Penyakit Tha'un di Era Rasulullah: Sebab, Kisah Wabah Amwas, dan Langkah Pencegahan

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 3 menit 2108x dilihat
Penyakit Tha'un di Era Rasulullah: Sebab, Kisah Wabah Amwas, dan Langkah Pencegahan

Bagikan Postingan

Penyakit tha'un pada masa Nabi Muhammad SAW tercatat sebagai salah satu wabah besar dalam sejarah Islam. Peristiwa ini kembali menjadi sorotan setelah pengalaman global dengan pandemi COVID-19 yang mengubah tatanan sosial dan merenggut banyak nyawa.

Tha'un adalah penyakit menular yang menyebar cepat sehingga membahayakan keselamatan banyak orang. Wabah semacam ini menjadi ujian berat bagi komunitas Muslim pada masa itu.

Lalu, seperti apa kisah penyebaran tha'un pada era Rasulullah dan apa penyebabnya? Berikut penjelasan ringkas dan terperinci.


Kisah penyakit tha’un

Berdasarkan ringkasan dalam kitab Komunikasi dan Dialektika Individu di Ruang Sosial karya Ahmad Sihabudin, salah satu wabah yang menyerang pada masa Nabi ialah penyakit tha'un. Wabah ini dikenal menular dengan cepat dan dapat menyebabkan kematian dalam jumlah besar.

Dalam Syarah Riyadhush Shalihin Jilid V dijelaskan bahwa kata tha'un dipakai untuk merujuk beberapa hal: gejala yang tampak sebagaimana diidentifikasi oleh tenaga medis, kematian yang terjadi akibat wabah tersebut, serta aspek penyebab penyakit itu sendiri.

Beberapa hadis mencatat perilaku Rasulullah terkait wabah tersebut. Beliau mengajarkan umat Islam untuk tidak memasuki wilayah yang sedang dilanda wabah dan bagi mereka yang berada di dalamnya agar tidak keluar, sebagai upaya mencegah penularan.

Anjuran ini menjadi dasar praktik isolasi untuk membatasi penyebaran penyakit. Prinsip serupa juga diterapkan oleh khalifah Umar bin Khattab ketika mengetahui Syam dilanda wabah; ia memilih tidak memasuki wilayah itu.

Saat Abu Ubaidah RA menanyakan, "Apakah Anda lari dari takdir Allah?", Umar menjawab, "Kami lari dari takdir Allah menuju takdir Allah".

Keputusan tersebut sejalan dengan sabda Rasulullah SAW agar orang yang sakit tidak berinteraksi dengan orang sehat demi mencegah penularan lebih luas.

Penyebab penyakit tha’un

Dilansir detikcom, penyakit tha'un disebabkan oleh jangkitan kuman Pasteurella Pestis. Kuman ini dibawa oleh Xenopsella Cheopis (kutu anjing) yang memperoleh darah dari tikus, karena Xenopsella Cheopis hidup menumpang pada tubuh tikus.

Dengan kata lain, wabah bermula pada populasi tikus dan kemudian menjalar ke manusia melalui kutu yang menghisap darah tikus, sehingga infeksi berpindah lewat kulit dan masuk ke aliran darah manusia.

Mengutip situs Kementerian Agama, diriwayatkan dari Usamah bin Zaid radhiyallahu'anhu, dari Nabi shallallahu'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Jika kalian mendengar ada pandemi tha'un di suatu tempat, maka jangan kalian masuk dan datang kesana, dan andaikan terjadi disuatu tempat sedangkan kalian ada didalamnya, maka jangan kalian keluar darinya." (Muttafaqun 'alaih /HR. Bukhari dan Muslim)

Kata tha'un berakar sama dengan tha'n yang secara bahasa bermakna tobakan atau tusukan. Dalam beberapa riwayat dikisahkan bahwa tha'un dianggap disebabkan oleh tusukan jin kepada manusia.

Sebagian ulama menyamakan istilah tha'un dengan pandemi (wabaa). Menurut Ibnu Mandzur, tha'un adalah penyakit menular yang menyebar luas sehingga merusak udara dan mengganggu kesehatan tubuh manusia.

Ibnu Hajar berpendapat bahwa wabah yang disebut tha'un Amwas telah muncul pada masa kekhalifahan 'Umar bin Khattab setelah penaklukan Baitul Maqdis. Wabah tersebut tercatat terjadi pada tahun 18 H dan menewaskan lebih dari 25.000 jiwa.

Dalam catatan sejarah, banyak peristiwa tha'un yang tercatat, salah satu yang terkenal adalah Tha'un Amwas. Amwas adalah nama sebuah daerah di Syam dekat wilayah Palestina saat ini, sehingga wabah itu dikenal dengan nama Tha'un Amwas.

Solusi yang diajarkan Nabi shallallahu'alaihi wa sallam dalam hadits tersebut dapat dipandang serupa dengan kebijakan lockdown modern, yakni menghentikan keluar-masuk orang ke area yang terkena wabah. Larangan masuk bertujuan mencegah orang sehat terinfeksi, sedangkan larangan keluar dari wilayah yang terkena dimaksudkan agar warga yang sakit tidak menularkan penyakit ke wilayah lain.

Demikian penjelasan singkat mengenai kisah dan penyebab penyakit tha'un pada era Rasulullah SAW. Semoga bermanfaat.

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads