulit kering alias iritasi pada sebagian orang, penggunaannya perlu disesuaikan dengan kondisi kulit dan petunjuk penggunaan.

Kalau jerawat semakin berat, terasa sakit dan dalam, meninggalkan bekas, alias tidak membaik setelah perawatan yang konsisten, sebaiknya konsultasikan dengan master kulit.

5. Serum: Boleh, Tapi Bukan Keharusan

Serum sering terlihat seperti produk wajib dalam beragam rutinitas skincare di media sosial. Padahal, remaja nggak otomatis memerlukan serum.

Kalau kulit anak baik-baik saja dan kebutuhan dasarnya sudah terpenuhi dengan cleanser, moisturizer, dan sunscreen, sebenarnya nggak ada tanggungjawab menambahkan serum.

Serum baru lebih masuk logika jika ada kebutuhan kulit tertentu dan kandungannya memang sesuai. Misalnya, jika anak mempunyai concern acne, produk dengan bahan yang memang ditujukan untuk acne bisa dipertimbangkan.

Yang penting, jangan menambahkan serum hanya lantaran mau punya rutinitas skincare yang terlihat lengkap.

6. Toner: Opsional

Toner juga bukan produk wajib dalam skincare remaja.

Kalau anak merasa nyaman menggunakan hydrating toner, sebenarnya boleh saja selama produknya gentle dan tidak membikin kulit iritasi. Namun, toner bukan pengganti moisturizer dan tidak kudu ada agar rutinitas skincare dianggap lengkap.

Terutama untuk remaja dengan kulit sensitif alias mudah berjerawat, semakin sedikit produk yang tidak diperlukan justru bisa membikin rutinitas lebih mudah dijalankan.

BACA JUGA: 7 Kesalahan Skincare Remaja yang Bisa Bikin Jerawat Makin Parah

Skincare Remaja yang Sebenarnya Belum Perlu

Foto: Magnific

Di sinilah Mommies mungkin perlu sedikit menahan diri ketika anak meminta produk yang sedang ramai di media sosial.

AAD mengingatkan bahwa tweens dan teens sebaiknya konsentrasi pada produk yang sesuai usia. Produk dengan active ingredients seperti retinol, vitamin C, dan exfoliating acids yang ditujukan untuk concern seperti kerutan, sun damage, alias uneven skin tone umumnya belum diperlukan untuk kulit yang tetap muda dan dapat meningkatkan akibat iritasi. Namun, dalam kondisi tertentu, master kulit dapat merekomendasikan bahan aktif tertentu untuk mengatasi masalah seperti acne.

Jadi, masalahnya bukan sekadar “bahan ini boleh alias nggak boleh untuk remaja?”, tetapi apakah anak memang membutuhkannya.

7. Retinol untuk Anti-Aging: Belum Perlu

Kalau anak remaja meminta retinol lantaran memandang influencer menggunakannya, Mommies nggak perlu panik, tapi juga nggak kudu langsung membelinya.

Retinoid tertentu memang digunakan dalam pengobatan acne dan dapat direkomendasikan untuk remaja dengan kondisi tertentu. Namun, retinol untuk tujuan anti-aging bukan kebutuhan skincare remaja.

Masalah seperti kerutan dan tanda penuaan bukanlah concern utama kulit remaja. Jadi, menggunakan produk anti-aging tanpa kebutuhan yang jelas justru berpotensi membikin rutinitas menjadi lebih rumit dan meningkatkan akibat iritasi.

Kalau anak memang memerlukan retinoid untuk acne, sebaiknya gunakan berasas kebutuhan kulit dan pengarahan tenaga kesehatan.

8. Exfoliating Toner alias Acid: Nggak Wajib

AHA, BHA, dan beragam exfoliating acids sering muncul dalam konten skincare. Namun, bukan berfaedah semua remaja perlu menggunakannya.

Eksfoliasi yang terlalu garang dapat menyebabkan kulit merah, kering, dan iritasi. AAD juga mengingatkan bahwa penggunaan exfoliating products perlu disesuaikan dengan kondisi kulit dan dapat memperburuk iritasi jika dilakukan secara berlebihan.

Bahkan, jika anak sudah menggunakan produk acne tertentu, menambahkan exfoliating acid tanpa kalkulasi bisa membikin kulit semakin kering alias iritasi.

Jika anak memang memerlukan bahan exfoliating untuk masalah kulit tertentu, penggunaannya sebaiknya dilakukan secara hati-hati dan tidak asal menambahkan beberapa produk sekaligus.

9. Scrub Wajah: Nggak Perlu

Kulit remaja bukan berfaedah kudu sering “dibersihkan sampai kesat”.

Scrub wajah yang kasar justru dapat mengiritasi kulit, terutama jika anak sudah mengalami jerawat alias menggunakan produk acne treatment. Mayo Clinic juga menyarankan menghindari facial scrub dan produk lain yang dapat mengiritasi kulit acne-prone.

Jadi, jika anak meminta scrub lantaran merasa ada komedo alias kulit kusam, jelaskan bahwa menggosok wajah lebih keras bukan berfaedah pori-pori bakal menjadi lebih bersih.

10. Eye Cream, Sleeping Mask, dan Produk Tambahan Lainnya: Belum Dibutuhkan

Eye cream, sleeping mask, essence, face oil, dan beragam produk tambahan lainnya bukan otomatis produk yang “dilarang” untuk remaja.

Namun, produk-produk tersebut juga bukan kebutuhan dasar yang kudu ada dalam rutinitas skincare mereka.

Kalau kulit anak tidak mempunyai masalah tertentu yang mau ditangani, nggak perlu menambah produk hanya agar rutinitas terlihat lebih lengkap.

