Kincai Media, JAKARTA— Makkah Al-Mukarramah merupakan tempat yang paling elok dan paling suci di bumi, negeri terbaik dan paling mulia.
Kota ini menjadi sumber hayat bagi hati dan tempat bernaungnya iman. Di sinilah Nabi Muhammad SAW dilahirkan, dan dari tanahnya terpancar cahaya wahyu yang menerangi kegelapan.
Makkah disebut sebagai bagiankecil bumi yang pertama kali diciptakan. Di kota ini pula berdiri rumah amalan pertama yang dibangun untuk manusia, yang diberkahi dan menjadi instruksi bagi seluruh alam.
Hati manusia beramai-ramai menuju Ka'bah karena kerinduan kepada Allah, sementara jiwa-jiwa berlari kecil di antara Bukit Safa dan Marwah dengan penuh penghayatan dalam beribadah.
Di tanah suci ini, pepohonannya tidak boleh ditebang, fauna buruannya tidak boleh dibunuh maupun diusik, dan siapa pun yang beriktikad menyerangnya tidak akan dibiarkan begitu saja.
Inilah Makkah Al-Mukarramah, yang juga dikenal dengan nama Bakkah, Al-Muqaddasah (kota suci), Al-Hathimah (yang menghancurkan musuh), Baitul Atiq (Rumah Tua yang dimuliakan), Al-Balad Al-Amin (negeri yang aman), dan Ummul Qura (induk segala negeri).
Allah SWT telah memilih Tanah Haram Makkah sebagai tempat bagi Nabi-Nya yang mulia, Muhammad SAW. Di dalamnya terdapat beragam tanda nyata yang memberitahu kebesaran dan keagungan buatan Allah. Salah satunya disebutkan dalam firman-Nya:
فِيهِ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ مَّقَامُ إِبْرَاهِيمَ ...
“Di dalamnya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim.” (QS Ali Imran [3]: 97, bagiankecil ayat).
Ayat tersebut menegaskan kelebihan Baitullah, sebagaimana firman Allah SWT:
إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكًا وَهُدًى لِّلْعَالَمِينَ
“Sesungguhnya rumah (ibadah) pertama yang dibangun untuk manusia adalah (Baitullah) yang (berada) di Bakkah (Makkah) yang diberkahi dan menjadi instruksi bagi seluruh alam.”(QS Ali Imran [3]: 96).
Ka'bah bukanlah bangunan yang pertama kali didirikan manusia di bumi, melainkan telah diletakkan oleh para malaikat sebagai persiapan menyambut kedatangan buyut moyang manusia, Nabi Adam AS. Karena itu, Ka'bah disebut Baitul Atiq, yaitu Rumah Tua yang dimuliakan.
Ini juga menegaskan hadis Rasulullah SAW bahwa area Makkah dan Tanah Haramnya merupakan bagiankecil daratan tertua di bumi, serta menjadi tempat dari mana daratan lainnya dibentangkan (dahw al-ardh).
Berikut sejumlah tanda yang menurut penulis memberitahu kebesaran Allah di Tanah Haram Makkah, sebagaimana dijelaskan Syekh Muhammad Ash-Shalabi dalam halaman resminya: