Kincai Media , Kisah kaum Nabi Luth Alahissalam dalam Alquran tidak hanya menggambarkan penyimpangan seksual yang mereka lakukan, tetapi juga beragam corak kemaksiatan dan kerusakan sosial lainnya.
Ketika mereka terus membangkang, menolak nasihat, apalagi menantang datangnya balasan Allah SWT, Nabi Luth pun bermohon memohon pertolongan. Allah kemudian mengutus para malaikat untuk menyampaikan berita kehancuran kaum tersebut sekaligus menyelamatkan Nabi Luth dan para pengikutnya yang beriman.
Kaum Nabi Luth melakukan kekejian yang belum pernah dilakukan seorang manusia pun sebelumnya, yaitu homoseksual dan meninggalkan para wanita yang diciptakan Allah untuk campuri.
Selain perbuatan biadab tersebut, Ibnu Katsir dalam Qashashul Anbilya menerangkan bahwa kaum Luth juga doyan merampok, mengingkari teman, melakukan kemungkaran di tempat-tempat pertemuan, baik dengan tutur kata ataupun tindakan, dengan beragam macam jenisnya. Menurut salah satu sumber, mereka beradu kentut di tempat-tempat perkumpulan tanpa merasa malu dengan teman-teman di dekatnya.
Sebagian di antara mereka apalagi melakukan kejahatan besar di tempat-tempat pesta tanpa mau mendengar nasihat ataupun peringatan orang lain untuk menghentikan perbuatannya saat itu, tidak pula mau menyesali dosa-dosa yang lalu, juga tidak punya niat untuk berubah pada masa mendatang. Akhirnya, Allah menimpakan siksaan keras pada mereka.
Mereka mengatakan pada Nabi Luth, "Datangkanlah kepada kami balasan Allah, jika engkau termasuk orang-orang yang benar" (QS Al-Ankabut Ayat 29). Mereka meminta agar balasan perih dan siksaan besar yang diancamkan agar ditimpakan pada mereka.
Saat itulah Nabi Luth memanjatkan angan keburukan terhadap mereka, memohon kepada Rabb seluruh alam, Ilah para Rasul agar menolongnya atas kaum yang melakukan kerusakan.
Allah kemudian mengutus para utusan mulia dari kalangan malaikat, mereka adalah malaikat-malaikat besar. Mereka mampir di tempat Nabi Ibrahim Al-Khalil dan menyampaikan buletin ceria kelahiran seorang anak yang pandai (Ishaq). Mereka memberitahukan urusan besar dan petaka merata yang bakal mereka timpakan pada kaum Luth.
"Dia (Ibrahim) berkata, 'Apakah urusanmu yang krusial wahai para utusan?' Mereka menjawab, 'Sesungguhnya, kami diutus kepada kaum yang berdosa (kaum Luth), agar Kami menimpa mereka dengan batu-batu dari tanah (yang keras), yang ditandai dari Rabbmu untuk (membinasakan) orang-orang yang melampaui batas'." (QS Adz-Dzariyat Ayat 31-34).
English (US) ·
Indonesian (ID) ·