Kincai Media , Banyak orang bertanya-tanya mengapa angan yang dipanjatkan berkali-kali belum juga dikabulkan. Pertanyaan serupa pernah diajukan penduduk Basrah kepada ustadz sufi terkemuka, Syekh Ibrahim bin Adham. Menurut dia, tidak dikabulkannya angan bukan semata-mata lantaran kurangnya permohonan, melainkan lantaran adanya kerusakan hati dan perilaku yang menjauhkan seseorang dari Allah SWT.
Syekh Ibrahim kemudian menguraikan sepuluh perkara yang menjadi penghalang terkabulnya doa. Dikisahkan suatu ketika pada masa lampau di kota Basrah (kini bagian dari negara Irak), seorang berilmu ustadz berjulukan Syekh Ibrahim bin Adham lewat di pasar kota Bashrah. Banyak orang berkumpul mengelilingi Syekh Ibrahim bin Adham.
Orang-orang yang berkumpul itu berkata, "Wahai Abu Ishaq (Syekh Ibrahim bin Adham), kenapa angan kami tidak dikabulkan?" Syekh Ibrahim bin Adham yang biasa dipanggil Abu Ishaq menjawab, "Karena hati Anda meninggal disebabkan sepuluh perkara."
Kemudian, Syekh Ibrahim bin Adham menjelaskan sepuluh perihal penyebab angan tidak dikabulkan. Pertama, Anda mengetahui Allah, bakal tetapi Anda tidak melaksanakan hak-Nya. Kedua, Anda nyatakan bahwa Anda mencintai Rasulullah SAW (Nabi Muhammad SAW), bakal tetapi Anda meninggalkan sunahnya.
Ketiga, Anda membaca Alquran, bakal tetapi Anda tidak mengamalkannya. Keempat, Anda makan nikmat Allah, bakal tetapi Anda tidak bersyukur. Kelima, Anda katakan bahwa setan itu musuh kamu, tapi Anda tidak menentangnya.
Keenam, Anda katakan bahwa surga itu benar, tapi Anda tidak berupaya untuk mendapatkannya. Ketujuh, Anda katakan bahwa neraka itu benar, bakal tetapi Anda tidak lari darinya. Kedelapan, Anda katakan bahwa kematian itu benar, bakal tetapi Anda tidak mempersiapkan diri untuknya. Kesembilan, Anda bangun tidur, Anda sibuk dengan kejelekan orang lain dan Anda lupa dengan kejelekan kamu. Kesepuluh, Anda mengubur mayat, bakal tetapi Anda tidak mengambil pelajaran darinya.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·