Bahaya Penumpukan Dosa

Jan 12, 2026 06:14 PM - 4 bulan yang lalu 142701

Kincai Media , JAKARTA -- Pada suatu hari, selepas Perang Hunain, Nabi Muhammad SAW berbareng para sahabatnya singgah di suatu tempat yang sangat tandus. Ketika itu, Rasulullah SAW memerintahkan mereka agar mengumpulkan apa saja yang ada di sekeliling mereka.

Dengan segera, para sahabat mencari benda-benda di sekeliling mereka; mulai dari ranting kayu, tulang belulang, hingga rontokan gigi hewan. Dalam waktu sekejap, mereka sukses menghimpun barang-barang tersebut sampai semua itu menjadi tumpukan besar.

Rasulullah SAW memandang tumpukan besar itu, kemudian beliau bersabda, "Apakah kalian memandang benda-benda ini? Ketahuilah, dia sama halnya dengan dosa-dosa yang terkumpul pada diri seseorang di antara kalian. Oleh lantaran itu, hendaknya seorang Muslim takut kepada Allah. Janganlah melakukan dosa, baik mini maupun besar. Sebab, semuanya bakal dihitung dan diminta pertanggungjawabannya."

Demikianlah gimana Rasulullah menggambarkan pandangan kebanyakan kita terhadap dosa. Acap kali, kita meremehkan dosa, khususnya yang kecil-kecil.

Beliau menyetarakan peremehan kita terhadap dosa dengan peremehan kita terhadap barang-barang tidak terpakai dan ringan, semisal tulang belulang alias ranting kayu. Kemudian, Nabi SAW menggambarkan gimana hakekat dosa alias pertumbuhan dosa itu.

Menurut beliau, dosa mini yang terus dilakukan bakal bertumbuh ruah bagai tumpukan besar seperti gunung, sehingga memerlukan upaya ekstrakuat untuk menyingkirkannya. Tumpukan dosa seumpama kobaran api.

Api itu awalnya hanyalah berupa percikan. Ia menjadi kobaran dahsyat jika dibiarkan, tidak dipadamkan. Padahal, percikan lebih mudah dipadamkan daripada ketika telah menjadi kobaran api nan hebat.

Demikian halnya dosa kecil, ketika tetap sedikit lebih mudah dihapuskan daripada ketika telah menjadi tumpukan besar dosa. Oleh lantaran itu, terapi yang Rasulullah SAW ajarkan pada kita sebagai umat beliau adalah agar kita sedapat mungkin menjauhi dosa kecil, apatah lagi dosa besar.

Jika kita telah melakukan dosa sekecil apa pun, beliau mengajarkan agar kita bertobat atasnya, kemudian mengikutinya dengan ibadah kebaikan yang dapat menghapuskannya.

Seperti disinyalir dalam sabdanya, "Bertakwalah kepada Allah di mana pun Anda berada, dan ikutilah setiap kejelekan dengan kebaikan yang dapat menghapuskannya" (HR Muslim).

Insya Allah, dengan kewaspadaan kita untuk tidak melakukan dosa sekecil apa pun, kita bakal selamat ketika diminta pertanggungjawaban kelak.

Selengkapnya