Kincai Media, Jakarta - Islam memberikan kesempatan yang sama kepada setiap Muslim untuk meraih pahala, tanpa memandang banyak alias sedikitnya kekayaan yang dimiliki. Bagi mereka yang tidak bisa bersedekah dengan materi, Rasulullah SAW mengajarkan beragam ibadah sederhana yang berbobot sedekah, mulai dari berdzikir, membujuk kepada kebaikan, mencegah kemungkaran, hingga melakukan baik kepada keluarga. Penjelasan ini dikemukakan Imam Al Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin.
Agama Islam sangat setara dan sempurna. Nabi Muhammad SAW dalam sabdanya menunjukkan perihal apa saja yang bisa disedekahkan oleh orang yang sedikit hartanya. Sabda Nabi Muhammad SAW tersebut dijelaskan Imam Al Ghazali.
Pada suatu hari orang-orang miskin datang kepada Rasulullah SAW kemudian berkata, "Orang-orang kaya punya banyak kesempatan memperoleh pahala. Mereka sholat dan puasa seperti kami (orang miskin), bakal tetapi mereka bisa mendapatkan pahala lebih lantaran kekayaan mereka."
Nabi Muhammad SAW bertanya, "Tidakkah Allah SWT juga menyuruh kalian bersedekah? Setiap tasbih yang kalian ucapkan adalah sedekah, setiap tahmid dan tahlil adalah sedekah, setiap takhir juga sedekah, setiap menyuruh kebaikan (amar ma'ruf) berbobot sedekah, setiap melarang kejahatan (nahi munkar) juga berbobot sedekah. Demikian pula dengan setiap makanan yang kalian berikan untuk konsumsi family merupakan sedekah. Setiap hubungan suami istri di antara kalian adalah sedekah."
Mereka bertanya kembali kepada Nabi Muhammad SAW, "Ya Rasulullah, apakah salah seorang dari kami yang datang kepada istrinya dengan syahwat juga bakal mendapatkan pahala?"
Rasulullah SAW bersabda, "Tidakkah kalian mengetahui, jika seseorang menumpahkan syahwatnya di tempat yang diharamkan oleh Allah, maka dia bakal mendapatkan berdosa?" Mereka menjawab, "Ya."
Rasulullah SAW kemudian menjelaskan, "Demikian pula jika dia menumpahkan syahwatnya di tempat yang dihalalkan oleh Allah, niscaya dia juga bakal mendapatkan pahala." (HR Imam Muslim)
Dalam hadits lain, Rasulullah SAW menyampaikan perihal yang nyaris serupa kepada Abu Dzar al-Ghifari Radhyallahu anhu. Abu Dzar al-Ghifari dikisahkan adalah sahabat Nabi yang paling miskin tapi hidup bahagia.
Abu Dzar al-Ghifari pernah mengatakan, "Aku sempat mengeluh kepada Rasulullah. Orang-orang kaya menguasai seluruh persediaan pahala. Mereka melakukan ibadah-ibadah seperti yang kami kerjakan, dan mereka tetap dapat menginfakkan harta, sedangkan kami tidak."
Rasulullah SAW bersabda, "Maukah engkau, saya beritahu suatu ibadah yang andaikan engkau kerjakan niscaya engkau bakal mendapatkan pahala sebagai orang-orang kaya yang berada di sekitarmu? Yaitu dengan membaca Subhanallah 33 kali, Alhamdulillah 33 kali dan Allahu Akbar 34 kali pada setiap selesai dari sholat-sholatmu." (HR Imam Ibnu Majah)