Kincai Media , JAKARTA -- Rasulullah SAW menuturkan berbagai kisah untuk menguatkan ketaatan kaum Muslimin. Ada banyak pelajaran yang dapat dipetik dari kisah orang-orang beragama di masa lalu. Salah satunya, wanita pada zaman Firaun di Mesir yang gugur sebagai syahid.
Kisah ini dimuat dalam hadits riwayat Ahmad dari Abdullah bin Abbas. "Rasulullah SAW bersabda, 'Pada malam ketika saya diperjalankan (isra'), tiba-tiba aroma wangi semerbak menghampiriku. Maka saya bertanya, 'Wahai Jibril, wangi apakah ini?'
Dia (Jibril) menjawab, 'Ini adalah aroma wangi dari seorang wanita yang (bekerja sebagai) penyisir (rambut) putri Firaun serta anak-anaknya.' Beliau menuturkan, 'Aku bertanya, 'Bagaimana cerita tentang mereka?' Dia (Jibril) menceritakan, 'Ketika dia (perempuan tersebut) sedang menyisir putri Firaun suatu hari, tiba-tiba sisir itu jatuh dari tangannya, kemudian dia mengatakan, 'Bismillah.'
(Mendengarnya) maka putri Firaun bertanya, '(Apakah yang engkau sebut) itu ayahku?' Dia (perempuan itu) menjawab, 'Bukan. (Nama itu adalah) Tuhanku dan Tuhan ayahmu. Dia adalah Allah.'
Putri Firaun itu mengancam, 'Aku bakal beritakan kepadanya (Firaun).' Perempuan itu menimpali, 'Ya, silakan saja.' Putri Firaun lampau mengadukannya kepada Firaun. Akhirnya, Firaun memanggilnya dan menginterogasinya, 'Hai fulanah, apa Anda punya tuhan selain aku?'
Perempuan itu berkata, 'Ya, Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah.' Firaun lampau menyuruh pembantunya untuk mendatangkan sebuah tungku yang sangat besar, terbuat dari tembaga, yang lampau dipanaskan.
Kemudian, dia (Firaun) memaksa wanita itu agar terjun ke dalamnya (tungku tersebut) berbareng dengan anak-anaknya. Perempuan itu berkata, 'Aku punya satu permintaan kepadamu.' Firaun bertanya, 'Apa itu?'
Perempuan itu mengatakan, 'Aku mau kau mengumpulkan tulang-tulangku dan tulang anak-anakku dalam satu kain, lampau kuburkanlah kami bersama-sama.' Firaun menimpali, 'Itu sudah menjadi hakmu dan tanggungjawab bagi kami.'
Rasulullah SAW meneruskan kisahnya, 'Firaun kemudian menyuruh (para algojonya) agar anak-anaknya (perempuan tersebut) dijatuhkan ke dalam tungku panas tepat di hadapannya satu per satu. Maka tiba giliran anak bayi yang tetap disusui (perempuan tadi). Perempuan itu spontan seperti mau mundur karenanya.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·