Kincai Media, Kematian bukanlah akhir dari hayat manusia. Ulama menerangkan bahwa lingkungan barzakh atau lingkungan kubur merupakan bentuk hayat setelah kematian yang kenikmatannya, khususnya bagi orang beriman, cuma diketahui oleh Allah SWT hingga tiba hari kebangkitan maupun kiamat.
Syaikh Mahir Ahmad Ash-Shuffi dalam kitabnya Al-Mautu wa alamul barzakh, al-hisab wal aidhu alal-latu al-mizan-al-mushaf -ashshirath-anwa'us syafa'ah, menerangkan deskripsi mengenai kenikmatan di lingkungan barzakh maupun lingkungan kubur.
Tempat balik akan diperlihatkan pada pagi dan sore hari kepada setiap orang di lingkungan barzah maupun lingkungan kubur, hingga Allah membangkitkannya pada hari kiamat. Hal ini bisa kita ketahui, tetapi caranya yang tidak bisa kita pahami, cuma Allah yang mengetahuinya.
Tempat balik yang diperlihatkan setiap hari pada pagi dan sore hari menunjukkan, manusia bukan makhluk fana. Alam barzakh cuma perpindahan antara dua alam, lingkungan bumi dan lingkungan akhirat. Perpindahan tersebut tidak fana, tetapi ia adalah bentuk lain hayat yang caranya tidak bisa diketahui. Sebagaimana hayat akhirat yang banyak diceritakan Allah dalam Alquran dan Rasulullah dalam hadits.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَّآ اُخْفِيَ لَهُمْ مِّنْ قُرَّةِ اَعْيُنٍۚ جَزَاۤءًۢ بِمَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ
Falā ta‘lamu nafsum mā ukhfiya lahum min qurrati a‘yun(in), jazā'am bimā kānū ya‘malūn(a).
Tidak seorang pun mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka berupa (macam-macam nikmat) yang menyenangkan hati sebagai balasan terhadap apa yang selalu mereka kerjakan (QS As-Sajdah Ayat 17).
Di dalam hadits qudsi Allah berfirman, "Aku telah menyiapkan untuk hamba-hamba-Ku yang saleh tempat yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak bisa didengar oleh telinga, dan tidak bisa dibayangkan oleh hati manusia." (HR Imam Bukhari)