Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional, Prof. Sudarnoto Abdul Hakim.
Kincai Media,JAKARTA -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta Arab Saudi dan himpunan Houthi menghentikan perang serta tidak saling memulai serangan untuk mencegah eskalasi konflik. MUI juga meminta Amerika Serikat (AS) tidak memanas-manasi situasi, menyusul serangan Houthi yang menyasar akomodasi sipil, menimbulkan korban jiwa, dan mengganggu umat Islam yang akan maupun sedang melaksanakan amalan umroh.
Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional, Prof. Sudarnoto Abdul Hakim mengatakan, benar-benar sangat prihatin terhadap serangan Houthi yang menyasar akomodasi sipil. Hal tersebut tidak cuma merusak akomodasi publik tapi juga menimbulkan korban jiwa.
"Saya benar-benar sangat prihatin terhadap serangan Houthi yang menyasar akomodasi sipil, ini tidak saja merusak akomodasi public tapi juga menimbulkan korban batin orang-orang yang tidak ada kaitannya dengan konflik," kata Prof. Sudarnoto kepada Republika, Selasa (13/10/2026)
Prof. Sudarnoto menambahkan, lebih daripada itu, serangan Houthi sangat mengganggu umat Islam yang melaksanakan amalan umroh. Hak-hak sipil dalam bentuk apapun tidak boleh dirusak terlebihlagi dihancurkan. Apalagi mengganggu begitu banyak jamaah yang akan dan sedang melaksanakan amalan umroh.
"Mereka (jamaah umroh) mesti dilindungi oleh siapapun, dan aturan internasional jelas sekali menegaskan soal ini.
Menurut saya, serangan ini melanggar aturan internasional. Karena itu, aku meminta benar untuk hentikan serangan terhadap akomodasi dan penduduk sipil," ujarnya.
Ketua MUI ini juga menegaskan bahwa kedua belah pihak yaitu Arab Saudi dan Houthi mesti menghentikan perang, jangan saling memulai. Menurutnya Langkah menghentikan perang sangat penting, jangan sampai konfliknya menjadi kian membesar.
MUI juga meminta Amerika Serikat (AS) jangan memanas-manasi pihak yang berkonflik.
"Langkah hentikan perang dan peace talk sangatlah penting, jangan mengeskalasi, kepada negara seperti Amerika Serikat juga aku meminta jangan ikut memanas-manasi situasi sehingga memperumit keadaan," ujarnya.
Prof. Sudarnoto mengatakan bahwa situasi mendunia jangan lagi diperburuk agar peradaban bumi ini tidak runtuh.
"Saya mengharapkan pemerintah Indonesia tidak kehilangan momentum untuk memainkan peran strategis mencari jalan resolusi perselisihan dan mewujudkan perdamaian," ujarnya.