Tokoh Muslim Ini Menginspirasi Pencerahan Eropa

Dec 27, 2025 08:18 AM - 4 bulan yang lalu 143509

Kincai Media , JAKARTA -- Akademisi Unida Gontor Prof Syamsuddin Arif dalam artikelnya, “Ibnu Rusyd dan Kemajuan Barat”, mengatakan, para intelektual Barat kerap menyanjung tokoh dari Andalusia ini.

Ibnu Rusyd dianggap sebagai jembatan pengetahuan yang menghubungkan antara Timur dan Barat—antara Islam dan Kristen. Sukar membayangkan para sarjana Kristen Barat bisa mencerna legasi Aristoteles tanpa kontribusi dan jasa besar Averroes--demikian masyarakat Eropa menyebut namanya.

Ernest Renan merupakan penulis yang pertama kali mengungkit ketokohan Ibnu Rusyd. Dalam karyanya, Averroèsetl’Averroïsme, cerdas pandai Prancis itu apalagi memuji sang polymath Muslim sebagai “peletak batu pertama rasionalisme Eropa.” Lebih lanjut, kemunculan girah intelektual Eropa pada dekade-dekade sebelum Renaisans dikaitkan dengan pembacaan mereka terhadap karya-karya Averroes.

Sesudah jatuhnya Imperium Romawi Barat, Benua Biru mengalami masa kegelapan. Begitu para bangsawan Eropa mempunyai akses pada bumi intelek kaum Muslimin, utamanya di Andalusia, keadaan mulai berubah. Mereka menyadari, umat Islam sangat maju pada masa itu. Dan, banyak sarjana Muslim yang dengan teliti menelaah karya-karya para pendahulu Barat, ialah kaum filsuf Yunani Kuno.

Melalui Ibnu Rusyd, orang-orang Eropa mulai mengenal makulat Yunani. Averroes menulis tafsir atas karya-karya Aristoteles dan filsuf Yunani lainnya. Hasilnya kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Latin sehingga beredar luas di Benua Biru.

Masyarakat Barat, apalagi hingga saat ini, mengagumi besarnya pengaruh Ibnu Rusyd dalam sejarah intelektual mereka. Pemikiran dan karya-karya sosok yang namanya dilafalkan sebagai Averroes itu sampai ke bumi Barat melalui Ernest Renan. Sarjana Prancis keturunan Yahudi itu menulis riwayat hidup berjudul Averroes et j'averroisme.

Apresiasi bumi Barat yang demikian besar terhadap karya Rusyd, kata Alfred Gillaume dalam Warisan Islam, menjadikan Rusyd lebih menjadi milik Eropa dari pada milik Timur. "Averroisme tetap merupakan aspek yang hidup dalam pemikiran Eropa sampai kelahiran pengetahuan pengetahuan eksperimental modern," tulis Gillaume.

"Ibnu Rusyd adalah seorang rasionalis, dan menyatakan berkuasa menundukkan segala sesuatu kepada pertimbangan akal, selain dogma-dogma keagamaan yang diwahyukan. Tetapi dia bukanlahthinker, alias seorang tak beriman," tulis Philip K Hitti dalam History of the Arabs.

Selain Tahaafutut Tahaafut, beberapa karya besar Rusyd lain adalah Kitab fil Kulliyat fi at Tibb (kaidah-kaidah umum dalam pengetahuan kedokteran) yang telah diterjemahkan ke bahasa latin dan menjadi rujukan krusial kedokteran; Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtashid (Kitab permulaan bagi mujtahid dan akhir makna/maksud); Kitab Fashl al Maqal fii ma Baina Syariah wa al Hilmah min al Ittisal, (menguraikan adanya keselarasan antara kepercayaan dan logika lantaran keduanya adalah pemberian Tuhan); Al Kasyf 'an Manahij al Adillah fi 'Aqaid al Millah (menyingkap masalah metodologi dan dalil-dalil kaum filsuf dalam kepercayaan beragama).

Selengkapnya