BACA JUGA: Sunscreen Untuk Remaja Rentan Berjerawat alias Acne-Prone

Jadi, Berapa Banyak Skincare yang Sebenarnya Dibutuhkan Remaja?

Kalau anak baru mulai skincare, Mommies bisa memulai dari rutinitas sesederhana ini:

Pagi:

  1. Gentle cleanser
  2. Moisturizer
  3. Sunscreen

Malam:

  1. Gentle cleanser
  2. Moisturizer

Kalau anak mengalami acne, produk treatment dapat ditambahkan sesuai kebutuhan dan petunjuk penggunaannya.

Jadi, nggak perlu langsung 7 alias 10 langkah skincare. AAD menekankan bahwa konsistensi lebih krusial daripada rutinitas yang panjang, dan produk baru sebaiknya diperkenalkan satu per satu agar lebih mudah memandang apakah kulit dapat mentoleransinya.

Bagaimana Kalau Anak Sudah Terlanjur Punya Banyak Skincare?

Nggak perlu langsung membuang semuanya.

Mommies bisa membujuk anak memandang kembali produk yang mereka punya. Mana yang memang digunakan untuk kebutuhan kulit tertentu, mana yang sebenarnya hanya dibeli lantaran sedang viral, dan mana yang justru membikin kulit terasa perih, kering, alias semakin bermasalah.

Kalau kulit anak sedang baik-baik saja, sederhanakan kembali rutinitasnya. Fokus pada cleanser, moisturizer, dan sunscreen terlebih dahulu.

Kalau ada produk acne treatment yang memang dibutuhkan, masukkan secara berjenjang dan perhatikan respons kulit.

Yang juga penting, jangan membikin anak merasa salah hanya lantaran tertarik dengan skincare. Ketertarikan tersebut justru bisa menjadi kesempatan untuk mengajarkan bahwa merawat diri bukan berfaedah kudu mengikuti semua tren yang muncul di media sosial.

Kapan Remaja Perlu Konsultasi ke Dokter Kulit?

Foto: Magnific

Kalau masalah kulit anak hanya berupa kulit sedikit berminyak alias beberapa komedo, basic skincare bisa menjadi langkah awal.

Namun, konsultasi dengan master kulit sebaiknya dipertimbangkan jika jerawat semakin parah, terasa sakit alias dalam, meninggalkan jejak alias jaringan parut, alias tidak membaik meski sudah menggunakan perawatan yang sesuai secara konsisten.

Begitu juga jika kulit anak mengalami reaksi seperti kemerahan, rasa terbakar, gatal, alias iritasi setelah menggunakan produk baru dan keluhannya tidak kunjung membaik.

FAQ Skincare Remaja

Skincare apa yang wajib untuk remaja?

Tiga produk dasar yang bisa menjadi fondasi skincare remaja adalah gentle cleanser, moisturizer, dan sunscreen. Produk tambahan dapat dipertimbangkan berasas kondisi dan kebutuhan kulit.

Apakah remaja boleh memakai serum?

Boleh, tetapi serum bukan skincare wajib untuk remaja. Jika kulit tidak mempunyai masalah tertentu yang perlu ditangani, basic skincare yang konsisten sudah cukup menjadi fondasi.

Apakah remaja perlu memakai retinol?

Retinol untuk tujuan anti-aging umumnya belum diperlukan oleh remaja. Namun, retinoid tertentu seperti adapalene dapat digunakan untuk mengatasi acne pada remaja sesuai kebutuhan dan petunjuk tenaga kesehatan.

Apakah remaja dengan kulit berminyak tetap perlu moisturizer?

Iya. Kulit berminyak tetap memerlukan moisturizer. Pilih moisturizer yang ringan dan non-comedogenic agar lebih sesuai untuk kulit yang mudah berjerawat.

Apakah remaja perlu exfoliating toner?

Tidak selalu. Exfoliating toner bukan produk wajib dan penggunaannya terlalu sering dapat menyebabkan iritasi. Jika memang dibutuhkan untuk kondisi kulit tertentu, gunakan secara hati-hati dan sesuaikan dengan kondisi kulit.

Apakah skincare remaja kudu mahal?

Nggak. Harga bukan satu-satunya penentu apakah sebuah produk cocok untuk kulit remaja. Yang lebih krusial adalah produk tersebut sesuai kebutuhan kulit, gentle, dan digunakan secara konsisten.

BACA JUGA: 7 Skincare yang Bisa Dipakai Anak dan Orang Tua, Aman dan Nggak Perlu Banyak Produk!

Skincare Remaja Nggak Harus Banyak

Di tengah tren skincare yang membikin seolah-olah setiap masalah kulit memerlukan satu produk khusus, Mommies mungkin perlu mengingatkan anak bahwa lebih banyak bukan berfaedah lebih baik.

Remaja nggak kudu punya serum, toner, exfoliating acid, retinol, eye cream, sleeping mask, dan sederet produk lainnya hanya agar dianggap sudah melakukan skincare. Mulai dari cleanser, moisturizer, dan sunscreen, lampau tambahkan produk lain jika memang ada kebutuhan kulit yang jelas.

Dan jika anak meminta produk viral lantaran melihatnya di TikTok, mungkin ini justru kesempatan yang bagus untuk ngobrol: “Kamu sebenarnya butuh produk ini, alias hanya penasaran lantaran semua orang sedang pakai?”

Pada akhirnya, skincare juga bisa menjadi kesempatan untuk mengajarkan anak sesuatu yang lebih penting: merawat diri bukan tentang mengikuti semua tren, tetapi belajar mengenali kebutuhan tubuh dan membikin pilihan yang tepat untuk diri sendiri.

Cover: Pexels

Artikel Lainnya Insight Bunda Masa Kini
Close Right Ads
Close Left Ads