Kincai Media, JAKARTA— Imaduddin Zanki tidak cuma mengandalkan peperangan terbuka dalam menghadapi pasukan Salib.
Sebab, perang semacam itu mengharuskannya terus-menerus eksis di daerah Syam dan menguras kekuatannya untuk menghadapi musuh.
Akibatnya, ia tidak memiliki cukup waktu untuk menyelesaikan beragam permasalahan yang dihadapinya di Irak dan Jazirah.
Karena itu, Zanki menyadari pentingnya memanfaatkan serangan-serangan kilat, yaitu menyerang kemudian berbuat penarikan pasukan dengan cepat, terutama ketika ia sedang tidak eksis di Syam.
Ia memahami bahwa pola peperangan seperti ini dapat menghasilkan sejumlah khasiat krusial yaitu sebagai berikut:
Pertama, serangan tersebut membuat pasukan Salib terus eksis dalam tekanan dan tidak memberi mereka kesempatan untuk menata balik kekuatan maupun menyusun hajat serangan terhadap daerah kaum Muslimin.
Dengan demikian, kaum Muslimin memiliki kesempatan lebih besar untuk mempertahankan dan mengamankan pusat-pusat pertahanan mereka.