Kincai Media, Oleh: KH A Roghob Alfatiry, Sekretaris Dewan Pertimbangan MUI Kota Tangerang
Khutbah I
الَسَّلامُ عَليْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُه
الحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ العَالَمِينَ، القَائِلِ فِي كِتَابِهِ الكَرِيمِ: (وَمَا كَانَ المُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً ۚ فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ).
اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالمُرْسَلِينَ، سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِينَ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ.
أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
Hadirin Sidang Jumat Rahimakumullah,
Melalui mimbar ini khatib beramanat kepada kita semua, marilah kita senantiasa berupaya menaikkan kepercayaan dan takwa kepada Allah SWT, dengan menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya. Dengan keseriusan berbuat hal itu, mudah-mudahan kita menjadi hamba Allah yang mujur di bumi dan akhirat.
Sidang Jumat Rahimakumullah,
Dengan ketakwaan yang benar, kita bisa menjaga kedamaian dan persatuan di dalam hayat penduduk yang majemuk ini. Dengan takwa, semoga kita senantiasa diberikan jalan keluar dari beragam permasalahan yang kita hadapi. Allah berfirman dalam surat Ath-Thalaq ayat 2 dan 3:
وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًا ۙ وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ ۗاِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا
“…. Siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya. Dan menganugerahkan kepadanya rezeki dari arah yang dia tidak duga. Siapa yang berserah kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah telah membikin ketentuan bagi setiap sesuatu.” (QS. Ath-Thalaq: 2-3)
Ma’asyiral Muslimin yang Berbahagia,
Tak terasa, momentum besar telah tiba, yaitu bahwa setiap tanggal 22 Oktober, bangsa Indonesia memperingati Hari Santri Nasional sebagai bentuk penghargaan terhadap peran santri dalam memperjuangkan kemerdekaan negara dan bangsa Indonesia dari kolonialis melalui beragam peran dan kontribusi penting, termasuk Resolusi Jihad yang digagas oleh Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari.
Hadirin, Sidang Jumat Rahimakumullah,
Bahwa perjuangan ulama yang mesti dilanjutkan oleh santri adalah perjuangan untuk membela kepercayaan dan bangsa. Ketika era dahulu perjuangan dilakukan dengan mengadopsi senjata melawan kolonialis melalui resolusi jihad, maka santri saat ini juga tidak boleh berpangku tangan. Dalam konteks hari ini, santri bisa berjuang dengan mengadopsi pena dan segala akomodasi penyebaran ilmu secara modern dan melek teknologi untuk melawan kebodohan dan keterbelakangan bangsa dan negara ini.
Penetapan Hari Santri yang kita peringati setiap tahun merupakan Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015. Keputusan tersebut patut diapresiasi dan terus digaungkan pentingnya pengakuan itu.
Hari Santri merupakan sebuah pengakuan atas supremasi perjuangan para santri dan ulama pesantren dalam mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia. Sebagaimana tercatat dalam sejarah, saat itu Belanda membonceng tentara Sekutu (Inggris) untuk balik menduduki Indonesia dalam Agresi Militer Belanda II, pasca kekalahan Jepang oleh Sekutu, setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan. Lalu, pada akhirnya tercetuslah Resolusi Jihad yang diinisiasi oleh Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari pada tanggal 22 Oktober 1945.
Fakta sejarah itu memberitahu bahwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 bukanlah akhir perjuangan. Justru perjuangan semakin tidak gampang ketika bangsa Indonesia mesti menegakkan kemerdekaan karena upaya kolonialisme statis tetap ada. Dan ulama pesantren sudah berbuat antisipasi jika sewaktu-waktu terjadi perang senjata saat Jepang menyerah kepada Sekutu.