Rais Syuriah PBNU Gelar Workshop Keharmonisan Keluarga untuk Bu Nyai dan Ning

Intisari Islam oleh Waktu baca 4 menit 27x dilihat
Rais Syuriah PBNU Gelar Workshop Keharmonisan Keluarga untuk Bu Nyai dan Ning

Bagikan Postingan

Kincai Media, JAKARTA -- Rais Syuriah PBNU (2026-2031), KH. Imam Jazuli, Lc. M.A. sekaligus pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon menyampaikan bahwa ide untuk menyelenggarakan workshop edukasi seks, kesehatan mental dan keharmonisan famili sudah durasi muncul, lebih-lebih ketika mencuat berita mengenai praktik pencabulan dan penyimpangan seks di beberapa pesantren oleh oknum.

“Sejak tahun 2015, aku buka open house untuk wali santri dan penduduk umum. Itu aku lakukan setiap hari Jum’at sore. Yang datang rupanya makin variatif kelas sosial, profesi, dan jabatannya, tak terkecuali pengasuh pesantren dari mana-mana. Dari percakapan itulah aku mengerti bahwa hubungan suami-istri yang tidak selesai dapat berpengaruh ke pengelolaan pesantren,” papar Kiai Imam dalam sambutan pembukaan.

Menurutnya, hubungan suami-istri bukan sebatas hubungan di ranjang tetapi mencakup komunikasi, kesehatan mental dan urusan keharmonisan rumah tangga secara umum.

“Ketika hubungan itu bermasalah, maka dampaknya berupa rangkaian masalah yang mengular dan kait mengkait,” ungkapnya.

Kiai Imam menambahkan, sejak tahun 2025, dirinya juga telah berhubungan dengan 5000 lebih ulama dari seluruh Indonesia yang mengikuti workshop untuk pesantren transformatif di Pesantren Bina Insan Mulia.

“Para ulama dituntut untuk menyelesaikan beragam permasalahan di pesantren, mulai dari santri, guru, bangunan, wali santri, hingga keluarga. Di saat yang sama, para ulama tidak bisa menjalani hayat sosial sebagaimana penduduk biasa, maka ketika hubungan suami-istri bermasalah, masalah itu melahirkan masalah lain, “ kata Kiai Imam Jazuli.

Rais Syuriah PBNU itu juga menceritakan bahwa setelah meneliti 12 kasus yang ditangani polisi, 9 kasus berasal dari hubungan suami-istri yang tidak harmonis. Ada yang sudah cerai ranjang, ada yang hubungan mereka telah hambar, dan ada yang sedang proses cerai.

“Karena itu, workshop ini mau lebih memastikan bahwa para ulama dan bu nyai telah selesai dalam mengatasi masalah hubungan rumah tangga, sehingga pesantrennya terlindungi dan perjuangan mereka membesarkan pesantren semakin nyaman,” tambahnya.

Workshop edukasi seks, kesehatan mental, dan keharmonisan rumah tangga angkatan ke-2 untuk para ibu nyai dan ning digelar di hotel Aston Serang Banten pada Ahad pagi (18/10/26).

Meski waktu pendaftaran dan seleksi dibuka cuma beberapa hari sebelum acara, tapi semangat peserta sangat tinggi. Sebanyak 372 peserta datang dan rela mengantri panjang untuk proses verifikasi data.

Workshop angkatan ke-2 ini memang khusus untuk para ibu nyai dan ning di Provinsi Banten. Angkatan ke-1 sudah kami mulai untuk para ibu nyai dan ning di Provinsi Jawa Barat.

Workshop in menargetkan 5000 peserta untuk seluruh provinsi di Indonesia yang bekerja sama dengan jaringan hotel Aston.

Terkait pendanaan, Ketua Panitia Ubaydillah Anwar menyampaikan bahwa seluruh kebutuhan workshop, mulai dari tempat, akomodasi, transportasi, konsumsi, kebutuhan narasumber, dan lain-lain ditanggung oleh Imam Jazuli Foundation (IJF).

“IJF adalah institusi non-profit yang bergeser untuk membantu beragam bentuk aktivitas pemberdayaan, pelatihan, dan pengembangan pesantren, para kiai, guru, dai, santri, dan penduduk berprestasi. IJF tidak menerima bantuan sedekah, zakat, infak, dan wakaf dari luar,” tegas Ubaydillah dalam sambutannya.

Untuk membekali para ibu nyai mendapatkan pemahaman dan keahlian dalam hubungan suami-istri, maka workshop menghadirkan dua narasumber sekaligus, yaitu ahli ilmu jiwa Hena Rustiana dari Kesehatan Mental Indonesia dan dr. H. Boyke Dian Nugraha, seksolog Indonesia.

Hena Rustiana menyoroti pentingnya kesehatan mental dan keintiman dalam menghasilkan kualitas seks yang bagus. Karena itu, kapasitas mengelola emosi, kontrol diri, dan komunikasi memainkan peranan krusial dalam menghasilkan hubungan suami-istri yang berkualitas tinggi.

Senada dengan itu, dr. Boyke berkali-kali mengingatkan agar para ibu agar tidak gampang terbawa emosi.

“Jangan sedikit-sedikit baperan, jangan terlalu mengurusi urusan orang lain, syukuri semua yang terjadi, dan nikmatilah hidup ini,” seru Boyke.

Sebagai seksolog, tabib Boyke menekankan pentingnya menjaga penampilan fisik, kesehatan fisik, mental, emosional, sosial, dan spiritual.

“Kecantikan jasmani sangat krusial bagi perempuan, karena mata lelaki itu pertama kali tertuju pada kecantikan jasmani dan untuk mewujudkannya dibutuhkan kesediaan untuk menjaga diri, seperti olah raga, menjaga makan, vitamin, menambah ilmu dan pergaulan yang sehat,” jelasnya memungkasi paparan.

Artikel Lainnya Intisari Islam
↑
Close Right Ads
Close Left Ads