Vitamin K untuk Bayi Baru Lahir: Manfaat, Dosis Optimal, dan Kapan Harus Diberikan

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 3 menit 1473x dilihat
Vitamin K untuk Bayi Baru Lahir: Manfaat, Dosis Optimal, dan Kapan Harus Diberikan

Bagikan Postingan

Vitamin K adalah vitamin larut lemak yang berperan utama dalam proses pembekuan darah sehingga membantu menghentikan perdarahan. Selain itu, vitamin ini turut berkontribusi pada kesehatan tulang.

Pada orang dewasa dan anak yang lebih besar, asupan vitamin K berasal dari makanan seperti sayuran hijau berdaun, daging, produk susu, dan telur. Selain itu, bakteri baik di usus juga memproduksi sebagian vitamin K yang dibutuhkan tubuh.

Namun pada bayi baru lahir, kadar vitamin K sangat rendah sehingga mereka berisiko mengalami gangguan perdarahan yang serius. Kondisi ini dikenal sebagai VKDB (Vitamin K Deficiency Bleeding) dan dapat dicegah dengan pemberian vitamin K saat lahir.


Akademi Pediatri Amerika (AAP) pertama kali mendukung intervensi ini pada tahun 1961 dan merekomendasikan pemberian suntikan vitamin K kepada bayi baru lahir.

Satu suntikan yang diberikan pada otot paha merupakan tindakan pencegahan penting untuk mengurangi risiko perdarahan serius pada bayi di masa awal kehidupannya.

"Suntikan vitamin K adalah salah satu intervensi pencegahan tertua, teraman, dan paling efektif dalam pengobatan bayi baru lahir," ujar Mary Beth Howard, MD, MSc, seorang ahli kedaruratan pediatrik, dikutip dari laman resmi Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health.

"Sangat krusial agar semua bayi menerimanya," tambahnya.

Manfaat vitamin K untuk bayi

Vitamin K penting untuk terbentuknya bekuan darah dan mencegah perdarahan. Data menunjukkan bahwa pemberian satu suntikan vitamin K saat lahir melindungi bayi dari perdarahan yang dapat berujung pada kerusakan otak atau kematian, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).

Karena vitamin K tidak menembus plasenta dalam jumlah cukup dan kadarnya rendah dalam ASI, bayi memerlukan waktu beberapa bulan untuk mencapai kadar yang memadai secara alami.

Bayi yang tidak menerima suntikan vitamin K memiliki risiko 80 kali lebih besar mengalami perdarahan hebat; lokasi paling sering adalah otak. Dari bayi yang mengalami perdarahan serius akibat kekurangan vitamin K, sekitar satu dari lima akan meninggal.

Dosis vitamin K untuk bayi

Suntikan vitamin K tunggal biasanya diberikan dalam dosis 0,5 mg hingga 1,0 mg segera setelah lahir. Dosis ini melindungi bayi selama bulan-bulan awal ketika tubuhnya masih membangun cadangan vitamin K sendiri, sebelum bayi mulai menerima makanan padat pada usia sekitar 4–6 bulan.

Dilansir dari Better Health, di beberapa negara tersedia alternatif pemberian vitamin K berupa tetes.

Jika orangtua memilih tetes, biasanya diperlukan dua dosis awal (satu saat lahir dan satu lagi 3–5 hari kemudian), serta dosis tambahan pada minggu keempat jika bayi disusui eksklusif.

Waktu pemberian vitamin K pada bayi

Rekomendasi medis standar menyarankan pemberian suntikan intramuskular tunggal vitamin K (umumnya 1 mg) dalam 6 jam pertama setelah kelahiran. Memberikan vitamin K dalam rentang waktu ini adalah langkah paling efektif untuk mencegah perdarahan dini.

Pencegahan VKDB dengan suntikan vitamin K saat lahir bersifat sederhana, aman, dan seringkali tanpa biaya tambahan bila persalinan berlangsung di fasilitas kesehatan pemerintah. Konsultasikan dengan tenaga kesehatan apabila Bunda memiliki pertanyaan mengenai prosedur ini.

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads