Wakil Ketua MUI, KH Cholil Nafis menyampaikan tausiyah dalam aktivitas Dzikir Nasional Republika di Masjid At-Thohir di Cimanggis, Depok, Kamis (31/12/2025). Kegiatan Dzikir Nasional Republika kali ini mengadopsi tema Demi Masa, Semoga Kita Bukan Termasuk Orang yang Merugi.
Kincai Media, JAKARTA -- Momen peringatan Hari Santri Nasional 2026 menjadi ruang refleksi mendalam mengenai besarnya peran pendidikan pesantren dalam membentuk karakter generasi muda bangsa.
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Muhammad Cholil Nafis menegaskan bahwa harga utama yang ditanamkan dalam tradisi pesantren adalah pembentukan kemandirian ekonomi serta mental yang handal dalam menghadapi beragam tantangan kehidupan.
Kiai Cholil Nafis membagikan pengalaman pribadinya semasa mengenyam pendidikan di asrama pesantren, di mana proses kedisiplinan dan kemandirian ditempa sejak usia dini.
"Belajar berdikari sejak aku dahulu SD keluar dari rumah. Diajari pertama mencuci sendiri, kemudian melipat baju sendiri, hingga merapikan alat-alat mandi sendiri. Itu sederhana, tapi membikin kita jauh lebih mandiri," kata Kiai Cholil , dikutip Republika dari MUI Digital, Kamis (22/10/2026)
Selain kedisiplinan harian, Kiai Cholil menyoroti pentingnya penggalangan mental berdikari secara ekonomi yang dipelajarinya dari hal-hal kecil, seperti mengelola duit saku yang sangat terbatas.
Pengalaman mengelola anggaran bulanan semasa menjadi santri diakui menjadi pondasi utama yang membentuk kemampuannya bertetap hidup dan berdikari secara finansial di kemudian hari.