Kincai Media , MADINAH -- Surga menjadi jawaban yang dijanjikan Allah SWT bagi hamba-hamba-Nya yang beragama dan bertakwa.
Namun, menurut, Syekh Muhammad Zakkariya al-Kandahlawi dalam kitabnya Fadhilah Amal, ada tiga ibadah yang dilakukan manusia ketika hidup di bumi sehingga dia masuk surga tanpa dihisab.
Pertama, orang yang selalu mengingat dan memuji Allah dalam keadaan senang alias susah. Kedua, orang yang sibuk beragama pada malam hari dan menjauhkan diri dari tempat tidurnya. Ketiga, orang yang berbisnis dan jual belinya tidak melalaikannya dari mengingat Allah.
Pernyataan Syekh al-Kandahlawi tersebut merujuk pada sabda riwayat Asma’, Rasulullah SAW bersabda, ”Aku mendengar Rasulullah bersabda pada hari hariakhir semua orang bakal dikumpulkan di suatu tempat. Suara yang diumumkan malaikat pasti bakal terdengar semua orang. Malaikat menggumumkan.
"Di manakah orang yang selalu mengingat dan memuji Allah dalam keadaan senang alias susah? Mendengar pengumuman itu sekelompok manusia berdiri dan masuk surga tanpa hisab.
Lalu Malaikat bakal mengumpulkan lagi di mana orang yang sibuk beragama pada malam hari dan menjauhkan diri dari tempat tidurnya? Sekelompok manusia bangun dan masuk surga tanpa hisab. Kemudian malaikat mengumum kan lagi di mana orang yang berbisnis dan jual belinya tidak melalaikan dari mengingat Allah? Kemudian sekelompok manusia bangun masuk surga tanpa hisab.”
Syekh Zakariyya mengatakan, riwayat ini juga ditegaskan dalam riwayat lain, sebagaimana dinukilkan dari kitab ad-Dur al-Mantsur. Ada sedikit tambahan redaksi ialah bakal diumumkan masyarakat Mahsyar untuk memandang siapakah orang yang mulia kemudian bakal diumumkan lagi, mereka adalah orang yang kesibukan perdagangannya tidak menghalangi dia dari mengingat Allah dan dari mendirikan shalat.
Dalam Tanbih al-Ghafilin, Syekh Nashar as-Samarqandi menjelaskan orang-orang itu masuk surga tanpa hisab muncullah dari jahanam seekor hewan yang lehernya panjang, matanya berkilat dan fasih berbicara, lampau hewan itu melompat ke arah manusia sembari berkata, ‘Aku diperintahkan untuk mengambil orang-orang yang sombong dan jelek akhlaknya. Kemudian hewan itu mematuk sekelompok manusia seperti seekor hewan mematuk biji-bijian, lampau melemparkan mereka ke neraka. Selanjutnya seekor hewan itu keluar lagi dan berkata,’
"Kini saya diutus kepada setiap orang yang membikin Allah dan Rasulnya murka.’ Lalu, orang-orang yang dicari itu dipatuknya dan dilemparkan ke jahanam. Kemudian hewan itu muncul lagi dan menargetkan orang-orang yang suka menggambar dan melukis (makhluk hidup) lampau orang-orang yang dicari itu dipatuknya dan dilemparkan ke jahanam.” "Setelah ketiga golongan itu masuk neraka barulah hisab dimulai," kata Syekh al-Kandahlawi.
sumber : Dok Republika
English (US) ·
Indonesian (ID) ·