Kincai Media, JAKARTA -- Direktur Jenderal (Dirjen) Pesantren Kementerian Agama (Kemenag), Basnang Said, menyiapkan sejumlah agenda prioritas dalam 100 hari pertamanya mengepalai Direktorat Jenderal Pesantren. Pembenahan keterangan dan penguatan sarana-prasarana pesantren menjadi dua agenda utama yang akan dikebut.
Basnang mengatakan, pembenahan keterangan menjadi krusial karena pesantren memiliki ciri khas dan varian kelembagaan yang beragam. Berdasarkan keterangan kelembagaan, saat ini terdapat sekitar 42 ribu pesantren di Indonesia yang menjalankan tiga fungsi utama, yaitu pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.
Menurut dia, pendataan sejumlah varian pendidikan di lingkungan pesantren statis perlu diperkuat. Sebab, pesantren tidak cuma menyelenggarakan pendidikan khas pesantren, tetapi juga menaungi sekolah dan madrasah yang eksis di dalam kompleks pesantren.
"Yang pertama adalah perbaikan data. Sampai hari ini memang data-data kita di pesantren dengan jumlah pesantren 42 ribu, itu secara kelembagaan. Dengan tiga fungsi, pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Tapi sesungguhnya ada varian-varian yang ada di dalam asrama pesantren, yang itu akan kita perbaiki datanya," ujar Basnang dalam wawancara khusus berbareng Republika di Kantor Kemenag, Lapangan Banteng, Senin (28/9/2026).
Basnang menjelaskan, sejumlah bentuk pendidikan pesantren seperti Muadalah, Muallimin Salafiyah, Diniyah Formal, dan Ma'had Aly relatif telah memiliki pendataan yang lebih baik. Namun, permasalahan muncul ketika pesantren menjadi rumah bagi unit pendidikan lain seperti SD, SMP, SMA, SMK, maupun madrasah ibtidaiyah, tsanawiyah, dan aliyah.
Menurut dia, unit pendidikan tersebut memiliki mekanisme penganggaran yang berbeda. Sekolah eksis di bawah kewenangan Dinas Pendidikan, sedangkan madrasah eksis di bawah Direktorat Madrasah. Kondisi tersebut membikin pendataan pendidikan yang eksis di lingkungan pesantren belum sepenuhnya terintegrasi.
"Sehingga ke depannya keterangan inilah yang krusial kita kuatkan, termasuk kemudian penguatan seperti apa kondisi sarana-prasarana di masing-masing pesantren kita," ucap Basnang.