Tak Perlu Berdebat, Ini Kalimat Tegas untuk Menghadapi Orang yang Suka Meremehkan Perasaan

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 3 menit 509x dilihat
Tak Perlu Berdebat, Ini Kalimat Tegas untuk Menghadapi Orang yang Suka Meremehkan Perasaan

Bagikan Postingan

Tidak semua orang bisa memahami emosi yang sedang dialami orang lain. Tak jarang, ketika mencoba mengungkapkan kesedihan, kekhawatiran, alias perspektif pandang, seseorang justru dianggap terlalu sensitif alias berlebihan.

Perkataan seperti itu dapat membikin seseorang merasa emosinya tidak dihargai. Padahal, mempunyai emosi yang mendalam bukan berfaedah seseorang bersikap dramatis alias mencari perhatian.

Oleh lantaran itu, krusial untuk mengetahui langkah merespons orang yang doyan meremehkan emosi dengan tetap tenang dan tegas.


Lantas, kalimat apa saja yang bisa digunakan untuk menghadapi mereka tanpa kudu memperkeruh keadaan? Yuk, simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Kalimat tegas untuk menghadapi orang yang meremehkan perasaan

Dilansir Parade, ketika seseorang mengabaikan emosi Bunda, mungkin susah untuk mengetahui gimana kudu merespons. Jadi, gimana saran master untuk mengatasi penolakan semacam ini?

“Saya bakal berhati-hati dengan pendapat ‘menutup percakapan seseorang’, lantaran tujuannya bukanlah untuk memenangkan interaksi. Tujuannya adalah untuk melindungi realitas emosional Anda tanpa memperburuk dinamika tersebut,” ujar Psikiater, Dr. Sasha Hamdani.

Meski begitu, dia mempunyai jawaban jagoan yang dia rekomendasikan. Ungkapan yang disukai adalah “Kamu tidak kudu setuju dengan emosi saya agar emosi itu valid”.

Menurutnya, ungkapan ini lugas, realistis, dan mengingatkan kedua belah pihak bahwa pengesahan emosional bukanlah perihal yang sama dengan mengakui kesalahan.

3 Tanggapan lain yang didukung master untuk digunakan

Selain “Kamu tidak kudu setuju dengan emosi saya agar emosi itu valid”, Hamdani mempunyai beberapa respons jagoan lain yang direkomendasikan.

Ia pun memberikan beberapa rekomendasi kalimat lainnya yang dapat Bunda sampaikan ketika ada seseorang yang meremehkan emosi Bunda:

  • “Saya tidak meminta Anda untuk memperbaiki ini, saya hanya meminta Anda untuk mendengarkan saya.”
  • “Ketika Anda mengabaikan perihal ini, itu membikin saya semakin susah merasa kondusif dalam percakapan ini.”
  • “Saya bisa bertanggung jawab atas reaksi saya, tetapi saya tetap perlu Anda mengakui dampaknya.”

Lebih lanjut, dia mengatakan kuncinya adalah tetap berpegang teguh pada pengalaman Bunda tanpa menjelaskan secara berlebihan alias memohon agar orang lain peduli.

Penyebab seseorang meremehkan emosi orang lain

Ketika seseorang mengatakan perihal yang merendahkan emosi orang seperti, “Jangan terlalu sensitif”, apakah perkataan tersebut lebih mencerminkan orang yang mengucapkannya alias justru orang yang menjadi sasaran?

Hamdani menjelaskan bahwa jawabannya bisa berbeda lantaran setiap situasi mempunyai konteks masing-masing.

Namun, menurutnya, ketika seseorang mengatakan “Jangan terlalu sensitif”, bisa jadi dia sebenarnya merasa tidak nyaman menghadapi emosi, tidak tahu gimana kudu merespons, alias berupaya menghentikan emosi yang tidak dia pahami.

Di sisi lain, bukan berfaedah orang yang sensitif selalu memberikan respons yang tepat alias setiap emosi kudu menentukan keputusan yang diambil. Meski begitu, perkataan yang meremehkan emosi tetap bukanlah respons yang membantu.

Menurut Hamdani, kalimat seperti itu biasanya tidak membantu siapa pun untuk mengatur emosi. Ungkapan tersebut hanya menambah rasa malu di atas rasa sakit.

Nah, itulah kalimat tegas yang dapat Bunda sampaikan untuk menghadapi orang yang meremehkan perasaan. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads