Stres berlebihan tidak hanya mengganggu kesehatan mental; dampaknya juga kerap tampak pada fitur wajah dan kondisi kulit secara keseluruhan. Mengetahui tanda-tanda ini membantu kita mengenali sumber stres lebih cepat dan mengambil langkah perawatan yang tepat.
Ketika stres berlangsung lama, tubuh memberi berbagai sinyal — salah satunya berupa perubahan yang muncul di wajah akibat respons fisik dan kebiasaan yang berkembang karena tekanan.
"Stres kronis dapat terlihat di wajah dalam dua cara. Pertama, hormon yang dilepaskan tubuh saat kita merasa stres dapat menyebabkan perubahan fisiologis yang berakibat negatif pada kulit," kata pendidik perawat, Debra Sullivan, Ph.D., MSN, RN, CNE, COI.
"Kedua, emosi stres juga dapat menyebabkan kebiasaan jelek seperti mengertakkan gigi alias menggigit bibir," sambungnya, dilansir Healthline.
Perubahan pada wajah akibat stres sering luput dari perhatian karena dianggap masalah kulit biasa. Padahal, mengenali pola-pola ini bisa membantu menemukan akar stres dan cara mengatasinya.
Tanda-tanda stres berlebihan yang terlihat dari wajah
Berikut enam tanda stres berlebihan yang sering tampak pada wajah dan patut diwaspadai.
1. Jerawat
Garis besar mekanismenya: saat stres naik, tubuh melepaskan lebih banyak kortisol. Peningkatan kortisol mendorong hipotalamus memproduksi corticotrophin-releasing hormone (CRH), yang diduga merangsang kelenjar sebaceous mengeluarkan lebih banyak minyak.
Minyak berlebih dapat menyumbat pori dan memicu jerawat, terutama jika ditambah kebiasaan menyentuh wajah saat cemas. Sebuah studi tahun 2017 di jurnal Clinical, Cosmetic and Investigational Dermatology pernah meneliti pengaruh stres pada jerawat pada mahasiswi kedokteran berumur 22 hingga 24 tahun. Para peneliti menemukan bahwa tingkat stres yang lebih tinggi berkorelasi positif dengan tingkat keparahan jerawat.
2. Kantung di bawah mata
Kantung mata adalah pembengkakan di bawah kelopak yang kian umum seiring penuaan karena melemahnya otot penyangga dan hilangnya elastisitas kulit. Namun faktor lain seperti kurang tidur akibat stres juga berperan.
Penelitian yang diterbitkan di Inflammation & Allergy-Drug Targets tahun 2014 menunjukkan bahwa kurang tidur karena stres dapat mempercepat tanda-tanda penuaan — termasuk garis halus, berkurangnya elastisitas, dan pigmentasi tidak merata — yang pada gilirannya memicu terbentuknya kantung di bawah mata.
3. Ruam kulit
Stres dapat melemahkan sistem kekebalan dan mengganggu keseimbangan mikroba di usus serta kulit (disbiosis). Ketidakseimbangan ini sering berujung pada kulit kemerahan atau ruam.
"Stres juga diketahui memicu alias memperburuk beberapa kondisi yang dapat menyebabkan ruam alias peradangan kulit, seperti psoriasis, eksim, dan dermatitis kontak," ungkap Sullivan.
4. Kerutan
Respons fisiologis terhadap stres dapat mengubah protein kulit dan mengurangi elastisitasnya. Selain itu, ekspresi wajah yang berulang ketika cemas atau marah — misalnya sering mengernyit — mendorong pembentukan garis dan kerutan, khususnya di dahi.
5. Kulit kering
Lapisan terluar kulit, stratum korneum, berperan sebagai penghalang yang menjaga kelembapan dan melindungi jaringan di bawahnya. Saat stres mengganggu fungsi lapisan ini, kulit lebih mudah kehilangan cairan sehingga menjadi kering, terasa gatal, dan rentan iritasi.
6. Wajah memerah dan kurang elastis
Perubahan pola napas saat cemas atau stres bisa menyebabkan kemerahan sementara pada wajah. Pada tingkat stres yang tinggi, kemampuan kulit untuk pulih juga menurun sehingga elastisitas berkurang dan tekstur kulit tampak kusam atau kasar.
"Kulit tidak pulih seefisien biasanya saat stres. Kulit menjadi kurang elastis, kilau memudar lebih cepat, menjadi lebih kasar, peradangan berjalan lebih lama, dan kulit tidak bisa pulih seperti saat seseorang cukup rehat alias mendapat support di sistem sarafnya," ungkap mahir kecantikan selebriti Elizabeth Grace Hand, dikutip dari Bazaar.
Itulah enam tanda stres berlebihan pada wajah yang sering tidak disadari. Mengenali gejala-gejala ini adalah langkah pertama untuk mencari solusi, baik dengan perawatan kulit, perbaikan tidur, maupun manajemen stres.