Waspadai Bahaya Istidraj

Dec 10, 2025 02:37 AM - 5 bulan yang lalu 161927

Kincai Media , JAKARTA -- Jika ada di antara kita saat ini bergelimang kekayaan dan kemewahan alias menduduki kedudukan bergengsi, jangan buru-buru mengucapkan alhamdulillah. Akan lebih baik jika terlebih dulu mengintropeksi diri.

Sebab, andaikan semua itu didapat melalui jalan yang buruk--semisal korupsi, suap, alias cara-cara haram lainnya--semua kedudukan yang nyaman itu bukanlah nikmat yang patut disyukuri, melainkan merupakan malapetaka (niqmah) yang mesti diwaspadai.

Dalam perspektif Islam, perihal ini disebut sebagai istidraj.

Dalam sebuah hadis, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Apabila engkau memandang Allah memberi seorang hamba kelimpahan bumi atas maksiat-maksiatnya, apa yang dia suka, maka ingatlah, sesungguhnya perihal itu adalah istidraj.”

Kemudian, Rasulullah SAW membacakan ayat ke-44 dari surah al-An'aam.

فَلَمَّا نَسُوْا مَا ذُكِّرُوْا بِهٖ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ اَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍۗ حَتّٰٓى اِذَا فَرِحُوْا بِمَآ اُوْتُوْٓا اَخَذْنٰهُمْ بَغْتَةً فَاِذَا هُمْ مُّبْلِسُوْنَ

"Maka, ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan pintu-pintu segala sesuatu (kesenangan) untuk mereka, sehingga ketika mereka berbahagia dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam putus asa."

Secara kebahasaan, istidraj berfaedah 'mengulur-ulur'.

Jadi, ketika ada orang yang tidak shalat, tidak puasa Ramadhan, doyan bermaksiat, tetapi hidupnya makmur, sejahtera, dan bergelimang kemewahan, ini adalah tanda-tanda istidraj.

Ketika ada golongan alias organisasi hidup dari duit haram, mungkin tampak bahwa usahanya kian maju, jumlah pengikutnya semakin bertambah, alias pengaruhnya kian meluas. Namun, semua itu justru melupakannya dari Allah. Maka, hati-hatilah! Yang seperti itu adalah tanda istidraj.

Ketika seseorang meraih pangkat dan kedudukan alias kemenangan dengan cara-cara yang kejam dan menghalalkan segala cara, sesungguhnya perihal ini juga istidraj.

sumber : Hikmah Republika oleh Ahmad Kusyairi Suhail

Selengkapnya