Anjuran Memperbanyak Istigfar Di Bulan Rajab

Dec 20, 2025 11:05 PM - 4 bulan yang lalu 154217
Anjuran Memperbanyak Istigfar di Bulan RajabAnjuran Memperbanyak Istigfar di Bulan Rajab

Kincai Media – Bulan Rajab merupakan salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan dalam Islam, selain Dzulqa‘dah, Dzulhijjah, dan Muharram. Pada bulan-bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk lebih menjaga diri dari perbuatan maksiat serta meningkatkan kualitas ibadah dan kebaikan saleh. Salah satu ibadah yang sangat dianjurkan pada bulan Rajab adalah memperbanyak istigfar.

Syekh KH. Abdul Hamid Kudus, mengatakan sejak dulu menyebut bulan Rajab sebagai syahrul istighfar (bulan istigfar). Sebab, Rajab menjadi momentum awal bagi seorang Muslim untuk membersihkan diri dari dosa dan kelalaian, sebelum memasuki bulan Sya‘ban dan puncaknya bulan Ramadan.

Istigfar berfaedah sebagai permohonan maaf dengan lisan, sekaligus corak kesadaran seorang hamba atas kelemahan dan kekhilafannya di hadapan Allah SWT. Dalam konteks Rajab, istigfar berfaedah sebagai tazkiyatun nafs (penyucian jiwa), agar seorang Muslim memasuki bulan Sya‘ban dan Ramadan dengan hati yang lebih bersih, tenang, dan penuh kesiapan spiritual.

Hal ini sebagaimana dinukil dalam kitab Kanzun Najah wa Surur;

وقال العلماء : ( رجب شهر الاستغفار ، وشعبان شهر الصلاة على النبي المختار صلى الله تعالى عليه وعلى آله وصحبه وسلم ، ورمضان شهر القرآن ، فاجتهدوا رحمكم الله تعالى في رجب ؛ فإنه موسم التجارة ، واعمروا أوقاتكم فيه ؛ فهو أوان العمارة ، فمن كان من التجار .. فهذه المواسم قد دخلت ، ومن كان مريضاً بالأوزار .. فهذه الأدوية قد حملت )

Artinya: Para ustadz berkata: “Rajab adalah bulan istigfar, Sya‘ban adalah bulan memperbanyak shalawat kepada Nabi pilihan, dan Ramadan adalah bulan Al-Qur’an. Maka bersungguh-sungguhlah kalian—semoga Allah Ta‘ala merahmati kalian—di bulan Rajab; lantaran dia adalah musim perdagangan (amal).

Isilah waktu-waktu kalian di dalamnya, lantaran dia adalah saat untuk membangun (amal dan kebaikan). Barang siapa termasuk para pedagang (amal), maka musim-musim ini telah datang; dan peralatan siapa sedang sakit oleh dosa-dosa, maka obat-obat ini telah dibawakan.”

Ungkapan “musim perdagangan” dalam perkataan ustadz tersebut menunjukkan bahwa bulan Rajab adalah kesempatan emas untuk meraih untung akhirat. Istigfar menjadi modal utama dalam “perdagangan” ini, lantaran dengannya dosa-dosa dihapus, hati dilembutkan, dan pintu-pintu kebaikan dibukakan oleh Allah SWT.

Selain itu, memperbanyak istigfar di bulan Rajab juga merupakan bentuk kesungguhan taubat (taubatan nasuha). Taubat yang dilakukan lebih awal bakal membantu seorang Muslim menjalani Ramadan dengan ibadah yang lebih khusyuk, bukan sekadar rutinitas, tetapi lahir dari hati yang telah dibersihkan sebelumnya.

Oleh lantaran itu, sudah selayaknya umat Islam memanfaatkan bulan Rajab dengan memperbanyak istigfar, baik di sela-sela kegiatan harian maupun dalam waktu-waktu mustajab. Dengan demikian, Rajab betul-betul menjadi bulan persiapan ruhani, yang mengantarkan seorang hamba menuju Sya‘ban dan Ramadan dalam keadaan lebih dekat kepada Allah SWT.

Selengkapnya